MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Natasha Yang Merajuk


__ADS_3

Natasha yang baru saja keluar dari toilet, matanya mendapati suaminya sedang berbincang dengan seorang wanita yang sedang membawa anak kecil. Natasha bergegas mendekat ingin tahu siapa wanita yang diajak bicara oleh suaminya itu. Karena terlihat dari pandangannya gestur tubuh Yoga terlihat tidak rileks.


Natasha memicingkan matanya melihat ternyata wanita yang sedang bersama Yoga saat ini ternyata berparas sangat cantik. Siapa wanita itu? Natasha sangat dibuat penasaran, apalagi dia sempat mendengar Yoga menanyakan apakah wanita itu sudah menikah, dan jawaban 'belum' dari wanita itu, seketika mengusik hati Natasha. Terlebih saat wanita itu pun bertanya balik pada Yoga apakah Yoga telah menikah. Rasanya Natasha sudah tidak tahan untuk tidak bergabung dengan obrolan mereka. Dan dengan cepat dia berjalan menghampiri suaminya, lalu melingkarkan tangannya di lengan sang suami sambil bergelayut manja, Natasha pun bertanya ...


" Mas ... kamu bicara dengan siapa?" Natasha memandang penuh selidik wanita cantik yang berbincang dengan sang suami.


Kirania langsung menoleh ke arah Natasha yang terlihat menggandeng posesif tangan Yoga, ada senyum tipis yang tercetak samar di sudut bibirnya.


" Ah, Oh ya, kenalkan ini Kirania, teman aku dulu." Yoga langsung mengenalkan Kirania kepada Natasha. " Dan ini Natasha, dia ...."


" Aku istri Yoga," dengan cepat Natasha menyambar ucapan Yoga seraya mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan Kirania.


" Oh, hai aku Kirania." Dengan ramah Kirania menerima jabat tangan dari Natasha. " Kamu sudah menikah ternyata, Ga." Kirania mengembangkan senyum indahnya, membuat Natasha sedikit mencebik.


" Kamu teman lama Yoga, ya? Teman apa? SD? SMP? SMA? atau kuliah?" selidik Natasha semakin penasaran.


" Yank, kamu nanyanya kaya wartawan saja." Yoga menyindir.


" Lho, aku kan ingin tahu teman-teman kamu dulu, apa lagi kalau teman wanita." Natasha merubah posisi tangannya kini melingkar di pinggang Yoga masih bergelayut manja.


" Kami nggak pernah satu sekolah, kok. Cuma dia pernah menang lomba, saat diadakan di kampus aku dulu." Kirania menerangkan, tidak mungkin Kirania harus menceritakan kisah lalu bersama Yoga kepada istri Yoga.


" Oh, berarti kalian beda kampus?" Natasha mulai memicingkan matanya, dia mengingat obrolan semalam dengan suaminya. " Kalian satu angkatan?" tanya Natasha kembali.


" Nggak, saya satu tahun di atas dia," sahut Kirania.


Natasha membulatkan matanya saat mendengar ucapan Kirania. " Jangan-jangan wanita ini yang pernah disuka Mas Yoga, iihh ... kenapa mesti ketemu segala, sih?!" umpat Natasha dalam hati.


" Mas, kalau dia teman kamu, gimana di resepsi pernikahan kita, dia diundang sekalian." Natasha menyampaikan idenya. Tentu saja tujuan utamanya ingin memperlihatkan kepada Kirania, jika sekarang ini mereka berdua adalah pasangan bahagia, dan Yoga adalah mutlak miliknya.


" Kalian belum resepsi?" tanya Kirania heran.


" Belum sempat, Ran." Yoga yang menyahuti.


" Berarti kalian baru menikah?" Kirania kembali bertanya.


" Iya kami baru sebulan lebih menikah, tapi kita sudah saling cinta seperti orang yang sudah bertahun-tahun pacaran." Natasha mengeratkan pelukannya. " Mas, kok kamu nggak cium-cium aku, sih?" Natasha mendonggakan kepalanya ke arah wajah Yoga, karena biasanya jika Natasha bergelayut manja seperti ini Yoga akan dengan cepat menghujani ciuman di pucuk kepala Natasha.


" Ini kan tempat umum, Yank."


Natasha langsung merenggangkan pelukannya.

__ADS_1


" Biasanya juga kamu kalau mau peluk cium aku nggak lihat-lihat sikon. Kenapa sekarang bilang gitu? Apa karena kamu nggak mau ketahuan sama mantan kamu ini, kalau kamu itu sudah bucin sama aku, gitu?!" Natasha memberengut kesal kemudian bergegas meninggalkan Yoga dan Kirania.


" Yank, nggak gitu ..." Yoga ingin mengejar Natasha tapi dia tidak enak terhadap Kirania, karena menganggap sikap istrinya tidak sopan.


" Ran, sorry ...."


" It's oke, nggak apa-apa." Kirania berusaha tersenyum ramah walau hatinya sedikit terusik dengan sikap dan ucapan Natasha tadi. " Sebaiknya kamu susul istri kamu itu."


" Sekali lagi aku minta maaf, ya."


Kirania hanya mengangguk, sebelum akhirnya Yoga melangkah menyusul Natasha yang berjalan keluar restoran.


Yoga berjalan menuju mobilnya terparkir tapi dia tidak menemukan istrinya di sana.


" Ke mana dia?" Yoga kemudian menghubungi ponsel istrinya tapi tidak diangkat. Dia kembali masuk ke restoran, mencari di sana sampai ke toilet tapi tak juga ditemukan keberadaan istrinya itu.


" Nggak! Jangan sampai kejadian seperti dulu terulang lagi. Bisa gila kalau dia nekat menghilang seperti itu." Yoga mulai dirundung kecemasan. Dia kemudian menanyakan beberapa orang yang ada di halaman restoran, apakah mereka sempat melihat Natasha keluar. Dan setelah bertanya dengan beberapa orang akhirnya dia mendapat jawaban, jika tadi ada yang melihat seseorang mirip dengan Natasha pergi menggunakan taxi argo. Hal itu tentu saja membuat Yoga semakin khawatir.


Setelah dia membayar pesanan dan meminta agar pesanan itu dibawa pulang, Yoga pun kemudian bergegas menuju arah mobilnya. Tujuan pertama yang akan dia datangi adalah apartemen Natasha.


***


Hampir satu jam Yoga menunggu Natasha di apartemen istrinya itu, tapi Natasha tak kunjung datang. Dia juga sudah menanyakan ke Bu Ratna, apakah istrinya sudah sampai rumah, ternyata jawaban Bu Ratna membuatnya mendengus.


Dia segera menghubungi Sinta, berharap Natasha ada di butiknya.


" Assalamualaikum, ada apa, Mas Yoga?"


" Waalaikumsalam, Sin, Apa Natasha ada di sana?"


" Nggak ada, Mas."


" Kamu nggak bohong, kan?"


" Astaga, kok Mas Yoga ngatain saya bohong, sih?"


" Yah sudah, kalau dia ke sana, kabari saya segera."


" Memangnya ada apa? Maaf saya kepo, bukannya ini weekend, biasanya ibu sama Mas Yoga, kan?"


" Boss kamu itu kabur."

__ADS_1


" Hahh?? Kabur?? Kok bisa?"


" Entahlah, besok-besok mesti aku pasang GPS di badannya sekalian, biar kalau kabur gini nggak bikin orang cemas.


Sinta terkikik mendengar ucapan suami Boss nya itu. " Memang Mas Yoga nggak setting GPS di hp Ibu?"


" Saya nggak kepikiran ke arah situ. Tapi setelah kejadian ini, kayanya mesti pakai itu biar bisa terlacak kalau besok-besok dia merajuk terus kabur lagi. Ya sudah, tolong kabari kalau dia ada hubungi kamu. Assalamualaikum ..."


" Waalaikumsalam ...."


Yoga kemudian mematikan panggilan teleponnya, dan beranjak meninggalkan apartemen Natasha.


***


Sudah masuk waktu Isya tapi Natasha tak juga nampak kehadirannya. Sudah tidak dapat digambarkan lagi bagaimana cemasnya Yoga, karena nomer telepon Natasha tak bisa dihubungi. Dia ingin mencari tapi tidak tahu harus mencari ke mana lagi. Sementara waktu terus bergerak, kini sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Yoga sendiri masih ada di jalan berusaha mencari keberadaan istrinya, saat tiba-tiba panggilan dari Bu Ratna muncul dilayar ponselnya. Seketika jantungnya berdebar-debar, dengan cepat dia mengangkat panggilan masuk itu.


" Assalamualaikum, Tata sudah pulang, Bu?"


" Waalaikumsalam, baru saja sampai, Den."


" Ya sudah, saya pulang, Bu. Assalamualaikum." Tanpa menunggu jawaban dari Bu Ratna, Yoga langsung mematikan panggilan telepon, dan melajukan mobilnya sedikit agak kencang karena dia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya.


***


Yoga membuka pintu kamarnya, dilihatnya Natasha sedang duduk di tepi tempat tidur dengan wajah ditekuk dan tangan dilipat di dada dengan pandangan mata menghunus tajam menatap ke arahnya.


" Kamu habis dari mana saja, sih, Mas? Jam segini baru pulang? Habis kangen-kangenan sama mantan kamu itu, ya? Sampai melupakan istri kamu sendiri!" tuding Natasha dengan nada tinggi, membuat Yoga terkesiap.


Mata Yoga membulat sempurna mendengar ucapan istrinya tadi. Apa dia tidak salah dengar? Bukankah justru istrinya yang baru pulang entah pergi ke mana tanpa kabar? Bukankah dia yang cemas mencari-cari istrinya itu.? Dan sekarang setelah dia merasa penat tenaga, pikiran juga hati, tiba-tiba istrinya dengan tanpa dosa menuduhnya melakukan hal yang bahkan sama sekali tidak terlintas dipikirannya.


*


*


*


Bersambung ...


Ikuti kisah Kirania & Dirga di novel 👇


__ADS_1


Selamat Berpuasa ...


Happy Reading


__ADS_2