MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Terlambat Menyadari


__ADS_3

Yoga baru saja sampai di ballroom yang rencananya akan dijadikan tempat resepsi pernikahannya dengan Natasha. Mereka memang janjian bertemu di sana sebelum ke salon untuk melakukan treatment.


Yoga tidak menemui keberadaan istrinya, hanya Sinta yang terlihat sedang duduk, sibuk dengan ponsel di tangannya.


" Sin, Boss kamu mana?"


Suara Yoga membuat Sinta terperanjat, hingga membuatnya langsung bangkit dari duduknya.


" Pak Yoga?"


" Natasha mana? Saya 'kan suruh kamu temani dia, tapi kamu nggak ada di dekat dia." Kalimat tegas membuat Sinta langsung grogi. Sejak peristiwa keguguran kemarin, Yoga selalu berusaha tidak membiarkan Natasha pergi sendirian, selalu ada yang dia suruh untuk mendampingi sang istri.


" I-ibu ... ibu t-tadi bicara dengan ...."


" Dengan siapa?" Yoga terlihat tak sabar melihat Sinta yang tidak cepat menjawab pertanyaannya.


" I-ibu t-tadi d-dengan Mas An-dra, Pak." Hati Sinta langsung menciut saat mengatakan hal itu. Karena dia tahu jika suami ibu bosnya itu seorang pencemburu di balik pembawaannya yang tenang, jika menyangkut urusan pria lain apalagi pria lain itu pernah dicintai ibu bosnya.


" Andra? Kamu biarkan dia sendiri dengan Andra?!" Yoga langsung mencengkram bahu Sinta dan mengguncangnya. " Kamu kenapa membiarkan Natasha pergi berdua dengan dia, hah?! Saya suruh kamu jagain dia, kenapa kamu malah membiarkan dia pergi dengan pria lain?!"


Aura wajah Yoga berubah kelam. Walaupun dia tahu jika mamihnya dan mama dari Andra adalah teman, tapi untuknya, Andra adalah seseorang yang tidak akan dia biarkan dekat dengan istrinya sedetik pun. Apalagi jika mengingat apa yang pernah dilakukan Andra kepada istrinya dulu. Walaupun apa yang dilakukan Andra kepada Natasha terjadi sebelum dia menikahi wanita itu, tapi tetap saja sosok Andra tidaklah bisa diabaikan begitu saja.


Mungkin rasa tidak sukanya kepada Andra melebihi rasa tidak suka Yoga terhadap Gavin. Karena bagaimanapun juga Andra pernah melihat dan menyentuh keindahan tubuh istrinya itu. Jika dia mengingat jika Andra adalah pria pertama yang menyentuh dan menikmati, bahkan bermain di area favorit milik Natasha, seketika membuat dadanya terasa bergemuruh.


Sinta hanya tertunduk sambil menelan salivanya mendapati kemarahan Yoga. Dia juga teringat bagaimana pertemuan Yoga dan Andra saat di butik dulu, yang berakibatkan Yoga menghajar Andra habis-habisan.

__ADS_1


" Pergi ke mana mereka, hahh?" Masih dengan suara yang menyeramkan di telinga Sinta, Yoga bertanya.


" Ke resto di ho-hotel ini, Pak."


Dengan cepat Yoga beranjak meninggalkan Sinta menuju restoran di hotel milik papa dari Gavin itu.


Sesampainya di sana Yoga langsung mengedar pandangan mencari keberadaan istrinya di tengah restoran yang terlihat ada beberapa pengunjung. Matanya lalu mendapati keberadaan Natasha dan Andra. Dengan cepat dia berjalan dengan dada bergejolak. Namun langkahnya terhenti beberapa ketika dia melihat Natasha menyandarkan punggungnya ke punggung kursi dengan tangan melipat di dada. Terlihat Natasha nampak tenang menghadapi pria yang pernah dicintainya itu. Tidak ada lagi wajah ketakutan dan rasa tidak nyaman yang biasanya Natasha tunjukkan jika mendengar atau bertemu dengan mantan calon tunangannya itu. Sejurus kemudian dia mendengar Andra berucap dengan nada penuh penyesalan


" Seandainya waktu dapat diputar kembali, mungkin aku akan memperbaiki sikap aku ke kamu. Aku akan perbaiki waktu lima tahun perjuangan kamu yang aku sia-sia 'kan selama ini ..."


Saat itu juga rasanya Yoga ingin menarik tubuh Andra dan kembali memberikan tinju di wajah anak dari sahabat mamihnya itu. Tapi jawaban yang diberikan Natasha meredam dan membuat emosinya menguap seketika.


" Tidak ada yang perlu disesali. Aku ikhlaskan perjuangan lima tahun yang aku habiskan untuk mendapatkan cinta kamu dengan sia-sia itu. Karena saat ini aku sudah mendapatkan cinta aku, Cinta sejatiku." Dari arah samping Yoga masih bisa melihat bibir Natasha yang melengkung karena wanita itu sedang tersenyum. " Aku juga nggak mengerti kenapa semua ini berjalan begitu cepat, tapi yang pasti saat ini aku sudah benar-benar jatuh cinta pada suamiku. Aku sudah memberikan seluruh hatiku untuknya ...."


" Yank ...."


Natasha terperanjat saat mendapatkan tepukan dibarengi suara yang menyapanya. Seketika itu juga dia langsung bangkit dari duduknya.


" Mas ...." Natasha terlihat agak kikuk saat mendapati suaminya memergokinya sedang mengobrol bersama Andra.


" Kamu aku cari dari tadi ternyata ada di sini," ucap Yoga melingkarkan lengannya merengkuh pinggang ramping Natasha seraya membubuhi kecupan singkat di bibir sang istri.


" Gimana, kamu sudah lihat persiapan untuk acara kita besok malam? Semua sudah sesuai dengan keinginan kita, kan, Yank?" Satu tangan Yoga merapihkan anak rambut Natasha. Gerakan yang dilakukannya terlihat sangat intim, seolah ingin menegaskan bahwa yang dikatakan Natasha tadi benar nyata adanya. Bahwa dia adalah lelaki yang paling beruntung karena berhasil mendapatkan Natasha. Bahwa dialah pria yang saat ini paling dibanggakan Natasha. Bahwa dia adalah pria yang benar-benar menyanyangi Natasha hingga tak ada satu alasan pun untuk istrinya itu bisa berpaling kepada pria lain.


" Iya, Mas." Natasha membalas dengan senyuman kalimat yang diucapkan suaminya dengan nada tenang itu. Dia menarik nafas lega karena suaminya itu tak memakai kekerasan melihatnya bersama Andra. Baginya tak masalah jika Yoga nantinya akan memberikan hukuman kepadanya, asalkan tidak ada keributan apalagi baku hantam yang terjadi di antara dua pria di hadapannya saat ini.

__ADS_1


" Katanya kita mau ke salon, kita berangkat sekarang saja, ya? Supaya bisa cepat istirahat biar besok malam fresh. Ingat kata mamih kamu jangan kelelahan. Harus jaga stamina, biar nanti saat honeymoon planning kita menghasilkan junior di sini bisa berjalan lancar." Yoga kembali memberikan kecupan, kali ini di pelipis Natasha sementara tangannya bergerak memutar di perut Natasha, seolah tidak memperdulikan keberadaan Andra saat itu.


" Iya, Mas." Natasha hanya bisa mengikuti keinginan suaminya tanpa ada sanggahan.


" Ya sudah, Ayo kita berangkat," ajak Yoga kemudian menoleh ke arah Andra yang sedang menatapnya dengan rahang mengeras. " Sorry, Bro. Aku ambil istriku." Dengan seringai tipis Yoga mengucapkan kalimat itu kemudian berjalan meninggalkan Andra. Bahkan tak ada kata pamitan dari Natasha saat melangkah meninggalkan Andra.


Andra memperhatikan punggung sepasang insan yang berjalan menjauh darinya dengan tangan saling berangkulan.


" Kamu benar-benar berubah, Nat." gumam Andra. Karena Natasha yang dia jumpai saat ini bukan lagi wanita yang selalu sibuk mengusiknya. Wanita yang selalu membuat kepala pusing karena harus terus menerus menolak dan menghindarinya. Wanita cerewet dengan tingkah manja dan menyebalkan. Seketika itu juga Andra merasakan ada sesuatu yang hilang di hatinya. Mungkinkah dia telat menyadari jika sebenarnya di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, rasa cinta itu sudah hadir tapi dia selalu sibuk menampiknya. Apapun perasaan yang muncul saat ini untuk Natasha, yang pasti semuanya sudah sangat terlambat untuknya.


*


*


*


Penyesalan ini munculnya di belakangan, kalau di depan, ga akan ada muncul kisah Tata&Yoga inišŸ˜‚šŸ˜‚.


Bersambung ...


Ga bosen² Otor amatiran ini minta dukungan Like juga komennya, ya para reader budiman😘


Selamat menjalankan ibadah puasa.


Happy Readingā¤ļø

__ADS_1


__ADS_2