
Yoga terjaga dari tidurnya, saat dia merasakan ada sesuatu yang menimpa pahanya, dia juga merasakan ada sebuah tangan berkulit halus yang melingkar erat di perutnya. Seulas senyuman terlukis di wajah tampannya. Ekor matanya menoleh mencari tahu apa yang terjadi di bagian belakang tubuhnya itu. Yoga mendapati wajah cantik Natasha dengan mata terpejam menempel di pundaknya.
Tiba-tiba ide jahil muncul di otaknya. Perlahan Yoga mengambil ponsel di atas nakas, dia mengarahkan kamera depan yang ada di ponselnya. Dari ponselnya itu dia bisa melihat posisi Natasha yang terlihat memeluk posesif dirinya. Senyum licik kembali terulas di bibirnya, saat dia berhasil mengabadikan apa yang dilakukan istrinya saat ini.
" Kalau seperti ini, siapa yang salah?" gumam Yoga terkekeh.
Yoga buru-buru menaruh ponselnya kembali ke atas nakas, saat dia merasakan ada pergerakan dari tubuh Natasha. " Uugghhh ..." lenguhan terdengar lolos dari bibir Natasha, saat wanita itu menggeliat dan semakin mengeratkan pelukannya kepada tubuh Yoga, yang dianggapnya guling. Dan juga semakin menenggelamkan wajahnya di pundak Yoga. Bahkan Yoga bisa merasakan sesuatu yang kenyal menekan daerah punggungnya. Yoga bahkan harus menelan salivanya berkali-kali, apalagi saat terdengar suara lenguhan Natasha yang terdengar seksi di telinganya. Yang secara tidak sengaja memancing hasratnya sebagai seorang lelaki, apalagi status dia sekarang adalah seorang suami. Yoga meruntuki nasibnya, kenapa setiap bersama wanita yang sudah dinikahinya seminggu yang lalu itu selalu membuatnya kerepotan, jika kata sial terlalu kasar. Dan kerepotannya kali ini benar-benar sangat sulit diatasinya.
Natasha mengerjapkan matanya, Rasa kantuk yang melanda seolah membuat matanya enggan terbuka sempurna. " Uugghhh ..." Natasha menggeliat, semakin erat memeluk sesuatu yang dianggapnya guling. Tapi tiba-tiba hidungnya menangkap aroma maskulin yang semakin menyengat indra penciumannya itu. Natasha membuka matanya, untuk memastikan dari mana aroma itu berasal. Dan matanya langsung terbelalak saat dia mendapati, ternyata bukan guling yang sedari tadi dipeluknya, tapi tubuh seseorang yang berbaring membelakanginya.
" Aaaaggghhh ...!!" Dengan cepat Natasha melepas pelukannya dan mendorong sekuat tenaga tubuh itu menggunakan kaki dan tangannya.
Buuggghhh...
" Aawwww ..." Yoga meringis saat tubuhnya harus terjun bebas ke lantai.
" Kenapa kamu tidur di sini? Kamu ngapain aku, hahh??" Natasha meraba tubuhnya, memastikan jika tidak terjadi sesuatu terhadapnya. " Kamu cari-cari kesempatan nempel-nempel aku, kan?!" Tuduhnya.
Yoga bangkit sambil mengelus pinggangnya, " Siapa yang cari kesempatan? Yang mesti marah ituĀ aku, yang ada tangan kamu itu yang sudah menodai kesucian tubuhku yang masih perjaka ini, pakai peluk-peluk segala." Yoga menepis semua tuduhan Natasha terhadapnya.
" Idih ... mana ada aku seperti itu! Aku nggak sembarangan ya, main peluk-peluk cowok!" bantah Natasha sambil mengedikkan bahunya berulang-ulang.
" Nyatanya seperti itu, kok. Kamu yang semalaman tidur nyenyak sambil meluk aku, masih saja menyangkal. Perlu bukti?" Yoga kembali meraih ponselnya. Dia membuka galery di ponselnya, dan membuka rekaman video lalu menunjukkannya kepada Natasha. " Lihat, ini!"
Mata Natasha membulat mendapati rekaman video memperlihatkan adegan dirinya memeluk posesif tubuh Yoga. Bahkan lebih memalukannya lagi saat terlihat wajahnya yang tersenyum bahagia dalam rekaman yang berdurasi lebih dari sembilan belas detik itu (š¤)
" Hapus video itu ...!" Perintah Natasha berusaha mengambil ponsel milik Yoga, tapi Yoga keburu menghindar.
__ADS_1
" Kemari kan, ponselmu! Hapus video itu! Lancang sekali kamu mengambil gambar aku tanpa ijin. Sini ponselmu, Yoga!" pekik Natasha berusaha merebut ponsel dari tangan Yoga.
" Memangnya merekam istri sendiri harus pakai ijin? Anggap saja ini dokumentasi pribadi kita, atau mungkin mau kamu jadikan story sosmed kamu nanti aku kirim ke ponsel kamu videonya. Jangan lupa kasih caption ' Tidur Bareng' hehehe ..." Goda Yoga.
" Idih ... males banget!" Natasha mencebik. " Cepat hapus videonya!" Natasha sampai harus melompat-lompat meraih tangan Yoga, karena tangan kanan Yoga itu terangkat menggenggam ponselnya agar Natasha kesulitan menggapainya.
" Yoga sini ponselnya!" Beberapa kali Natasha memukul dan mencubit lengan kiri bahkan pinggang Yoga hingga membuat Yoga beberapa kali meringis.
" Cium dulu ..." Yoga menunjuk bibirnya.
" Ogah ...!!" Dengan cepat Natasha menolak.
" Ingat kata Papa, harus nurut apa kata suami ..." Kalimat itu bagaikan senjata andalan Yoga untuk mengendalikan istrinya.
" Males banget ..." Natasha memutar bola matanya.
Plaakk...
Bukannya sebuah ciuman, melainkan sebuah tepukan yang mendarat di bibir Yoga, Meskipun tidak kencang tapi cukup membuat Yoga kaget. " KDRT banget sih, kamu ..." Yoga mengusap bibirnya.
" Makanya jangan kurang ajar ..." ujar Natasha tanpa dosa, " Buruan sini ponselnya!"
" Kalau aku nggak mau hapus videonya, kamu mau apa? Mau lapor polisi, karena suamimu ini sudah merekamĀ video tidur bareng kita yang berdurasi lebih dari sembilan belas detik?!" ledek Yoga terkekeh.
Tangan Natasha mengepal, ingin rasanya dia meremas mulut suaminya yang sering mencetak senyuman-senyuman nakal yang kadang membuat dirinya kesal.
" Pokoknya cepat kamu hapus video tadi!" Natasha bahkan saat ini naik ke atas tempat tidur agar mempermudah dia menggapai tangan Yoga yang kembali terangkat.
__ADS_1
" Yogaaa ...!!"
" Ada apa, Sayang?"
Natasha berdecak melihat kelakukan menyebalkan suaminya itu. " Kemari kan ponsel kamu!" Natasha yang berusaha meraih ponsel Yoga tidak menyadari jika saat itu sudah berdiri di tepi hingga membuatnya kehilangan keseimbangan.
" Aagghhh...**"
Buugghh...
Tubuh Natasha terjatuh dan menimpa tubuh Yoga yang memang tidak sedang posisi siap menangkap tubuh Natasha yang tiba-tiba berhambur ke arahnya, hingga akhirnya mereka jatuh bersamaan dengan posisi tubuh Natasha berada di atasnya. Kejadian ini mengingatkan mereka pada kejadian sebelumnya, saat mereka juga sedang berada di posisi seperti ini. Sesaat mereka seperti menikmati keadaan ini. Tak ada dari mereka yang beranjak merubah posisi, Mereka sama-sama bergeming merasakan kenyamanan yang tiba-tiba saja datang dengan sendirinya. Mata mereka saling lekat memandang, seakan terhipnotis pada pesona lawan mereka. Yoga bahkan kembali harus menelan salivanya saat mendapati bibir Natasha yang sedikit terbuka, seolah menantangnya untuk disentuh. Tapi, apakah boleh dia merasakan bibir itu sekarang? Apakah wanita itu akan bisa menerima sentuhannya? Apakah wanita ini sudah bisa mengatasi traumanya karena pernah mengalami pelecehan? Bagaimana jika ini akan kembali membuat istrinya ini kembali teringat traumanya jika dia menyentuhnya saat ini? Berbagai kemungkinan-kemungkinan itu berkecamuk di pikirannya.
Walaupun pernikahan yang mereka jalani tidak didasari oleh saling cinta, tapi saat ini mereka sudah terikat sebuah pernikahan yang suci, dan merupakan sesuatu yang halal jika dia menyentuh wanita itu. Tapi apa yang pernah dialami Natasha sebelumnya, tidak bisa ditepisnya begitu saja. Walau kadang ego nya sebagai lelaki yang berstatus suami membuatnya ingin segera memiliki seutuhnya tubuh wanita itu. Apalagi jika dia teringat akan seseorang yang telah dengan buasnya menikmati kemolekan tubuh istrinya malam itu, membuatnya meradang.
Dan saat ini, saat posisi mereka seperti ini, dengan berbagai godaan yang tiba-tiba saja menyeruak. Sanggupkah dia harus menahannya? Setidaknya merasakan daging tak bertulang nan kenyal berwarna peach yang terlihat ranum itu, dia sudah membayangkan akan terasa manis jika dia melu*matnya.
*
*
*
Author POV : Tahan, Kang. Tahan... banyakin istighfar kalau takut tergodaš¤£
Bersambung
Happy Readingš
__ADS_1