
Sementara itu di sebuah suite room salah satu hotel bintang lima di Jakarta, seorang wanita yang sudah membuat seorang Prayoga Atmajaya kelimpungan semalaman kerena mencarinya, sedang tertidur dengan posisi tengkurap . Matanya yang sembab karena kemarin banyak menangis membuatnya engan membuka matanya.
Sejak pergi dari kafe kemarin, Natasha mengemudikan mobilnya tanpa tujuan, rasa kesal dan kecewanya kerena kejadian di kafe itu, membuatnya enggan kembali ke butik dan juga pulang ke apartemennya. Dia rasanya tak ingin bertemu pria yang berlabel suaminya itu untuk saat ini. Setelah mengelilingi jalan, akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke sebuah hotel bintang lima, dan mereservasi salah satu kamar di sana.
Sejak sampai di hotel, Natasha mengirimkan chat kepada Sinta, dia mengabarkan tidak akan kembali ke butik, dan kemungkinan besok dia datang ke butik agak siang. Dia juga meminta agar Sinta tidak memberitahukan kepada siapapun yang mencarinya. Setelah itu dia mengaktifkan mode pesawat di ponselnya, agar siapapun tidak bisa menghubunginya, termasuk Yoga. Biarkan pria itu kebingungan mencarinya, atau mungkin pria itu tidak perduli kepadanya, karena mungkin saja pria itu sedang bermesraan dengan Adelia.
***
Sekitar jam sembilan Yoga sampai ke butik Natasha, sebelumnya dia memutari sebagian daerah yang biasa dilewati Natasha. Kedatangan Yoga beberapa kali di sana tentu saja membuat beberapa karyawan wanita di butik milik Natasha heboh. Selain karena fisik yang dimiliki pria itu sangat mempesona dan membuat lawan jenis tergila-gila, tentu saja mereka bergosip tentang hubungan pria itu dengan Boss mereka. Jika Yoga adalah pacar dari Bossnya, kenapa dia selalu menunggu di luar, bukannya di ruangan Natasha. Jika Pria itu hanya sekedar supir yang mengantar jemput Natasha, tapi interaksi mereka berdua tidak seperti atasan dan majikannya.
Yoga memilih menunggu kedatangan Natasha, tapi hingga hampir tengah hari, wanita yang dicemaskannya tak kunjung datang. Dia sampai harus bolos kuliah, karena jika memaksakan kuliah dia tidak akan bisa konsentrasi.
Drrrttt ddrrrrtt
Yoga segera mengeluarkan ponselnya ketika ponselnya berbunyi, ternyata Adelia yang mengirimkan pesan
* " Kak Yoga nggak kuliah hari ini?"*
Itu isi pesan WhatsApp yang dikirimkan Adelia.
" Nggak, Del. Sedang ada keperluan."
" Oh, gitu ... ya sudah kalau begitu, Kak."
" Memangnya kenapa, Del? Nggak mungkin kan, kamu cari aku hanya karena aku nggak ke kampus."
" Iya sih, Ka. Rencananya aku mau minta tolong, tapi karena Kak Yoga nggak ke kampus, nggak jadi mau minta tolong nya.**"
" Kamu mau minta tolong apa?"
" Tadinya mau minta antar ke Tebet ke rumah Tante Ima, tapi nggak jadi, deh.**"
" Kamu di mana sekarang?"
" Di Kampus."
" Ya sudah, kamu tunggu sebentar, aku meluncur ke sana."
__ADS_1
" Nggak usah, Kak. Nanti ganggu urusan Kak Yoga."
" Nggak apa-apa, kamu tunggu depan kampus saja ya."
" Ya sudah, makasih ya, Kak."
Yoga akhirnya pergi dari Alexa Butique untuk menjemput Adelia.
***
Setelah memastikan matanya mulai membaik dan memulas make up tipis, Natasha check out dari hotel sekitar pukul dua belas kurang. Tadinya dia ingin langsung pulang, tapi dia teringat jika dia mempunyai janji dengan salah seorang pelanggan tetap butiknya, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke butiknya itu.
Saat mobilnya berhenti di Traffic light dia melihat seorang pengendara motor melintas dari arah yang berlawanan, dia sangat mengenali siapa pengemudi motor itu, apalagi motornya sama dengan motor milik seseorang yang dikenalnya yaitu Yoga. Dia langsung melirik ke seseorang berjenis kelamin wanita yang duduk di belakang Yoga. Dadanya seakan terbakar saat melihat wajah wanita yang juga dikenalinya itu ternyata Adelia. Natasha melihat jelas saat Yoga terlihat berbicara dengan wanita penumpangnya, dengan menolehkan wajahnya ke belakang, sehingga membuat Adelia mendekatkan telinganya ke arah wajah Yoga. Meskipun Natasha tidak mendengar apa yang diucapkan, tapi dari gestur tubuh mereka terlihat sangat intim.
" Sialan ...! Ternyata mereka bersenang-senang di atas kesakitanku." Natasha mencengkram stir, kemarahannya semakin membuncah. Dia menengadahkan kepalanya. " Ya Tuhan, kenapa rasanya sakit sekali ..." lirih Natasha dengan air mata yang kembali lolos di pipinya
Author POV : Kang Ojol cari perkara aja nih😠
***
Dengan memakai kacamata hitamnya Natasha masuk ke dalam butiknya.
Natasha hanya melewati tak merespon ucapan satpam nya itu dan berlalu menuju ruangannya di lantai atas.
" Sin, jika ada yang ingin ketemu selain mereka yang sudah punya janji denganku, bilang saja aku sibuk tak bisa diganggu!" perintah Natasha saat melewati Sinta, sekretarisnya.
" Memangnya kenapa, Bu? Memang kemarin Ibu dari mana? Banyak yang cari Ibu dari kemarin siang."
" Kamu bisa nggak, sih? Kalau aku kasih perintah nggak usah pakai tanya ini itu?!" bentak Natasha dengan nada ketus.
" Ma-maaf, Bu." Sinta tertunduk, dia merasa jika Bossnya itu sedang tidak baik-baik saja. Karena selama dia bekerja di sana, hampir jarang Bossnya itu berbicara dengan nada tinggi dan ketus kepadanya. Sedangkan Natasha sudah berlalu tanpa perdulikan Sinta.
***
Yoga langsung mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, setelah mendapatkan pesan dari Pak Joko, yang mengatakan bahwa Natasha sudah kembali ke butik. Dia sendiri tadi di jalan menuju rumah Tantenya Adelia, sepintas melihat mobil Alphard putih dengan plat nomer mirip punya Natasha, dia kurang jelas melihat karena jarak pandang yang tidak terlalu dekat.
Yoga setengah berlari masuk ke dalam butik Natasha.
__ADS_1
" Ruangan Ibu Natasha di mana?" Tanya Yoga pada salah satu pegawai di sana.
" Di atas, Mas ..." jawab pegawai itu.
Yoga bergegas hendak ke atas tapi tangan pegawai itu mencengkram lengannya. " Mas, kalau mau ketemu Ibu, mesti bilang dulu sama Mbak Sinta takutnya Ibu sedang tidak bisa diganggu," cegah pegawai itu.
Yoga menepis tangan pegawai itu dan tetap berlari ke arah anak tangga, sementara si pegawai mengekor di belakangnya.
" Ruang Natasha mana?" tanya Yoga pada Sinta yang sedang fokus dengan lap topnya.
" Maaf, Mbak ... saya tadi sudah larang, tapi Mas ini maksa ke atas," ujar Si Pegawai.
" Maaf, Mas. Ibu tadi berpesan untuk tidak diganggu saat ini." Sinta berucap.
" Saya dari kemarin cemas cari dia, saya ingin tahu apa dia baik-baik saja." Yoga kemudian melangkahkan kaki menuju pintu yang dia duga ruang kerja Natasha.
" Mas-mas jangan ...!!" Sinta kemudian berlari menghalangi Yoga yang ingin masuk ruangan Natasha. " Mas, tolong jangan bikin saya kena masalah, Saya nggak tahu apa yang terjadi dengan Ibu, tapi yang saya lihat tadi saat Ibu datang, sepertinya Ibu sedang dalam kondisi badmood. Jadi sebaiknya Mas pergi saja, daripada memancing kemarahan Ibu."
Yoga mendengus kesal. " Mbak, saya itu dari kemarin lelah mencari dia. Saya ingin tahu ke mana dia semalaman tidak pulang dan apa yang terjadi dengannya!"
" Ibu nggak pulang semalam?" Sinta terkesiap.
" Iya, karena itu tolong kamu jangan halangi langkah saya."
" Tapi kalau ibu marah gimana? Dia sudah pesan nggak ingin diganggu. Tadi saja saya sudah kena omel." Sinta mencebik.
" Kamu tenang saja," Yoga menepuk-nepuk kepala Sinta, layaknya seorang ayah kepada anaknya. Hal itu tentu saja membuat Sinta terpaku.
*
*
*
Author POV : Mak emak dimari siapa yang kangen duet Yoga-Tata?🤭 Kira² apa yang terjadi dengan mereka setelah bertemu?? Pelukan atau cakar-cakaran ya??🤔🤣
Bersambung...
__ADS_1
Happy Reading😘