MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Hatiku Sakit


__ADS_3

Tubuh Natasha seolah membeku saat mendengar kata-kata yang diucapkan Andra, kalimat yang mengingatkan akan kejadian malam buruk itu.


" Saya kemari ingin menemui calon tunangan saya, lalu Anda sendiri ada perlu apa kemari? Ow ... saya ingat, bukankah dulu kamu pernah mengirim video Adel dan pria ini kepadaku, Nat? Dan saat itu kau mengelak jika kau tidak mengenal dia. Lalu bagaimana sekarang ini dia bisa ada bersamamu?" Natasha semakin cemas dengan ucapan-ucapan Andra. Sungguh hal yang paling tak diinginkannya saat ini adalah berurusan dengan pria itu lagi.


" Apa maksud Anda? Video apa yang Anda maksud?" tanya Yoga penuh selidik sementara matanya menatap dengan sorot mata menghujam ke arah Natasha.


" Sudahlah, tak perlu permasalahkan soal video itu lagi. " Andra mengibas tangannya ke udara. " Saya tahu Anda menyukai Adel, Saya rasa Anda bisa menjaga Adel dengan baik sekarang. Saya tidak akan menghalangi hubungan kalian," ujar Andra.


" Baji*ngan ...!!


Buuugggg...


Sebuah tinju mendarat tiba-tiba di wajah Andra, membuat tubuhnya terhuyung ke belakang. Sedang Natasha terperangah mendapati Yoga yang tiba-tiba memukul Andra.


" Dasar breng*sek ...!! Kau sudah mempermainkan Adel ...! Kau sudah menyakiti hati wanita sebaik Adel ...!" Yoga kembali menarik kerah Andra dan kembali mengarahkan pukulan ke wajah Andra, hingga darah segar mengalir dari hidung dan bibir pria tampan itu. Andra bukannya tidak berani melawan, dia bisa saja balas memukul Yoga, tapi dia menyadari apa yang dirasakan Yoga, karena wanita yang disakitinya adalah wanita yang sangat dicintai pria itu. Mungkin dia pun akan bertindak seperti itu jika berada di posisi Yoga.


Yoga kembali menghajar Andra tanpa ampun, kali ini bukan hanya wajah tapi juga perut Andra yang kena tinjunya.


" Yoga, hentikan ...!!" Pekik Natasha melihat kebrutalan Yoga, sementara beberapa orang pegawai pria dan yang ada di sana berusaha melerai. " Yoga hentikan ...! Kau bisa membunuhnya." Natasha mencoba menerobos menghalangi Yoga yang hendak menghajar Andra kembali.


" Kenapa?? Kenapa kau menghalangiku?! Apa kau masih mencintainya, hahh?!" Suara Yoga yang masih penuh amarah membuat Natasha hanya menggelengkan kepalanya. Sungguh dia benar-benar takut melihat Yoga saat ini, selama dia mengenal Yoga, seingatnya suaminya adalah pria yang sabar dan sangat tenang menghadapi apapun juga. Baru kali ini dia melihat pria itu bertindak kasar.


" Kau sudah menyakiti wanita yang aku sayangi, kau rasakan ini ...!!" Suara Yoga menggelegar karena emosi yang membuncah disusul tinju di perut Andra, membuat Andra terjatuh.


Buuuggg...!!


" Pergilah ...!! Sebelum nyawamu yang akan aku buat pergi ...!!" geramnya.


Natasha tertegun mendengar perkataan Yoga, seketika hatinya mencelos, matanya tiba-tiba berkaca-kaca. Jadi kemarahan Yoga saat ini karena pria itu merasa tidak terima Adelia tersakiti. Jadi Adelia-lah penyebab keganasan Yoga membuat Andra babak belur seperti ini. Ya, karena Adelia lah wanita yang disayangi oleh Yoga. Natasha merasakan gemuruh di dadanya, nafasnya pun mulai tercekat, sedang air mata sudah lolos berhamburan membasahi pipinya.

__ADS_1


" Aku kemari untuk menemui Natasha!" tegas Andra sembari mengusap darah yang sudah mengalir di bibirnya.


" Jangan pernah temui Natasha lagi ...!!" ancam Yoga kemudian masih dengan wajah merah padam karena emosi masih menguasainya.


" Apa hakmu melarang saya bertemu calon tunangan saya? Kau bisa menghajarku karena kekesalanmu karena aku memutuskan Adelia, Tapi kau tak punya hak melarang aku bertemu Natasha!" Andra tak gentar meskipun saat ini dia sedang terintimidasi oleh Yoga. " Kau pikir kau ini siapa bisa melarang aku?!"


" Aku berhak, karena aku ...."


" Dia supirku, karena dia supirku!" Natasha memotong cepat ucapan Yoga.


Yoga terperangah mendengar pengakuan Natasha, dia menoleh ke arah istrinya itu, menatapnya dengan sorot mata yang dipenuhi emosi yang terpancar dari manik mata milik Yoga saat ini. Dengan langkah lebar dia menarik tangan Natasha ke arah mobil Natasha, Natasha sampai meringis karena cengkraman tangan Yoga yang terlalu keras di tangannya.


Yoga membuka pintu dan menghempaskan tubuh Natasha sedikit agak kasar ke kursi depan, kemudian berputar menuju kursi kemudinya. Yoga menjalankan mobil meninggalkan Alexa Butique dengan emosi yang membuncah apalagi saat mendengar pengakuan Natasha yang tak berani mengatakan status dia yang sebenarnya kepada mantannya itu.


Yoga mengendarai mobil Natasha dengan kecepatan tinggi, beberapa rambu lalu lintas pun sampai dilanggarnya.


Natasha hanya memejamkan mata dan menahan nafas mendengar pertanyaaan bertubi-tubi dari Yoga dengan nada bicara tinggi penuh emosi.


" Jawab aku, Natasha !!" bentak Yoga dengan suara menggelegar.


Natasha tersentak mendengar bentakan Yoga, tangannya mencengkram kencang handle pintu mobil dan bagian sisi jok kursi. Kembali dia merasa Dejavu, dia mengingat kembali seseorang yang marah terhadapnya membawanya dengan mobil dengan kesetanan lalu kejadian itu ... seketika tubuh Natasha bergetar, kepalanya menggeleng kencang " Tidak !! Hentikan, Andra ...!! Aku takut, Hentikaaann ...!!" teriak Natasha histeris sambil mencengkram kuat rambut dengan kedua tangannya. Kemudian Isak tangis Natasha pun pecah saat itu juga.


Yoga yang terkesiap mendengar teriakan histeris Natasha apalagi saat istrinya itu menyebut nama Andra, langsung menepikan laju mobilnya. " Ta, maafkan aku ..." Yoga berusaha merengkuh tubuh Natasha.


" Jangan sentuh aku! Pergi!! Natasha menepis tangan Yoga masih dengan Isak tangisnya, tapi Yoga tak perdulikan penolakan Natasha, Dia tetap merengkuh dan menenggelamkan tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya. " Ssssttt ... ini aku, Ta. Suami kamu, kamu tenang bersamaku, maafkan aku, ya." Yoga berkali-kali menciumi puncak kepala Natasha, Ada rasa bersalah yang kini hadir di hatinya.


Setelah beberapa menit Natasha mulai merasa tenang, Natasha mencoba melepaskan pelukan Yoga dari tubuhnya. " Lepaskan aku, Ga ...," ucap Natasha dengan suara serak.


Yoga akhirnya mengurai pelukannya. " Maafkan aku, karena tadi membuatmu ketakutan." Yoga meraih tangan Natasha kemudian mengecup punggung tangan Natasha berulang-ulang.

__ADS_1


Natasha menarik tangannya dari genggaman Yoga. " Aku ingin kita pisah ..." ucapnya dengan nada tercekat.


" Apa??" Yoga terkesiap sambil menggeleng-geleng kan kepalanya tak percaya atas permintaan Natasha.


" Aku ingin kita berpisah ..." lirih Natasha lagi, tangannya sibuk menghapus air mata yang masih tak berhenti mengalir di pipinya.


Yoga tertawa sumbang. " Jadi benar, kamu ingin pisah dariku, karena kesempatanmu sekarang besar untuk mengejar suami impianmu itu, hahh?!" kata-kata sinis terucap dari mulut Yoga.


Natasha menggeleng. " Aku sudah tidak pernah menginginkannya lagi."


" Lalu kenapa kamu ingin kita pisah??"


" Karena aku tau kamu masih menginginkan Adelia. Aku tahu dari sikap dan perhatianmu terhadapnya, meskipun kamu menyangkalnya, tapi aku tahu kamu sangat mencintainya." Dengan susah payah Natasha mengucapkan kata-kata itu.


" Aku tahu pernikahan kita ini karena terpaksa, Aku tahu pernikahan kita tidak didasari oleh rasa cinta, tapi bagaimanapun juga status aku ini seorang istri." Natasha menjeda ucapannya, dia perlu mengambil nafas dan sedikit kekuatan untuk mengatakan kalimat-kalimat selanjutnya. " Mungkin aku yang salah karena aku terlalu terbawa perasaan, apalagi setiap kali kamu menyentuhku, aku pikir kamu sudah bisa menerima pernikahan ini dan menerima aku di hati kamu, ternyata itu salah. Aku bisa melihat sendiri bagaimana emosinya kamu karena Andra menyakiti Adel, Kemarahan kamu terhadap Andra bukan karena Andra datang dan mengatakan aku adalah calon tunangannya. Tapi amarahmu yang kau lampiaskan kepada Andra adalah rasa marahmu melihat wanita yang kau cintai itu disakiti oleh Andra. Karena kamu nggak terima Adel dipermainkan oleh Andra. Aku dengar dengan jelas saat kamu dengan lantangnya mengatakan jika Andra sudah menyakiti wanita yang kamu sayangi. Kamu tahu nggak, sih! Aku sakit banget dengarnya, Ga. Hati aku sakit ..." Tangis Natasha kembali pecah dia sampai menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Sedangkan Yoga hanya tertegun, terpaku mendengar kalimat demi kalimat yang diucapkan istrinya itu.


*


"


*


Author POV : 😭😭😭 Nyesek banget sih jadi Natasha...


Bersambung...


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2