
Natasha menatap mamanya sesaat, saat Mama Nabilla menanyakan tentang orang tua Yoga.
" Bagaimana mertuamu, Ta? Apakah mereka merestui pernikahan kalian yang mendadak ini?" Mama Nabilla mengulang pertanyaan.
" Alhamdulillah, mereka baik kok, Ma. Bahkan Papihnya Yoga menyuruh supaya kami secepatnya mengesahkan pernikahan kami secara hukum negara," sahut Natasha berusaha menutupi sikap sang ibu mertua.
" Syukurlah kalau mereka bisa menerima, Mama jadi lega. Karena jujur saja, Mama juga khawatir kalau kamu mendapat perlakuan buruk," ujar Mama Nabilla.
" Mama nggak usah khawatir, aku diterima baik kok sama mereka." Natasha sedikit berbohong untuk meyakinkan Mama Nabilla agar tidak mengkhawatirkannya, walaupun pada kenyataannya dia tak sepenuhnya diterima keluarga Yoga. " Oh ya, Ma. Ternyata Yoga itu anaknya pengusaha, lho. Punya perkebunan di teh di sana. Jadi Ojol selama ini cuma menyamarkan status ekonomi dia yang sebenarnya," sambung Natasha .
" Mama sudah duga sih, sebenarnya ...."
" Mama tahu dari mana?"
" Feeling saja ..." Mama Nabilla terkekeh menjawab. " Lantas hubungan kamu dengan Yoga bagaimana? Apa sudah siap meluncurkan produk baru?" Natasha kembali mendongakkan kepalanya mendengar pertanyaan Mama Nabilla.
" Produk baru? Produk apa maksud Mama?"
" Produk Yoga dan Tata junior, dong." Tawa kecil Mama kembali terdengar. " Kalian rajin mengolahnya, kan?"
" Iihh ... apaan sih, Ma ...."
" Kamu harus padai melayani suami ya, Ta. Suami kamu itu sudah ganteng hatinya juga baik, apalagi ternyata dia orang berada, pasti akan ada wanita yang nekat untuk menggoyahkan pernikahan kalian. Mama berharap Yoga bisa seperti Papamu, yang selalu setia sama Mama sampai akhir hayatnya. Jadi kamu mesti menjadi istri yang baik yang nurut sama suami, termasuk jangan menolak jika suamimu menginginkan berhubungan badan, kamu mengerti kan, Ta?"
Hening, tak ada jawaban dari mulut Natasha, membuat Mama Nabilla menoleh ke bawah, ke arah wajah Natasha yang tidur di pahanya. Mama Nabilla menggelengkan kepala melihat mata Natasha yang sudah terpejam, tangannya menyampirkan rambut lebat Natasha yang menutupi sebagian wajah anaknya. Mata Mama Nabilla membulat saat dia melihat beberapa tanda merah di leher Natasha. Senyum langsung mengembang di bibirnya, karena dia tahu bagaimana tanda itu bisa tercetak.
***
Natasha melirik sekilas ke arah Yoga yang memandangnya dengan sorot mata tajam. Sepertinya suaminya itu merasa kesal karena dia lupa menuruti kemauan suaminya untuk kembali ke kamar sebelum Shubuh.
" Kok sarapannya nggak dimakan, Ga? Nggak enak ya nasi goreng buatan Mama?" tanya Mama Nabilla yang melihat Yoga tak menyentuh sarapan yang disediakannya.
" Dia marah sama Tata, Ma ..." jawab Natasha menyantap roti panggang, dia terbiasa sarapan menggunakan roti ketimbang nasi.
" Marah? Pasti karena semalam kamu tidur sama Mama, kan?" tebak Mama Nabilla.
" Nggak, sih. Kan sebelum pindah ke kamar Mama aku udah kasih jatah dia dulu satu ronde ...."
Mata Mama Nabilla terbelalak mendengar ucapan putrinya, begitu juga dengan Yoga yang tidak menyangka jika istrinya akan berbicara terbuka seperti itu, Ekor matanya langsung terarah ke ibu mertuanya yang juga sedang melirik ke arahnya dengan senyum kaku di bibirnya.
__ADS_1
" Yoga itu marah karena Tata nggak balik ke kamar, dia kan suruh Tata balik sebelum Shubuh, pasti mau disuruh lanjutin ronde kedua, ketiga, ke ...."
" Tata ...!" pekik Mama Nabilla mencoba menghentikan ocehan anaknya. " Lagian kamu pakai tidur sama Mama segala, coba semalam kamu bilang pasti Mama bangunin kamu supaya kembali ke kamar kamu."
" Iisshh ... Mama, pengen lihat aku gempor apa?! Menantu Mama ini kalau aku nggak bilang ampun nggak akan mau berhenti, Ma." Dengan cuek nya Natasha menyahuti.
" Astaghfirullahal adzim, kamu kok bahasanya begitu, ih ...."
Natasha menunjuk ke arah Yoga. " Kan dia yang ngajarin, Ma!"
" Aku??" Yoga menunjuk dirinya sendiri.
" Iya, kamu kan kalau ngomong mesum ceplas-ceplos saja nggak lihat tempat, jadi deh aku ketularan ..." Santai Natasha menjawab sambil mengunyah kembali rotinya.
" Ah, sudahlah ... lieur Mama." Mama Nabilla mengibas tangan ke udara dan langsung pergi meninggalkan anak dan menantunya.
" Awas kamu, ya!" Ancam Yoga dengan nada kesal.
" Apa??" Natasha meninggikan dagunya menantang.
" Aku akan kasih hukuman kamu berlipat-lipat!"
" Kamu mulai pintar sekarang, hemm ..." ucap Yoga saat bibir mereka berhenti berpagutan.
" Kan aku tadi bilang, suami mesumku ini yang ngajarin." Natasha menekan dada Yoga dengan telunjuknya berulang-ulang.
" Jangan melakukan gerakan menjilat seperti tadi di depan pria lain."
" Pria lain siapa maksud kamu? Kak Gavin? Andra?"
" Jangan merusak suasana dengan menyebut dua mahluk itu di depan kita.
" Dua mahluk itu, salah satunya sepupuku, artinya dia itu iparmu." Natasha mendongakkan kepala menatap wajah pria yang secara tak disadari membuatnya jatuh hati.
" Kenapa menatapnya seperti itu, hemm?" Yoga membelai lembut wajah cantik Natasha.
" Kamu ganteng ya ternyata ...."
Kedua alis Yoga hampir bertautan dengan kening berkerut. " Baru sadar suaminya ganteng? Kemarin-kemarin kemana saja, Neng? Apa matamu masih ketutup sama Andra, mantan calon tunanganmu itu?" ledek Yoga membuat Natasha mencebik kesal dengan memalingkan wajah.
__ADS_1
" Ck, kenapa sih, pakai nyebut dia segala?" gerutu Natasha.
Yoga terkekeh mendengar Natasha menggerutu. " Bukannya kamu dulu yang sebut nama itu tadi?" Tangan Yoga menangkup wajah Natasha kemudian mengarahkan kembali ke arahnya. " Tetaplah menatapku dan jangan berpaling atau menoleh pada pria lain, siapa pun itu."
Natasha mengerjapkan matanya sesaat. " Kamu juga, jangan memandang ke wanita lain, cukup memandang aku yang cantik ini saja," balas Natasha dengan manja.
Yoga kembali terkekeh. " Sejak kapan kamu jadi narsis begini, hemm?" Yoga menge*cup singkat bibir Natasha
" Sejak ketemu suami yang tukang narsis kaya kamu." Natasha balik mencium bibir Yoga. Yoga yang melihat sikap agresif istrinya tak ingin melepaskannya begitu saja. Dengan cepat dia menyentuh dan menekan tengkuk Natasha untuk memperdalam ciuman mereka, mengganti menu sarapan mereka dengan beradu bibir.
" Aaakkhhh ...!" Natasha memekik saat tangan Yoga mengangkat dan menggendong tubuhnya dengan kedua lengan kokoh pria itu. " Yoga kamu mau apa?"
" Mau memberimu hukuman karena lalai melakukan apa yang aku minta."
" Yoga ini sudah siang, aku nggak mau. Nanti kamu bisa terlambat ke kampus!" Natasha berusaha melepaskan diri dan memukul dada Yoga.
" Sebentar saja, kita lanjut ronde kedua yang tertunda."
" Tapi aku sudah mandi, Yoga!"
" Aku bisa membantumu membersihkan diri nanti. Sekarang aku akan kasih kamu menu penutup sarapan kita pagi ini." Seringai muncul di sudut bibir Yoga.
" Yoga gila!!"
Yoga tak perdulikan teriakan Natasha, dia menatap wajah istrinya yang memberengut sambil melangkahkan kaki menuju kamar Natasha. Dia sampai tak menyadari telah berjalan melewati ibu mertuanya yang nampak tertegun mendapati tingkah kedua insan yang merasa dunia hanya milik mereka berdua.
***
*
*
*
Bersambung...
Sebenarnya ga tega kasih konflik buat couple ini, tapi kalo gada konflik rasanya hambar ya, jadi nanti dikasih konfliknya yang ringan-ringan aja ya😁
Happy Reading😘
__ADS_1