
" Ga, kita mau ke mana?" tanya Natasha heran saat jalan yang dilewatinya bukan ke arah apartemen sore ini, saat Yoga menjemputnya pulang.
" Pulanglah, memang kamu mau mampir ke mana dulu?" Yoga menyahuti masih serius dengan kemudinya.
" Tapi ini kan bukan arah ke apartemenku, Ga."
" Iya, kita pulang ke rumahku."
Natasha mengernyitkan keningnya. " Tapi ini juga bukan jalan ke tempat kontrakan kamu, kan?"
" Aku nggak bilang kita akan ke kontrakan."
Natasha semakin dibuat bingung dengan perkataan Yoga.
" Lalu kita mau ke mana?" Natasha menoleh ke arah Yoga yang sedang mengulum senyum tanpa menoleh ke arahnya. " Yogaaa ... kita mau ke mana?"
" Kan tadi sudah aku bilang pulang ke rumahku."
Natasha memicingkan matanya. " Tunggu, tunggu ... apa ini maksudnya kamu sebenarnya punya rumah di Jakarta ini, Ga?"
Yoga menoleh dan memberikan senyuman ke istrinya.
" Benar, kan?? Iihhh ... apalagi coba yang kamu sembunyikan dari aku?!" Tangan Natasha langsung dilipat di dada dengan. memberengut.
Yoga mengacak rambut Natasha saat berhenti di traffic light.
" Bukan seutuhnya punya aku, kok. Itu hadiah dari Papih waktu aku wisuda kemarin, jadi bukan hasil jerih payahku sendiri."
Tak berapa lama mobil yang dikendarai Yoga memasuki kawasan perumahan elit modern. Natasha memperhatikan bangunan-bangunan lantai dua yang rata-rata mempunyai bentuk bangunan sama dan tanpa pagar, sebelum akhirnya mobil milik Natasha itu berhenti di sebuah bangunan rumah bercat warna coklat muda.
" Ini rumah kamu?" tanya Natasha sambil melangkah mengikuti Yoga.
" Rumah hadiah dari Papih." Yoga terkekeh sambil menekan tombol bel.
" Ada yang tinggal di sini?" Natasha pikir Yoga akan mengambil kunci dan membuka sendiri pintu rumahnya.
" Ada Bu Ratna sama Pak Hasan yang jaga dan urus rumah ini. Nggak mungkin kan rumah ini diabaikan begitu saja, terlantar nggak keurus."
" Den Yoga?" Seorang wanita membuka pintu rumah Yoga
" Assalamu'alaikum Bu Ratna ..." sapa Yoga ramah.
" Waalaikumsalam, Den." Bu Ratna menyahuti sambil menatap penuh tanya ke arah Natasha. " Ini pacar Den Yoga?" tanya Bu Ratna kemudian.
" Ini Natasha, Bu. Panggil saja Tata. Dia bukan pacar saya, tapi istri ...."
Bu Ratna tercengang. " Istri? Kok Bu Ratna nggak dikasih tahu, Den. Kan saya bisa nyumbang tenaga bantu cuci-cuci piring gitu, Den."
Yoga terkekeh. " Tenang saja, Bu. Kita belum resepsi kok, baru halal dan belah duren doang ...."
" Yogaaa ...!" cebik Natasha sambil mencubit pinggang Yoga.
" Pak Hasan mana Bu? Tolong ambilkan koper di mobil," Yoga menyodorkan kunci mobil ke Bu Ratna.
__ADS_1
" Ada, sedang di halaman belakang, Den."
" Ya sudah, tolong suruh ambil koper terus bawa ke kamar saya ya, Bu." Yoga kemudian mengandeng tangan Natasha melangkah menaiki anak tangga. " Oh ya, Bu. Nanti tolong ke mini market di depan minta antar saja sama Pak Hasan, ada yang mesti dibeli."
" Baik, Den ...."
" Kamu sudah siapin koper segala, Ga? Itu baju-baju aku isinya?" tanya Natasha.
" Iya."
" Kamu yang siapin baju-baju aku, gitu?"
" Bukan aku tapi Mama kamu."
" Mama??" Kening Natasha berkerut.
" He-em, pagi-pagi tadi waktu kamu masih tidur aku minta bantuan Mama buat ambil beberapa baju kamu buat dibawa ke sini." Yoga membuka pintu kamarnya.
" Jadi Mama sudah tahu kita akan kemari?"
Yoga mengganggukan kepala. " Ini dia ... tempat selanjutnya yang akan kita jadikan arena pertarungan." Tawa kecil Yoga terdengar dengan senyum nakal terlihat jelas di sudut bibirnya.
" Apaan, sih ..." Natasha memanyunkan bibirnya memasuki ruang kamar tidur Yoga. Dia mendapati desain kamar Yoga tak berbeda jauh dengan kamar Yoga di rumah orang tuanya di Bogor, walaupun tak seluas kamar di Bogor.
" Aku ke bawah dulu ya, mau suruh Bu Ratna beli beberapa makanan dan minuman ke mini market. Kamu mau pesan apa buat makan malam kita?"
" Aku titip beliin pasta deh, aku mau bikin spaghetti."
" Oke." Yoga kemudian keluar kembali meninggalkan Natasha.
Natasha kemudian mengambil ponselnya, dan mengarahkan kamera ponselnya ke foto Yoga yang berpose sendirian. Dia kemudian memosting foto itu ke story WhatsApp nya dengan caption 'My Guardian Angel'.
Natasha tersenyum lalu kembali menaruh ponselnya dan melangkah ke arah balkon, menghirup udara sore di sana yang terasa sejuk karena masih terlihat masih banyak pepohonan hijau di setiap rumah, berbeda dengan di apartemennya.
" Kamu suka tempat ini?" Tangan kokoh tiba-tiba melingkar di pinggang Natasha.
" Yo-Yoga?" Natasha terkesiap saat suaminya itu tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.
" Kita pindah ke sini saja, ya?" Bibir Yoga sudah mulai mengabsen leher jenjang Natasha.
" Yo-Yoga, hentikan!! Kita sedang di luar, nanti dilihat orang!" pekik Natasha kesal.
" Kita ini pasangan halal."
" Tetap saja malu kalau dilihat orang!"
" Anggap saja mereka dapat tontonan gratis, live show ..." Yoga menciumi pipi Natasha.
" Yoga!! Kamu ini kalau mesum nggak lihat-lihat tempat!!" Tangan Natasha menyikut pinggang Yoga kemudian dia berlari masuk ke dalam kamar setelah berhasil melepaskan diri dari rengkuhan tangan Yoga.
" Kamu kenapa nggak tinggal di sini selama ini? Kenapa milih tinggal di kontrakan sempit?" tanya Natasha kemudian saat mereka sudah kembali ke dalam kamar.
" Kalau untuk bujangan cocoknya itu tinggal di kontrakan, kalau di sini lebih cocok untuk orang yang sudah berkeluarga kaya kita sekarang ini. Ada yang ngurus, ada yang nemenin tidur, ada yang nemenin mandi ...."
__ADS_1
" Astaghfirullahal adzim, Yoga!! Kamu ini kalau bicara nggak jauh-jauh dari hal mesum! Nyebelin banget ..." Natasha menggerutu.
" Tapi kamu suka, kan? Buktinya sudah mulai menyerap ajaran mesumku ini." Natasha memutar bola matanya menanggapi kata-kata suaminya.
" Sudah deh, ah. Ngomong gitu terus, males ..." Natasha meraih ponselnya yang ternyata sudah banyak pesan bahkan ada panggilan yang masuk ke WhatsApp nya.
" Oh my God, siapa dia, Nat?"
" Cakep๐, Nat. Boleh dong kenalin ke gue, Nat."
" Eheemmm, cowok baru, Sha? Bukan Andra kan itu?"
" Gila ... gila ... gila ๐๐๐...
" Natasha ... kenalin ke gue tuh cowok, pengen gue kelonin๐๐ ...
" ๐๐Bungkus, aku bawa pulang deh guardian angel mu, Neng."
" Mauuuuuu ...๐๐
" Ya Tuhan, melihatnya membuat dinding rahimku bergetar-getar ...."
" Anak kulihan, Nemu di mana, Sha?"
Dan masih banyak lagi pesan-pesan yang belum Natasha buka.
Lihat apaan, sih? Sampai senyum-senyum gitu? Chating sama cowok, ya?!" tanya Yoga yang merasa curiga mendapati Natasha yang membaca pesan chatnya sambil tersenyum.
" Mau tahu aja!" Yoga langsung menyambar ponsel di tangan Natasha mendengar jawaban Natasha.
Senyum lebar langsung terbit di bibirnya saat mendapati beberapa komentar dari teman-teman Natasha tentang fotonya yang dishare Natasha di story' WA istrinya.
" Berani curi-curi foto tanpa ijin aku, kamu, ya!" Yoga langsung menarik pinggang Natasha dengan lengan kekarnya.
" Memangnya kenapa? Mau kasih aku hukuman lagi?" tantang Natasha mendongakkan kepalanya.
" Pintar kamu sekarang, hemm ..." Yoga langsung melu*mat bibir Natasha,
Teettt
Tiba-tiba terdengar suara bunyi bel yang membuat pagutan bibir mereka terhenti.
" Sepertinya ada tamu ..." ucap Natasha melepaskan diri dari pelukan Yoga.
" Tolong kamu bukakan dulu, ya. Bu Ratna sedang ke mini market, aku mau mandi dulu sebentar." Yoga langsung melangkah ke dalam kamar mandi. Sementara Natasha berjalan turun ke bawah menuju pintu depan rumah untuk membukakan pintu.
" Kak Yoga, I miss you ..." teriak seseorang wanita sambil merentangkan tangan saat pintu dibuka.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...
Happy Reading๐