MENGEJAR SUAMI IMPIAN

MENGEJAR SUAMI IMPIAN
Alexa


__ADS_3

Gavin merasakan ada yang aneh dengan hubungan Natasha dan Yoga, seingatnya beberapa minggu lalu memang Natasha pernah mengatakan jika dia sudah bertunangan, tapi entah siapa pria tunangannya itu. Lantas beberapa hari lalu Andra pun datang mengaku sebagai tunangan Natasha, Dan sekarang ada laki-laki lain mengaku sebagai suami Natasha, agak sulit diterima nalarnya. It's Ridiculous, pikirnya.


" Apa kau yakin, Alexa? Bukankah ini suatu hal yang mendadak?!" ucap Gavin berusaha menyangkal kenyataan.


" Maaf, Tuan. Kenapa sepertinya Anda susah sekali menerima kenyataan bahwa saya adalah suami Natasha?! Jangan bilang kalau Anda tertarik dengan istri saya, Tuan!" Suara tegas pria di samping Natasha itu membuat Gavin membeku. Kenyataannya memang dia tertarik pada Natasha, dan dia memang tidak bisa menerima kenyataan jika wanita yang disukainya itu sudah menikah.


" Bukan seperti itu, Tuan ...?"


" Yoga, Prayoga Atmajaya." ucap Yoga tanpa mengulurkan tangannya.


" Maaf Tuan Yoga, saya hanya tidak ingin terjadi sesuatu dengan Alexa. Karena setahu saya Alexa belum menikah, dan kemarin pun ada orang yang mengaku sebagai tunangan Alexa, jadi saya hanya khawatir jika ada orang yang ingin mempermainkan Alexa."


Yoga menyeringai. " Terima kasih atas perhatian Anda terhadap istri saya, Tuan. Urusan Natasha itu tanggung jawab saya, saya yang berhak memperhatikan dia. Bukankah kewajiban seorang suami adalah memperhatikan istrinya sendiri, bukan memperhatikan istri orang lain, benar begitu, Tuan?!" Kata-kata Yoga begitu terasa menohok hati Gavin.


" Apa masih ada lagi yang ingin dibicarakan dengan istri saya, Tuan Gavin?! Jika tidak, ada yang mesti saya dan istri saya selesaikan di rumah, benar begitu, sayang?!" Yoga mengedipkan sebelah mata ke arah Natasha, yang dibalas anggukan kecil Natasha. Sebenarnya Natasha sendiri agak merasa tak enak hati dengan sikap Yoga yang terlalu terbuka secara terang-terangan, tapi mungkin itu lebih baik agar Gavin tidak selalu terus menerus mengejarnya.


" Oh, maaf jika kehadiran saya di sini tidak tepat waktu, jika begitu saya permisi, Tuan ... Alexa," pamit Gavin dengan sangat kecewa.


" Syukurlah kau cepat menyadari," gumam Yoga yang terdengar di telinga Natasha membuat Natasha menyikut pinggangnya. " Sakit, yang ..." keluh Yoga dengan nada manja dengan memegang pinggangnya yang sebenarnya tak terasa apa-apa, dan tingkah Yoga itu sangat menyebalkan menurut Natasha.


Sementara Gavin hanya bisa menelan salivanya melihat interaksi pasangan yang mengaku suami istri kepadanya. " Saya pamit, Alexa," ucapnya dengan berat.


" Oh, iya Tuan Gavin. Silahkan ..." Natasha pun bangkit kemudian mengantar Gavin yang ke luar dengan langkah gontai seperti prajurit yang kalah berperang.


" Apa kamu sering berjumpa dengannya?" selidik Yoga saat Gavin sudah meninggalkan mereka berdua.


" Iya, kan aku bilang Nyonya Agatha, istrinya itu menanamkan modal untuk buka cabang di Bogor."


" Istrinya yang menanamkan modal, kenapa dia yang sering menemuimu?" tanya Yoga kesal.


" Mana aku tahu, masa aku mesti tolak?! Nyonya Agatha yang menyerahkan semua urusan kerjasama ini ke Tuan Gavin, masa aku harus melarang?!" Natasha mencebik.


" Kau senang ya, bisa selalu didekati pria-pria tampan model Si Gabin."


" Gavin!" Natasha meralat kesalahan Yoga mengucap nama Gavin.


" Whatever-lah, Nggak penting nama dia buat aku, " sahut Yoga," Sudahlah, kita pulang sekarang."

__ADS_1


" Kita ke kontrakan kamu dulu?"


" Untuk apa??"


" Mengambil baju-bajumu, kan?"


" Di apartemenmu juga banyak."


Natasha mengerutkan keningnya. " Bukannya kemarin kamu kabur dari apartemenku?"


" Siapa yang kabur??"


" Kamu ..."


" Siapa bilang aku kabur?"


" Bi Surti, dia bilang kamu pergi malam-malam dari apartemen bawa baju sama koper kamu,"


" Kamu mau saja dibohongi Bi Surti," Yoga tergelak.


" Kalian bersekongkol ngerjain aku?!" Natasha memberengut kesal karena merasa sudah dikerjai.


Natasha langsung mendelik melihat tingkah Yoga.


" Kalau takut kehilangan, kenapa nggak bilang saja, sih?!" Yoga mengkerlingkan matanya.


" Kamu menyebalkan." Natasha langsung memukul lengan Yoga, sementara Yoga tak juga berhenti tergelak penuh kemenangan.


***


Seorang pria duduk di standing chair sebuah club malam, ditemani segelas Whisky di tangannya.


Flashback on


" Apa ini, Gavin?" tanya Nyonya Agatha, yang baru saja tiba dari Jerman lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.


" Bacalah, itu surat pengajuan gugatan cerai," ucap Gavin datar.

__ADS_1


" Apa maksudmu dengan semua ini?" Nyonya Agatha menautkan kedua alisnya. " Apa yang terlewatkan olehku selama kepergianku ke Jerman?" tanyanya penuh selidik.


" Tidak ada, aku hanya ingin menagih janjimu, untuk mengakhiri pernikahan kita jika aku sudah menemukan seorang wanita yang membuat aku jatuh hati," ucap Gavin seraya duduk dan menyilangkan kakinya di sofa di ruang kerja milik Nyonya Agatha.


" Natasha??" Nyonya Agatha menyebut nama wanita yang Gavin maksud. " Bagaimana jika aku menolak bercerai?" Nyonya Natasha meletakan kembali berkas gugatan cerai itu ke atas meja.


" Kau ingin ingkar janji?" Gavin memicingkan matanya.


" Gavin, kau bisa ambil apa saja milikku yang kau mau, asal kita tidak bercerai." Nyonya Natasha memberikan sebuah penawaran.


Gavin menyeringai. " Kau sudah tahu pasti, Agatha. Sejak pertama kali menikah, aku tidak pernah berminat menyentuh harta milikmu. Jadi untuk apa kau tawarkan itu kepadaku?!"


Nyonya Agatha menghempas nafas, " Aku tidak ingin kita berpisah, Gavin," lirihnya.


" Aku sudah memberikan waktu satu tahun sejak Mommy meninggal, seharusnya kau sudah mempersiapkan jika hal ini akan terjadi cepat atau lambat, Agatha," tandas Gavin.


" Aku ijinkan kau mengejar dan menikah dengan wanita itu, tapi tolong batalkan gugatan mu." Nyonya Agatha memohon.


Gavin mendengus kesal. " Kita tidak sedang berbisnis Agatha, jadi tidak ada tawar menawar. Aku rasa tiga tahun sudah cukup untuk aku menemanimu, bersandiwara seolah-olah kita ini dua insan yang saling mencintai di depan khalayak dan mitra bisnismu. Aku bahkan harus menutup telinga dari cemoohan orang yang mengatakan aku hanya mengejar harta dengan menikahimu, padahal kamu tahu sendiri, alasan aku melakukan hal ini adalah karena Mommy. Sekarang aku ingin mengambil jalanku sendiri, aku ingin meraih kebahagian dengan wanita yang aku cintai," tegas Gavin kemudian berlalu dari hadapan Nyonya Agatha.


Nyonya Agatha memandang kepergian Gavin dengan hati yang terluka. " Aku tidak akan melepaskan apa yang menjadi milikku, Gavin!" batinnya


Flashback off


Gavin menyesap whisky dari sloki di tangannya, hari ini serasa langit runtuh menimpanya. Kenyataan yang dia dapat siang ini tentang Natasha yang telah menikah terasa mengoyak hatinya. Dia sendiri tidak mengerti kenapa hatinya mudah jatuh hati pada wanita pemilik Alexa Butique itu. Bukan satu dua wanita cantik yang dijumpai, tapi entah mengapa, Natasha begitu beda di matanya. Seperti ada magnet yang menginginkannya untuk dekat dengan gadis itu, seperti ada sesuatu dorongan yang membuatnya ingin melindungi gadis itu.


Gavin menghela nafas yang terasa tercekat di tenggorokannya. " Alexa ... kenapa semua Alexa harus menjauh dariku ...."


*


"


"


Author POV : Alhamdulillah bisa up 1 bab lagi, Makasih yang selalu dukung dan selalu doain๐Ÿ™


Bersambung...

__ADS_1


Happy Reading,๐Ÿ˜˜


__ADS_2