MY BERONDONG

MY BERONDONG
S2-Kamu Cantik...


__ADS_3

Hari haru pun tiba. Pernikahan Redro dan Siska akan digelar meskipun hanya bermodalkan KUA. Tak banyak tamu undangan yang menghadiri. Hanya ada Reyhan, Erick, Lyra dan Marta. Tak lupa juga seorang penghulu.


"Sudah selesai! Ya ampun aku baru sadar tanganku lihai juga merias wajah orang lain. Jadi pengin buka salon," gumam Lyra bangga setelah mendandani wajah Siska.


"Aku deg-degan banget ini," jawab Siska sambil memegangi tangan Lyra.


"Hmmm, nanti malam lebih deg-degan. Hahaha, entah kenapa melihat ekspresimu aku jadi berpikiran kotor. Astaga, aku akan gila kalau kamu terus mengeluh," jawab Lyra sambil terkekeh.


"Eits walaupun kamu duluan yang menikah kalau masalah service jangan meragukan aku Nona Lyra," sahut Siska sambil menekankan suaranya di akhir kalimat.


"Iya deh! Kamu juara dalam segala hal. Oh ya aku telepon Reyhan dulu ya. Mau nanya penghulunya sudah datang atau belum," ujar Lyra sambil mengambil ponselnya dari dalam saku.


"Halo sayang. Sudah datang ya! Iya ini aku bawa ke depan. Ditunggu ya, iya aku tahu. Rey, berhentilah bicara hal itu. Kamu kenapa mesum sekali sih." Lyra memutuskan panggilan tersebut. Wajahnya memerah, entah apa lagi yang dikatakan si berondong Reyhan padanya.


"Sis, sudah waktunya kita keluar. Reyhan bilang semua sudah berkumpul. Ayo!" seru Lyra sambil membantu Siska untuk bangkit dari duduknya.


Siska teringat tentang dirinya yang menggiring Lyra di hari pernikahan sahabatnya itu. Dan kini gilirannya yang digiring oleh Lyra hanya saja dengan acara pernikahan yang sederhana. Untuk situasi ini, tak ada lagi yang ia harapkan kecuali untuk menjadi pendamping Redro, pria yang paling ia cintai


Begitu Lyra dan Siska keluar Redro tak henti-hentinya memandangi Siska yang tampak cantik dengan balutan kebaya putih. Berbeda dengan Reyhan yang terus memandangi Lyra sambil mengacungkan 3 jarinya. Membuat istrinya itu seketika memelotot, kemudian Reyhan pun tersenyum licik.


"Baiklah karena mempelai wanita sudah berada di sini, ijab kabulnya bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu.


"Iya Pak," jawab mereka serempak.


"Tapi dimana wali dari pihak perempuan?" tanya pak penghulu.


"Saya, walinya Pak." Marta pun maju, membuat Siska dan tersenyum haru.


"Baiklah, kalau begitu. Ijab kabulnya bisa dimulai sekarang," ujar pak penghulu sambil mengulurkan tangannya yang langsung dibalas Redro.


Proses ijab kabul pun berlangsung. Tangis haru disertai pelukan hangat terjadi begitu kata 'SAH' diucapkan. Kini Siska dan Redro sudah menjadi pasangan halal.


***


Lyra tersenyum memperhatikan potret dirinya dengan Siska yang memakai kebaya putih serta riasan tipis. Reyhan pun datang sambil membawa segelas teh hijau untuk Lyra.

__ADS_1


"Segitu pentingnya melihat poto itu. Hingga kamu mengabaikan aku," ujar Reyhan sambil menyeruput susu hangatnya.


"Hahaha! Mungkin aku terlalu kolot kali ya. Di zaman ini aku bahkan cuma memiliki beberapa poto. Bagaimana lagi, aku enggak terlalu suka. Akan tetapi, kenapa poto-poto ini sangat menarik. Oh ya, Rey aku rasa kita perlu mengambil poto untuk kenangan, agar ketika kita memiliki anak nanti mereka bisa melihat betapa tampan dan berkarismanya ayah mereka." Menyenderkan kepalanya ke dada Reyhan.


Reyhan mengelus sambil menciumi ujung kepala istrinya itu. Sebingkai senyuman berkembang di wajahnya.


"Setiap kali kamu mengatakan aku tampan aku merasa ada kejanggalan. Apa kamu tahu apa itu?" tanya Reyhan di sela-sela aksinya.


"Hmmm. Apa ya, jangan main tebak-tebakan dong. Aku enggak handal dalam hal itu," jawab Lyra mencoba bangkit namun ditahan oleh Reyhan.


"Apa kamu bangga mendapatkan aku?" tanya Reyhan.


"Ya, tentu saja. Memangnya kenapa? Sepertinya kamu mulai besar kepala ya," jawab Lyra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Reyhan melingkarkan tangannya ke leher istrinya dengan lembut membuat Lyra merasa kenyamanan yang berbeda. Aroma mint dari napas Reyhan membuatnya merasa damai. Semua tidak sama dari biasanya. Kini jantung gadis itu berdegup kencang. Pelukan hangat Reyhan membuat Lyra merasa tenang.


"Lyra pernahkah kamu berpikir bahwa kamu itu cantik? Jawab dari hati yang paling dalam jangan menyangkalnya," tanya Reyhan sambil terus mencium pangkal kepala Lyra.


"Hmmm! Enggak aku enggak pernah berpikir begitu. Makanya, aku heran kenapa kamu menyukaiku." Menikmati sentuhan Reyhan.


Bahkan sampai sekarang kamu tidak berubah kamu masih saja memujiku tanpa embel-embel merayu. Batin Lyra.


"Sorry ya Tuan Muda Reyhan, aku enggak punya apa-apa untuk diberikan padamu. Aku bukan berasal dari keluarga kaya dan juga-


Cup!


Lyra menghentikan perkataannya setelah Reyhan memberikan kecupan mendadak. Dan kecupan ini bahkan terasa sangat berbeda dari biasanya.


"Kamu memang enggak punya apapun. Akan tetapi, aku Reyhan Almirza sangat tergila-gila padamu. Aku selalu mengemis agar dicintai olehmu. Padahal aku punya segalanya. Tetapi itu tidak berguna jika kamu berpaling muka dariku karena yang aku butuhkan itu kamu." Menyentuh pelan wajah Lyra.


Lyra tertegun mendengar kalimat yang Reyhan lontarkan. Ketulusan Reyhan sangatlah berharga. Tidak banyak wanita yang seberuntung dirinya. Wanita itu sangat bahagia.


"Kamu merasa dingin enggak?" tanya Lyra lembut.


"Tunggu sebentar! Akan aku kecilkan suhunya," jawab Reyhan sambil bangkit dari duduknya namun langsung ditarik oleh Lyra hingga membuatnya kembali terpojok ke sudut kursi.

__ADS_1


"Aku butuh kehangatanmu." Menyentuh wajah Reyhan dengan kedua tangannya. Reyhan tersenyum mengerti. Ia pun menggendong istrinya itu masuk ke dalam kamar. Lyra tak henti-hentinya memandangi wajah Reyhan yang memiliki ketampanan maksimal.


Di bawah derasnya hujan pasangan itu saling mencurahkan kebahagian mereka lewat sentuhan hangat.


***


Redro keluar dari kamar mandi dengan piyama berwarna hitam. Ia menggesek-gesekkan rambutnya dengan handuk kecil. Sementara itu, Siska yang masih di dalam kamarnya masih tidak beranjak ke kamar Redro yang telah menjadi suaminya.


"Gugup sekali rasanya. Padahal sudah kenal cukup lama. Tetapi kenapa bisa secanggung ini ya? Apa semua wanita mengalami malam pertama seperti ini?" gumam Siska bertanya-tanya.


"Kalau aku ke kamarnya rasanya enggak nyaman. Akan tetapi, kalau tidur terpisah begini sangat aneh bagi pasangan yang sudah menikah. Redro tipe yang memiliki kegengsian yang maksimal. Aku yakin kalau bukan aku yang mulai sampai kapanpun enggak akan terjadi apapun. Malam pertama ini sangat menyiksa. Rasanya benar-benar canggung," gumam Siska sambil meraih ponselnya. Ia membuka situs pencarian 'CARA MENGHADAPI SUAMI DI MALAM PERTAMA'


"Gila! Apa ini. Aku mana berani memberi serangan itu. Berciuman dengannya saja aku enggak lihat. Tapi dalam berciuman Redro sangat hebat. Mungkin itu efek dari mantan kekasihnya. Ya iyalah, bule beda sama aku walaupun punya banyak mantan aku selalu menolak untuk berciuman dan karena itulah aku diputuskan. Haih! Sudahlah untuk malam ini ditunda saja. Dia juga mungkin sudah lelah karena banyak yang diurus," gumam Siska lalu mematikan lampu kamarnya dan menarik selimut. Wanita itu pun tertidur.


Redro yang menunggu kedatangan Siska tak henti-hentinya melakukan gerakan kecil sebagai pemanasan. Akan tetapi, hampir 3 jam istrinya itu tak kunjung datang menemuinya.


"Apa yang dia lakukan di dalam kamar. Enggak mungkin berdandan. Kalau benar berdandan bagaimana aku menyentuhnya. Itu akan menghilangkan napsuku dalam sekejab." Redro menyisir rambutnya lalu menyipratkan parfume ke leher dan pergelangan tangannya.


Tempat tidur yang sengaja ia hiasi dengan bunga-bunga itu ditatanya agar terlihat lebih menarik. Tak lupa Redro menghidupkan lilin aroma terapi dengan bau lavender agar semakin menenangkan.


Namun Siska tak kunjung datang. Redro pun berinisiatif mendatanginya ke kamar sebelah. Saat ia membukanya alangkah terkejutnya Redro mendapati Siska yang sudah terlelap di kegelapan. Dengan segera ia menghidupkan kembali lampu tersebut. Namun Siska yang sudah hanyut di dalam mimpi tidak bisa bangun.


"Apa yang harus kulakukan sekarang? Pengantinku sudah tidur padahal aku sudah menantikannya. Setelah lama aku menahannya kamu dengan santainya malah tidur di sini." Redro mengusap wajah Siska yang tenang.


"Hai kau! Jangan menyentuhku sembarangan. Aku ini sudah menikah. Suamiku sangat tinggi kau ini seperti kecoa baginya dalam hitungan satu detik saja nyawamu akan melayang," ujar Siska yang mengigau tiba-tiba. Redro yang semula terkejut seketika tersenyum merasa lucu.


Aku tidak tahu kalau dia ini seorang pengigau. Itu sebabnya dia menungguku tidur terlebih dahulu. Hahaha! Selain cerewet istriku memiliki kelebihan ini ya. Batin Redro.


Tiba-tiba Siska menghentakkan selimutnya hingga terlihatlah pahanya yang terpampang karena piyama yang ia pakai tidak panjang. Wajah Redro langsung memerah, napasnya tiba-tiba beradu.


Apa lagi sekarang? Apa yang harus aku lakukan sekarang?



__ADS_1


__ADS_2