MY BERONDONG

MY BERONDONG
AKHIR SEBUAH DENDAM.....


__ADS_3

Siska berjalan ke arah kursi tempat Redro yang ia tinggalkan tadi namun betapa terkejutnya dia sosok Redro tidak ia temukan.


"Maaf Mbak bisa menuju ke kasir sekarang untuk melakukan pembayaran tadi sudah dilakukan perhitungan?" tanya Santi ramah.


"Ah iya baiklah saya akan kesana," jawab Siska sambil memaksakan senyuman diwajahnya.


*Bagaimana ini? Apa aku kabur saja ah tidak Redro kemana sih? Apa jangan-jangan dia sudah pulang? Tidak mungkin kan tapi kalau iya bagaimana?" batin Siska sambil terus berjalan menuju kasir.


"Ini totalnya 62 juta mau bayar cash atau kredit Mbak?" tanya kasir tersebut.


"Hmm anu Mbak bisa tunggu sebentar tidak, saya menunggu teman saya terlebih dahulu karena dia yang akan membayarnya?" tanya Siska gugup.


"Oh boleh tapi kalau bisa jangan terlalu lama ya Mbak karena sebentar lagi toko akan segera tutup soalnya ini sudah kemalaman," jawab sang kasir.


Rika terus menatap Siska dengan sorot mata yang tajam tersimpan dendam di wajahnya karena dikerjain oleh Siska tadi.


Aku berharap temannya tidak jadi datang biar aku bisa menjambak wanita sombong itu beraninya dia merendahkanku tadi. Batinnya sambil mengepalkan tangannya.


Sementara itu, Siska tampak gelisah menoleh terus ke belakang berharap sosok Redro muncul.


Tiga puluh menit berlalu toko-toko yang lain sudah tutup, Siska pun mulai pasrah.


"Maaf sepertinya dia tidak akan datang Mbak, saya minta belanjaan hari ini dibatalkan saya kembalikan semua Mbak, permisi," kata Siska dengan suara yang memelas.


"Apa! Enak banget asal main batal saja. Tadi kamu dengan sombongnya asal ambil barang dan menyuruh kami membawa semuanya, sekarang dengan gampangnya kau batalkan semuanya memangnya kamu kira ini punya nenek moyangmu apa!" teriak Rika.


"Kalau kamu diposisi ku apa yang akan kamu lakukan? Sudah aku bilang aku menunggu temanku tapi sampai sekarang dia tidak juga datang. Apa kau mau menunggunya sampai pagi?" tanya Siska.


Plak!!!


Tamparan keras dari Rika mendarat tepat di wajah Siska.


"Dari tampangmu saja sudah ketahuan bahwa kau sangat miskin belagak kaya, terimalah ini!" teriak Rika sambil menjambak rambut Siska.


"Permisi! Ada apa ini? enapa ribut-ribut?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul.


"Sayang, wanita sombong ini tadinya berniat membeli semua pakaian disini pas pembayaran eh ternyata dia tidak punya uang sama sekali," rengek manja Rika.


Siska merapikan rambutnya dan mencoba berdiri.


"Siska? Kenapa bisa itu kamu?" tanya pria itu.


Siska melihat ke arah pria itu yang ternyata salah satu mantan pacarnya yang bernama Eko.


"Sayang kau mengenalnya?" tanya Rika.


"Hmmm aku pernah memacarinya dulu," jawab Eko sedikit malu.


"Apa? Hah wanita rendahan seperti ini kau pacari," ejek Rika sambil menunjuk ke arah Siska.


"Sudahlah bubar semua, tidak apa-apa kalau mbak ini tidak bisa bayar toko tidak mempermasalahkannya juga. Lebih baik jangan diperpanjang, kita harus bersiap-siap untuk pulang," ujar Santi mencoba membela Siska.


"Enggak segampang itu Santi, dia tadi sudah sangat keterlaluan aku akan mencakar wajahnya biar tahu rasa," sela Rika.


"Sayang lebih baik lepaskan saja dia daripada harus berurusan dengan polisi," lerai Eko.

__ADS_1


"Kau masih menyukai wanita ini iya, kan!" teriak Rika.


"Tidak! Aku jauh lebih menyukaimu dia tidak ada apa-apanya dia tidak secantik kamu," goda Eko.


"Makanya dukung aku dong, jangan malah membelanya," ujar Rika.


"Baiklah lakukan sesukamu beri dia pelajaran aku mendukungmu sayangku!" seru Eko.


"Dasar penjilat," kata Siska.


"Apa? Aku penjilat?" tanya Eko.


"Kau pengangguran bodoh pemalas itulah alasan aku memutuskanmu. Tidak disangka kau memacari wanita aneh seperti ini, kalau bukan karena uangnya apa lagi?" kata Siska.


"Iya benar, dia memang terlihat seperti itu. Menjijikkan sekali dasar sampah," bisik para Karyawati.


Tak tahan mendengar ocehan karyawati yang memojokkannya Eko mendorong Rika.


"Sayang tunggu apalagi ayo hajar dia!" teriak Eko.


"Siapa yang akan kau hajar?" tanya Redro yang tiba-tiba muncul dan langsung berhenti di hadapan Rika.


Ya Tuhan tampan sekali . Batin Rika sambil melongo pada Redro.


Eko pun menarik Rika dan berdiri di hadapan Redro yang jauh lebih tinggi darinya.


"Hei Bung siapa kau? Datang tiba-tiba menghalangi pergi sana ini bukan urusanmu!" teriak Eko.


"Hmmm kalau aku bilang ini urusanku bagaimana? Apa kita perlu bermain juga. Ah aku rasa itu menyenangkan bukan," jawab Redro sambil merapikan rambut Siska.



"Kau menyuruh wanita itu menghajar nona kami tentu saja ini menjadi urusanku," jawab Redro.


"Apa? Maksudmu, kau ini pengawalnya, Siska apa kau sekaya itu atau kau menang lotre ya?" tanya Eko tak percaya.


"Dia tidak perlu menjawabnya sekarang aku sudah terlanjur ingin bermain denganmu. Ayo kita lakukan secara jantan," tantang Redro.


"Ah sudahlah kau bukan lawanku, sudahlah pulang sana jangan buat orang tuamu khawatir," saran Eko lalu berbalik.


Redro mengangkat kerah pakaian Eko lalu mencampakkannya ke sembarang tempat sontak membuat para karyawan terkejut.


"Kamu? Kenapa tiba-tiba menyerangku? Ini tidak adil!" teriak Eko.


Redro berjalan mendekatinya dan membuat tubuh Eko semakin bergetar Rika tiba-tiba datang menghalangi.


"Tolong? Jangan menghajarnya lagi ini salah saya. Dia tidak tahu apa-apa," rengek Rika sambil menangis.


Redro tidak mempedulikan Rika dia mengangkat tubuh Eko dan langsung menghajarnya hingga membuat Eko tak berdaya.


"Hentikan Redro!" teriak Siska.


"Siska maafkan aku, aku masih menyayangimu,"


ujar Eko.

__ADS_1


Redro semakin kesal mendengar suara Eko ia pun ingin menghajarnya lagi.


"Redro hentikan jangan sampai kau terkena virus corona karena mahluk seperti dia!" teriak Siska lagi.


Redro pun berjalan menuju kasir ia langsung membayar tagihan pembayaran Siska.


"Pecat wanita ini jangan sampai aku melihatnya lagi katakan pada menejer kalian kalau hari ini Redro Aldwin datang kemari," ujar Redro.


"Baik Tuan saya mengerti," jawab kasir.


Redro berjalan pelan dan berhenti tepat di dekat Eko.


"Dan kau, jangan pernah memanggilku bocah dilihat dari tingkahmu, kau lebih muda dariku hanya saja wajahmu lebih boros," kata Redro lalu berjalan mengikuti Siska dari belakang.


Sesampainya di dalam mobil.


Redro memberikan Siska bungkusan yang berisi belanjaannya tadi.


Aku memang bodoh situasi seperti ini apa yang harus aku lakukan. Batin Siska.


"Nona masih membutuhkan apa lagi?" tanya Redro tenang.


Dia ini sedang mengejekku ya? Ah sudahlah cukup saja hari ini aku terkena batunya lebih baik aku tidak berurusan seperti hal yang memalukan tadi. Batin Siska.


"Tidak perlu aku lebih baik pulang saja besok aku harus bangun pagi-pagi," jawab Siska sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


"Maafkan saya tadi datang terlambat. Tidak sengaja saya berjumpa dengan seorang teman SMA sewaktu di Amerika dulu," jelas Redro merasa bersalah.


Oh ternyata dia tahu juga meminta maaf, tapi kenapa kedengarannya sangat lucu ya. Batin Siska.


"Tidak apa-apa yang penting kamu sudah datang itu sudah cukup. Lagipula ini semua salahku telah mengerjaimu dan sudah menguras uangmu," jawab Siska.


Redro terdiam.


"Oh ya tapi tadi adegan yang waktu kamu bilang wajah si Eko boros sumpah itu lucu banget hahaha!" teriak Siska tiba-tiba.


"Kamu tidak lihat ekspresi wajahnya, aku baru sadar kenapa dulu aku bisa berpacaran dengannya setahuku dia anak yang pemalu. Tidak disangka berubah seperti ini tapi serius yang tadi itu memang lucu banget lho hahaha," sambung Siska.


Redro tersenyum kecil mendengar ocehan Siska.


***


Lyra terbangun ia melihat Reyhan yang tertidur pulas ia pun berusaha berjalan ke arahnya. Lyra mengecup dahi Reyhan dan itu membuat Reyhan terbangun.


"Lyra kamu kenapa ada disini?" tanya Reyhan.


Lyra tidak menjawab ia menaiki tubuh Reyhan dan mencium bibirnya lalu kemudian lehernya. Reyhan berusaha menyadarkan Lyra namun Lyra mengabaikannya dan semakin bernafsu.


Lyra membuka pakaiannya sendiri membuat Reyhan semakin panik.


1). Apa yang akan dilakukan Reyhan ?


2). Apa yang terjadi pada Lyra ?


__ADS_1


BERSAMBUNG.....


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA MAAF UP NYA LAMA MAKLUM PUASA MEMBUAT SEMUA IDE DIKEPALAKU AMBYARRRR LUV U READERS....


__ADS_2