
"Kapan itu? Apa aku sebaik itu?" tanya Reyhan pura-pura lupa karena malu.
Lyra menarik Reyhan dan mendekatkan wajahnya membuat Reyhan memelotot terkejut. Ia mendekatkan bibirnya berniat ingin mengecup bibir Reyhan yang membuatnya gemas, sementara itu Reyhan hanya berusaha pasrah tapi tak lama kemudian.
Ceklek!
Seseorang membuka pintu Lyra yang terkejut langsung mendorong Reyhan hingga tersandar kuat ke dinding.
"Eh Lyra ini gua Hadi dan Tika udah lama gak jumpa lu," ujar Hadi.
"Ha, kenapa kalian tahu aku dirawat disini?" Lyra menatap tidak percaya.
"Tadi ketemu Siska di rumah makan biasa kita nongkrong dia bilang lu dirawat disini," jawab Hadi.
"Eeh ini ya yang bernama Reyhan?" tanya Tika.
"Pasti Siska sudah cerita banyak, kan?" tanya Lyra balik.
"Gak sebanyak yang lu pikirkan," jawab Hadi.
"Iya dia Reyhan kalian tahu lah dia ini, pacarku," ujar Lyra.
Reyhan mengangguk hormat dan tersenyum.
"Ya ampun ganteng banget Ra. Eh anak kita nendang nih," ujar Tika sambil menunjuk ke arah perut buncitnya.
Hadi mendekati Reyhan diperhatikannya tiap sudut fisik Reyhan dengan teliti.
"Ehm, OPLAS dimana Mas? Itu kulit bisa lembut begitu gimana caranya?" Hadi menodong Reyhan dengan pertanyaan konyol bentuk dari kekagumannya pada fisik Reyhan yang nyaris hampir sempurna dalam kesetaraan manusia biasa.
Mereka tertawa mendengar pembicaraan Hadi yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan Reyhan karena setahu mereka Hadi adalah orang yang humoris dan suka mencairkan suasana.
"Ssst sayang jangan begitu dong, malu tahu," ujar Tika.
Hadi memegang perut istrinya dan mengayunkan tangannya di hadapan Reyhan seolah menangkap bayangan wajah Reyhan lalu mengelus perut istrinya kembali, itu dia lakukan berulang-ulang sebanyak 3 kali.
"Nah nah mau ngapain lagi tuh?" tanya Lyra dibarengi suara tawanya.
"Ya kali aja kan mukanya bisa nular, kebetulan yang di dalam laki-laki juga ini," jawab Hadi sambil terus mengelus perut buncit istrinya.
Melihat Lyra yang terkekeh dengan tingkah Hadi sontak membuat Reyhan ikut tersenyum membuat Hadi dan Tika semakin mengaguminya.
"Maaf Abang ini asal dari mana ya? Kok bisa ganteng banget?" tanya Hadi polos.
"Hush, kamu ini habis makan apa sih kok jadi eror begini, padahal sama-sama cowok lho," ujar Lyra.
"Iya nih, tapi beneran lho Lyra cowok kamu kok bisa ganteng banget. Bikin kesemsem nih." Tika mencubit pelan Lyra.
"Lha hampir lupa, maaf kita harus pulang nih Ra, kasihan anak-anak kita pasti sudah nyariin," kata Hadi.
"Oh ya, sekarang udah berapa nih?" tanya Lyra.
"Yang di rumah ada 3 dan yang ini 1 jadi 4 deh, sisanya tinggal nungguin kamu dan Siska cetak yang banyak ya, apalagi bibitnya unggul begini duh jadi gak sabar lihat anak-anaknya nanti," jawab Tika tersenyum gemas.
"Hahaha, kalau begitu kami pulang dulu ya Ra, cepat sembuh lu kasihan abangnya dan jangan lupa undangannya oke," ujar Hadi.
Lyra mengangguk sambil tersenyum, Hadi mengulurkan tangannya pada Reyhan dan dibalas oleh Reyhan. Kemudian Hadi dan Tika pun beranjak keluar.
"Hah, jadi kangen masa SMA," kata Lyra.
"Memangnya apa menariknya dengan masa SMA-mu?" tanya Reyhan sambil duduk di sebelah Lyra.
"Itu cuma kenangan yang tidak bisa terulang kembali karena sekarang aku Lyra yang sudah berusia 25 tahun," jawab Lyra.
"Apa di waktu SMA kamu banyak disukai orang?" tanya Reyhan penasaran.
Lyra menggeleng, lalu tersenyum.
"Dulu aku pendiam dan tidak banyak teman bahkan tidak ada sama sekali. Paling hanya sekedar sapa sih, aku dan Siska juga bertemu karena dia murid baru di kelasku. Sebenarnya kami pernah satu sekolah waktu SMP, dia kenal denganku tapi aku sama sekali enggak mengenalnya. Dia kan orangnya rame tuh dan Tika pun jadi ikut dekat dengan kami. Kalau Hadi awalnya dia kami comblangin gitu sama Tika eh diam-diam mereka jadian tamat sekolah menikah deh," jelas Lyra.
__ADS_1
Reyhan tersenyum tipis,
"Kisah SMA-mu cukup menyedihkan," ujarnya.
"Menyedihkan dari mananya?" Lyra menatap heran.
"Ya, selama kamu sekolah tidak ada yang melirikmu sama sekali," jawab Reyhan.
"Oh maksud kamu enggak ada yang suka sama aku, siapa bilang? Banyak kok cuma untuk apa aku umbar," jawab Lyra sambil merapikan rambutnya.
"Benarkah? Siapa nama orang itu? Apa dia masih hidup?" tanya Reyhan.
"Sehat wal afiat," jawab Lyra singkat.
"Dari mana kamu tahu? Apa kalian saling kirim kabar?" Tatapan tajam Reyhan membuat Lyra semakin bersemangat.
"Kontaknya saja aku tidak punya tapi mungkin ini yang dinamakan kontak batin," jawab Lyra semakin mengada-ada ceritanya.
Reyhan mengepalkan tangannya.
"Kamu kenapa?" tanya Lyra.
"Apa kamu senang berhubungan dengan orang lain selain denganku?" tanya Reyhan.
"Hahaha jadi kamu percaya yang aku ceritakan itu, aku hanya ingin melihat ekspresimu saja. Eh ternyata benaran cemburu." Tawa Lyra pecah mendengar pertanyaan polos Reyhan.
"Aku benci dibohongi dan saat ini kamu membohongiku." Reyhan menatap tajam.
Lyra menghentikan tawanya.
"Jadi bohong sama bercanda itu sama ya?" tanya Lyra.
Reyhan tidak menjawab mimik wajahnya berubah dengan cepat.
"Berjanjilah kalau kamu akan jujur padaku sampai akhir," ujar Reyhan.
Reyhan tersenyum, kemudian ia mengelus lembut kepala Lyra.
Malam pun tiba, Reyhan sibuk berargumen dengan laptopnya membahas mata pelajaran. Lyra menatap setiap sudut wajah kekasihnya yang sedang serius itu.
Kali ini dia tampak serius, apa karena ajakannya untuk menikah membuatnya semangat. Oh iya menikah kenapalah aku mengiyakannya padahal aku saja belum jumpa sama ibunya Reyhan jadi penasaran gimana wajahnya. Batin Lyra.
"Tidurlah, besok kita akan pulang istirahat yang cukup itu baik untuk memulihkan kesehatan," ujar Reyhan sambil mengetik.
"Iya-iya, kamu juga harus tidur cepat begadang itu enggak bagus juga," jawab Lyra sambil membaringkan tubuhnya perlahan.
Reyhan menutup laptopnya dan mendekati Lyra.
"Lho, sudah belajarnya." Lyra melongo heran.
"Kamu menyuruhku untuk tidak begadang sudah seharusnya aku patuh, bukan," balas Reyhan.
"Sudah jam berapa sih?" tanya Lyra.
"Tepat jam 9 memangnya ada apa?" tanya Reyhan balik.
"Kenapa aku belum ngantuk juga ya." Lyra berusaha bangkit.
"Sepertinya kejadian yang tertunda tadi siang bisa dilanjutkan sekarang, bagaimana menurutmu?" goda Reyhan.
Lyra terkejut, ia kembali membaringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Reyhan tersenyum, tiba-tiba sebuah pesan masuk dan itu dari Erick.
"Sudah gua bereskan hari ini NM ENTERTAINMENT sahamnya turun harga, perlahan tapi pasti akan bangkrut."
Reyhan memperhatikan Lyra yang terbaring membelakanginya. Terbesit di hatinya ingin melihat luka cambukan yang ada dipunggung Lyra, pelan-pelan ia mulai menyingkap pakaian Lyra ke atas tapi saat ia melihat sekilas kulit punggung Lyra ia langsung menutupnya kembali.
Aku memang tidak ahli yang berhubungan dengan hal yang intim, bagaimana kami menikah nanti, apa aku perlu belajar. Batin Reyhan, lalu mengusap rambutnya dengan sedikit kasar.
Malam pun berlalu dengan kegelisahan Reyhan yang tiba-tiba menggunung hingga membuatnya tak bisa tidur sama sekali.
__ADS_1
####
Pagi pun tiba seperti biasa matahari menunjukkan sinarnya hingga menembus ke kamar tempat Lyra dirawat.
"Hua, pagi ini lumayan segar juga sesekali olahraga ah." Lyra mengangkat kedua tangannya sambil menggerakkannya ke kanan lalu ke kiri dengan pelan.
"Reyhan kemana ya, mandi kali ya?" Lyra bertanya-tanya.
Ceklek!
Seseorang membuka pintu dan dia adalah Reyhan saat Lyra menoleh ke arahnya seakan-akan Lyra melihat cahaya menyinari Reyhan.
Seperti biasa, julukan yang pantas untuk orang ini pangeran tampan dan berkarisma. Batin Lyra.
"Kamu kesambet ya?" tanya Reyhan.
"Ah kesambet apanya." Lyra terkejut.
"Kamu melihatku sampai bengong begitu, kamu sadar enggak kalau kamu sangat sering melakukannya," ujar Reyhan.
"Siapa suruh terlahir dengan wajah begitu," gumam Lyra pelan.
"Apa?"
"Kita pulang jam berapa?" tanya Lyra mengalihkan pembicaraan.
"Sekarang juga bisa, atau kamu mau menginap lagi aku akan sangat bersedia," jawab Reyhan sambil berbisik.
"Sejak kapan kamu menjadi mesum begini?" Lyra memelotot kesal.
"Makanya jangan tanya lagi," ujar Reyhan.
"Baiklah, aku akan bersiap-siap sebentar." Lyra mengikat rambutnya membuat pakaiannya tersingkap ke atas.
"Eh biar aku yang mengucir rambutmu, pakaianmu tersingkap ke atas apa kamu mau menggodaku;" tanya Reyhan terbayang dengan ulahnya tadi malam.
"Apa, menggodamu? Kamu kira aku murahan gitu, orang seperti kamu mah enggak perlu digoda, Rey," protes Lyra.
Reyhan mengabaikan perkataan Lyra, dia menyisir pelan rambut Lyra lalu mengucirnya.
"Kamu tahu Rey, setelah kedua orang tua ku meninggal tidak ada yang melakukan ini padaku, menyisir rambutku bahkan mengucirnya." Senyum Lyra terpancar mengenang masa lalunya yang indah bersama kedua orang tuanya.
"Bahkan kak Siska sekalipun?"
"Iya Siska enggak pernah menyisir rambutku apalagi mengucirnya," jawab Lyra.
Reyhan tersenyum mendengar perkataan Lyra yang secara tidak langsung telah memujinya itu.
"Berarti aku dibandingkan kak Siska levelku lebih tinggi dalam memperlakukanmu," ujar Reyhan.
"Kenapa kamu tiba-tiba membandingkan dirimu dengan orang lain?" tanya Lyra keheranan.
"Karena aku ingin menjadi orang terdepan dalam membahagiakanmu, Lyra aku tak butuh hal lain lagi semenjak aku menyatakan perasaanku padamu. Aku berusaha sebaik mungkin dalam apapun agar kamu terus bahagia itu tujuan utamaku hingga sekarang." Tatapan tajam Reyhan pun seakan mewakili perkataannya yang serius.
Lyra tersenyum, matanya berkaca-kaca merasa terharu dengan jawaban Reyhan yang sederhana tapi sangat bermakna.
"Apa aku yang seperti ini pantas diperlakukan seperti itu? Rey banyak gadis yang menyukaimu mungkin kalau kamu menyuruh mereka bersujud padamu aku yakin mereka akan bersedia? Tapi kenapa kamu justru menyukai aku yang hanya gadis biasa bahkan lebih tua darimu, kenapa Rey?" Lyra menundukkan kepalanya menunggu jawaban dari Reyhan.
Reyhan yang berada di belakangnya pun berdiri tepat di depan Lyra mendekatkan wajahnya kemudian diangkatnya pelan dagu Lyra yang menunduk.
"Karena kamu. Lyra semua yang aku lakukan padamu jika kamu bertanya alasannya, jawabanku tetap 1 karena kamu Lyra. Jadi mulai sekarang berhenti menanyakan hal seperti itu dan tetap tenang bersamaku jangan pikirkan hal lain karena ada aku untukmu," jelas Reyhan.
BERSAMBUNG.....
Hai Semua Maaf Baru Up, Saya Pribadi Sedang Tidak Enak Badan Dalam Beberapa Hari Ini. Terima Kasih Sudah Mampir Jangan Lupa Like, Komennya kalau perlu Vote juga hahaha Ngarep dikit bolehlah ya......
Jangan Bosan-Bosan Luv U....
__ADS_1