MY BERONDONG

MY BERONDONG
SAINGAN LYRA......


__ADS_3

Sesampainya di depan ruangan khusus Sutradara, Mely menyarankan Lyra menunggu di luar karna hanya yang bersangkutan yang wajib masuk, dengan berat hati Lyra melepaskan genggaman tangan Reyhan dan mendorong paksa Reyhan masuk ke dalam.


Tak lama kemudian Reyhan pun keluar, Lyra yang sedari tadi menunggu langsung bangkit dari duduknya tersirat kecemasan diwajahnya.


"Bagaimana?" tanya Lyra sambil menyentuh jemari Reyhan.


"Ya begitulah, kamu lapar enggak?" tanya Reyhan lembut.


Lyra menggelengkan kepalanya.


"10 menit lagi akan dimulai, sabar ya kita akan segera pulang," kata Reyhan sambil menggenggam tangan Lyra kembali.


Lyra memandangi wajah Reyhan dan kali ini Reyhan tampak salah tingkah, wajah putihnya seketika memerah sontak saja Lyra tertawa.


"Orang ganteng bisa salah tingkah juga ya," ledek Lyra lalu mencubit pelan pinggang Reyhan.


"Siapa bilang? Aku hanya merasa hari ini terlalu panas dan itu membuat wajahku memerah." Reyhan mencoba menyela takut harga dirinya jatuh.


"Ada apa ya, ribut-ribut?" tanya Lyra setelah mendengar kehebohan dari lokasi syuting. Reyhan membalas pertanyaan Lyra dengan mengangkat kedua tangannya pertanda tidak tahu.


"Kesana yuk," ajak Lyra.


"Sepertinya tidak perlu, kali ini aku butuh istirahat." Reyhan menolak ajakan Lyra.


"Oh ya ini aku hampir saja lupa. Tadi aku buatin kamu bekal mau makan tidak?" tanya Lyra sambil menunjukkan bekal makanan yang telah ia siapkan tadi pagi.


Reyhan mengangguk membuat Lyra bersemangat membuka bekal tersebut. Reyhan menyandarkan tubuhnya di kursi yang baru ia duduki.


Lyra meletakkan kotak bekal di atas pangkuan Reyhan.


"Dihabisin ya," ujar Lyra sambil mengelus kepala Reyhan dengan lembut.


Reyhan memindahkan bekal tersebut kepangkuan Lyra, Lyra memelotot heran.


"Lho bukannya kamu mau makan ya, kenapa dibalikin?" tanya Lyra.


Reyhan tidak menjawab diraihnya tangan Lyra lalu diberikannya sendok kemudian di arahkannya ke mulutnya sendiri.


"Hah! Kamu mau aku suapin ya?" tanya Lyra memasang wajah polos.


Reyhan mengangguk seketika membuat Lyra menghela napasnya.


"Ada banyak orang disini, malu-maluin tahu enggak sih," ujar Lyra.


Reyhan memanyunkan bibirnya serta mengerutkan dahinya.


"Baiklah, buka mulutnya ya." Lyra menyerah dan mengikuti kemauan Reyhan yang ingin disuapi olehnya.


Reyhan tersenyum lalu membuka mulutnya sambil menatap Lyra dengan mata yang berbinar.


Lyra aku hanya ingin kamu tetap disisiku, bahkan jika itu wanita aku tidak rela kalau kamu mengalihkan pandanganmu dariku. Batinnya.


"Nah sudah habis. Oh ya, sudah lewat 10 menit lho sebentar lagi pemotretannya akan dimulai," ujar Lyra.


Reyhan melihat jam yang melingkar di tangannya, tiba-tiba Mely menghampiri mereka.

__ADS_1


"Reyhan sudah waktunya, ayo bersiap-siap," ujar Mely.


Reyhan melihat Lyra yang tangannya masih ia genggam.


"Pergilah, semangat!" seru Lyra dengan senyuman termanis bagi Reyhan pribadi.


Reyhan tersenyum lalu berjalan mengikuti Mely dari belakang. Setelah langkah ketiga Reyhan menoleh ke belakang, tampak Lyra melambaikan tangannya dan itu membuat Reyhan berbalik kembali ke arah Lyra.


Lyra yang memperhatikan Reyhan berjalan ke arahnya membuat perasaannya campur aduk heran, bergetar dan bahagia.


"Tunggu ini hanya sebentar saja," ujar Reyhan sambil menyentuh pipi Lyra dengan lembut.


Lyra mengangguk senang Reyhan pun berlari kembali mengikuti Mely.


Lyra setia menunggu di depan ruang make up dan wardrop.


Tring!


Satu pesan dari Siska pun masuk ke ponsel Lyra.


Gimana? Pemotretannya lancar enggak?


Belum dimulai nih, Reyhan masih di dalam pakai make up dan ganti pakaian, gimana keadaan di sekolah sekarang?


Membosankan enggak ada kamu sih.


Lyra tersenyum melihat balasan dari Siska.


Beberapa menit berlalu Reyhan yang sedari tadi bersiap-siap tak kunjung muncul membuat kebosanan melanda Lyra. Berulang kali ia mengganti posisi duduknya yang tidak beraturan.


Lyra menoleh ke belakang tampak Reyhan dengan pakaian serta gaya rambut yang berbeda dari biasanya berjalan ke arahnya dengan memasang senyuman tulus yang semakin membuat jantung Lyra berdetak kencang.


Kenapa dia menjadi tampak dewasa dan sexy, senyumannya membuatku salah tingkah. Batin Lyra.



Reyhan berhenti tepat di depan Lyra.


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, tadinya aku ingin keluar menemuimu tapi malah dilarang sama pak tua itu," jelas Reyhan dengan perasaan kesal terhadap sutradara.


"Memangnya tadi kamu senggang ya?" tanya Lyra.


"Tepat 25 menit waktu terbuang hanya menunggu 2 mahluk yang aneh itu," jawab Reyhan.


"Mahluk aneh? Bicara yang jelas dong aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang kamu katakan?" tanya Lyra.


"Sudahlah, aku mau kerja dulu lain kali pintarlah sedikit," ujar Reyhan sambil beranjak ke lokasi pemotretan.


Apa aku terlalu bodoh ya. Batin Lyra sambil menggaruk pelan kepalanya.


Saat akan menghampiri Reyhan tiba-tiba Mely memanggilnya, dengan sedikit terpaksa Lyra memberi respon.


"Ada apa?" tanya Lyra.


"Reyhan itu sangat ganteng ya dari awal ketemu karismanya kuat banget betapa beruntungnya yang akan jadi pasangannya kelak." Mely memuji fisik Reyhan yang karismatik.

__ADS_1


Lyra ikut tersenyum pandangannya terfokus pada Reyhan yang sedang berpose ala model.


"Oh ya dia masih jomblo kan, hem sebagai teman comblangi dia denganku dong. Aku juga jomblo soalnya," ujar Mely sambil memegang tangan Lyra.


"Dia sudah punya pacar kok Mel, dan pacarnya itu adalah-.


"Aku kan," ujar Mely memotong pembicaraan Lyra.


Lyra tersenyum mendengar jawaban antusias dari Mely yang ternyata diam-diam menaruh rasa pada pacarnya.


"Kalian sudah lama kenal ya, masa sih kamu enggak ada perasaan apa-apa sama Reyhan? Aku yang baru kenal saja sudah hampir gila begini," ujar Mely.


"Perasaan ya? Tentu saja aku punya seperti yang kamu bilang dia tampan dan berkarismatik tentu saja aku suka," jawab Lyra santai.


"Hah baiklah kalau begitu ayo kita bersaing sehat, aku jadi penasaran berapa lama kau memendam rasa padanya," sindir Mely.


"Hmm cukup lama sih dimulai dari pertemuan pertama dan itu dimulai dari sekitar 2 bulan yang lalu sih, kami bertemu di tempat yang tak terduga. Saat itu dan sampai sekarang jantungku selalu berdetak kencang dan selalu mengagumi pribadinya," kenang Lyra.


Mely tertawa remeh.


"Ceritamu kedengarannya cukup memprihatinkan ternyata. Maaf ya aku hanya menyimpulkan dari pertemuan pertama hingga sekarang kau tak kunjung mendapat status yang jelas. Sebagai sesama wanita kusarankan kau mundur saja daripada terus-terusan menahan rasa itu sangat sakit jika akhirnya tak kunjung di respon." Mely menepuk-nepuk punggung Lyra tawanya terdengar semakin menjadi-jadi.


"Kau tidak mau tahu wanita idaman Reyhan itu seperti apa?" tanya Lyra sambil melipat kedua tangannya.


Mely terdiam terdiam.


"Tentu saja aku mau tahu, katakan dong kriterianya seperti apa? Siapa tahu itu semua ada pada diriku," jawabnya penuh percaya diri.


"Dia tidak suka wanita yang banyak cerita, sok cantik dan 1 lagi suka mencari perhatian itu sangat murahan baginya." Lyra berbisik pelan ke telinga Mely.


Bukannya berterima kasih Mely justru mengolok Lyra yang menurutnya berkata bohong.


"Kamu kira aku percaya gitu, eh Lyra kita ini saingan dan lagi pula sampai sekarang kau juga tidak mendapat apa-apa termasuk cintanya Reyhan kau terus mengejarnya sampai kemari. Dan kau dengan bangganya mengatakan kriteria wanita idamannya padaku. Ah siapa tahu kau hanya ingin membuat Reyhan menolakku iya, kan." Tawa Mely semakin menjadi lebih keras setelah melihat senyumaan Lyra yang terlihat picik baginya.


"Tak percaya tak apa. Aku tidak memaksa aku hanya memberi saran saja. Kamu bertanya aku menjawab," jawab Lyra santai.


"Baiklah tidak usah dibahas lagi, tapi kau tahu tidak waktu di ruang make up dan wardrobe tadi dia bertentangan hebat dengan sutradara mengenai jenis kelamin yang akan make up-in dia serta yang membantu mengganti pakaiannya harus laki-laki dia tidak suka wanita lain menyentuhnya. Laki-laki seperti Reyhan sudah jelas tipekal yang setia bagaimana aku enggak klepek-klepek coba." Mely memegang ke arah jantungnya sambil menatap Reyhan dengan harap.


Oh ternyata itulah sebabnya dia sangat lama tadi, Reyhan saat ini aku ingin memelukmu erat dan berteriak kamu hanya milikku, ternyata kamu sangat menjaga hati. Batin Lyra sambil tersenyum melihat Reyhan dari kejauhan.


"Ups sorry," ujar seorang wanita yang tidak sengaja menyenggol Lyra dari belakang.


Lyra menoleh, wanita itu membuka kaca matanya.


"Kamu". Kedua mata mereka saling memelotot kaget.


1). Siapakah wanita itu ?


2). Siapa yang ingin jadi Mely, setelah melihat sikapnya ada saran visual gambaran seorang Mely nggak readers ?


3). Bagaimana kelanjutannya ?



BERSAMBUNG.....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA DUKUNG TERUS YA READERS JANGAN PERNAH BOSAN


__ADS_2