
Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka pun sampai ketempat tujuan, Pak Fahmi turun dari buss dan mengarahkan para siswa siswi mengikuti guru masing-masing yang akan membimbing mereka mendirikan tenda dan kegiatan lainnya. Sebagian siswi sibuk mengambil foto serta selfie(pasti ada saja yang seperti itu πtermasuk saya π).
Selang beberapa menit tenda sudah terpasang dengan sempurna... Sebagian murid bersantai dan yang lain sibuk buat permainan.
"Ra, ambil foto ku dong," ujar Siska.
"Boleh, sini aku fotoin," jawab Lyra.
Cekrekkkkk....
Fardan menghampiri Lyra dan Siska, dan mengajak Lyra foto berdua. Siska pun langsung bersemangat mengambil foto mereka. Lyra tampak sedikit canggung dan cekrekkkk.......
"Wahh, gila cantik banget si sayong ku ini," seru Siska sambil memeluk Lyra.
"Kirimin dong," kata Fardan.
"Nanti saja saling kirimnya, giliran kamu yang aku foto bareng kak Fardan," kata Lyra.
"What? Enggak mau ah," jawab Siska menolak.
"Boleh-boleh ayolah, Sis," ajak Fardan.
"Oh ok,ambil disana saja ya," kata Siska sambil menunjuk sebuah lokasi dekat pohon.
Mereka pun beranjak ketempat tersebut dan Lyra mengambil foto Siska dan Fardan.
Salah seorang Siswi meminta tolong Lyra dan Lyra bersedia, Lyra memberikan ponsel Siska dan beranjak pergi. saat Siska membuka fotonya tiba-tiba dia tersandung Fardan langsung membantunya. Siska kaget dan merasa dag dig dug (kayak di sinetron-sinetron itu lho)
"Sis, kamu tidak apa-apa?" tanya Fardan panik.
"Oh ya maaf, makasih kak tadi aku kaget banget jadi nggak langsung sadar," jawab Siska.
"Huh, syukurlah jantungku mau copot tadi, aku kira kamu pingsan tau, ayo pergi Lyra pasti sudah menunggu kita," kata Fardan.
*Kak Fardan mengkhawatirkan aku, ya ampun kok detak jantungku nggak beraturan begini*batin Siska.
Siswi itu menarik Lyra dengan cepat, Lyra yang terpaksa pun berjalan cepat, ternyata Siswi itu membawanya pada Reyhan. Lyra sangat terkejut.
"kak, tolong fotoin aku sama Reyhan ya," kata Berlian.
Dengan sedikit gugup Lyra menjawab.
"Baiklah 1.2.3."
Cekrek........
Lyra memberikan hp Berlian dan beranjak pergi.
"Terima kasih Kak, wah fotonya bagus banget ," seru Berlian.
"Coba aku lihat," kata Cici (sahabat Berlian).
"Wah, Reyhan ganteng banget, ya aku juga mau tahu," seru Lila (sekelas Berlian).
Berlian langsung menyalin foto tersebut . Tiba-tiba Reyhan datang dan menghapus fotonya. Mereka terkejut kecuali Berlian karna dia sudah tahu akan seperti itu makanya dia menyalin foto tersebut.
FLASHBACK....
Sebelumnya beberapa menit yang lalu.....
Reyhan melihat Lyra berfoto dengan Fardan,saat itu Berlian datang dan memohon agar Reyhan bersedia berfoto dengannya. Reyhan mau tapi dengan syarat orang yang mengambil foto harus Lyra, Berlian menyetujuinya.
Malam pun tiba mereka semua mulai membuat api unggun dan yang lain panggang sate. Lyra dan Siska tampak bahagia karna ini camping pertama mereka.
Lyra dan Siska membakar sate ayam sedangkan Fardan tampak bermain gitar sambil bernyanyi sesekali Siska meliriknya sambil tersenyum.
__ADS_1
Lyra melihat tingkah laku Siska yang tak biasa. Tiba-tiba Reyhan datang dan membakar beberapa sate lagi tepat disebelah Lyra. Siska menghampiri Fardan dan membawa beberapa tusuk sate. Lyra terlihat gugup saat didekat Reyhan. Saat kembali ketempat Lyra, Siska melihat mereka dan langsung berbalik pergi.
"Apa kamu menikmatinya?" tanya Reyhan.
"Yah, tentu saja ini pertama kalinya aku ikut camping," jawab Lyra.
"Oh, aku kira kamu pengalamannya lebih jauh dariku ternyata dugaanku salah," kata Reyhan sambil tersenyum.
"Haa, maksudnya?" tanya Lyra kebingungan.
"Ya, ini camping aku yang ke 8 kalinya sedangkan kamu yang pertama," jawab Reyhan santai.
Lyra menahan emosinya karna itu akan membuat harga dirinya semakin jatuh.
"Kemana pacarmu tadi?" tanya Lyra.
"Aku tidak punya," jawab Reyhan.
"Bukankah Berlian pacarmu kalian terlihat mesra saat di foto tadi," sindir Lyra.
"Apa kamu cemburu?" tanya Reyhan.
Lyra melihat ke arah Reyhan dan mereka saling berpandangan. Tiba-tiba terdengar suara letusan mercun di balik sebuah pohon besar membuat Lyra terkejut dan langsung menyerang ke tubuh Reyhan hingga mereka terjatuh. Bibir mereka hampir bersentuhan Reyhan langsung mengalihkan wajahnya sehingga pipinya yang terkena bibir Lyra.
Beberapa saat kemudian Lyra bangkit begitu juga Reyhan, dia langsung pergi menuju ke balik pohon tersebut dan langsung memarahi para siswa tersebut. Mereka pun kabur.
Siska menghampiri Lyra,
"Lyra, muka kamu memerah begitu, ada apa?"
tanya Siska.
"Tidak, cuma tadi aku tidak sadar mengunyah cabai rawit," jawab Lyra.
Siska tersenyum karna dia yang menyuruh para siswa membuat mercun. Siska sangat ingin melihat Lyra dan Reyhan jadian. Bukan karna dia tiba-tiba menyukai Fardan tetapi karna dia memperhatikan gerak gerik Lyra dan Reyhan yang tak biasa meski Lyra slalu menyangkal.
***********
Pagi......
Para Siswa dan Siswi berkumpul dan akan beberapa aktivitas camping seperti mengumpulkan kayu bakar, mengambil air dan mencari tumbuhan yang bisa dimakan. Mereka mulai membagi kelompok, 1 kelompok terdiri 5 orang . Dikarnakan pembimbing terdiri hanya 3 orang yang tidak terpilih disuruh bersih-bersih di area kemah. Pemilihan kelompok dibuat dengan cara mengambil kertas dari dalam toples apakah dia termasuk tim Lyra, Siska atau Fardan. Beberapa saat kemudian pemilihan selesai.
Lyra:Reyhan ,Erick, Berlian dan Cici.
Siska:A,L dan K
Fardan:M,N dan S
"Kita 1 tim wahhh kita memang jodoh ya"seru Erick
pada Reyhan.
"Aku juga tahu," kata Berlian....
Siska tersenyum melihat ekspresi Reyhan dan Lyra yang sama-sama salah tingkah.
"Baiklah nanti kita smua balik jam sepuluh ok!" seru Fardan.
"Siap," jawab mereka serentak.
Saat ditengah perjalanan Reyhan memberi usul agar para cewek mencari kayu saja sedangkan Reyhan dan Erick mencari air. Mereka menyetujuinya.
"Kak Lyra, menurut Kakak, Reyhan ganteng nggak?"
tanya Berlian.
"Hmm, Lumayan kenapa, kamu suka ya?" tanya Lyra balik.
"Haha Kakak kok tahu?" tanya Cici.
"Cuma nebak saja kok," jawab Lyra
__ADS_1
"Tapi kak, kami nggak berani bilang karna pasti Feronica akan membuli kita," jelas Berlian.
"Feronica, siapa dia?" tanya Lyra.
"Ehmmm dia anak kelas 2 kak," jawab Cici
"Hahaha, anak kelas 2 membuly kelas 3 apa enggak kebalik tuh," kata Lyra sambil tertawa.
"Abangnya Feronica sangat berkuasa kak, pernah ada cewek yang hampir bunuh diri karena trauma saat akan di proses ke Polisi dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan kasusnya hilang begitu saja," jelas Berlian.
"Ngeri juga ya, kalian mesti hati-hati cari yang lain saja," kata Lyra sambil memungut kayu.
Tiba-tiba seekor ular Python besar muncul mereka bertiga tampak ketakutan Lyra menyuruh Berlian dan Cici berlari meminta pertolongan sedangkan dia akan mengalihkan ular tersebut. Mereka menurutinya.
"Tolong, tolong tolong!" teriak Mereka
Erick dan Reyhan mendengarnya dan menghampiri mereka.
"Ada apa dan dimana kak Lyra?" tanya Erick.
"Tadi kami diserang Ular Pyhton dan kak Lyra tinggal disana, menyuruh kami minta bantuan."
"Rick, kamu bawa mereka balik kembali ke camp biar aku yang cari Lyra!"teriak Reyhan.
"Tapi Rey_"
"Jangan membantah!" teriak Reyhan sambil berlari masuk kedalam hutan.
Harusnya aku menjaganya, ucap Reyhan dalam hati.
"Lyra....Lyra...Lyra!" teriak Reyhan
Namun tak ada jawaban, Reyhan melihat topi dan tumpukan kayu Reyhan tidak putus asa dia tetap mencarinya. Hingga dia berhenti di sebuah pohon.
Dia menyesali usulannya untuk berpencar tadi,air matanya keluar. Namun tiba-tiba...
"Reyhan, kamu kok disini?" tanya seseorang tepat dibelakangnya.
Reyhan berbalik dan ternyata itu Lyra, Reyhan langsung memeluknya. Lyra bingung namun dia membiarkan pelukan Reyhan.
"Oh ya ini kayu bakarnya, banyak banget kan," ujar Lyra bangga.
"Kamu tahu tidak betapa khawatirnya aku saat anak-anak bilang kamu diserang Phyton!" teriak Reyhan
*Dia mengkhawatirkan aku*batin Lyra..
Reyhan melepas pelukannya.
"Sekarang dimana Phytonnya?" tanya Reyhan.
"Oh itu diatas kepalamu," jawab Lyra sambil menunjuk ke atas kepala Reyhan.
Reyhan terkejut dan langsung melompat. Ternyata Phyton tersebut kena jebakan pemburu dan sepatu
Lyra terlilit oleh Phyton.
"Ayo kita pergi mereka pasti sangat khawatir,"
ajak Lyra.
Reyhan melihat Lyra dan memberikan sapu tangannya. Lyra mengambilnya dan menghapus air mata Reyhan.
Reyhan menatap Lyra dan itu membuatnya tidak nyaman. Lyra memberikannya dan menyuruhnya menghapus sendiri dan berbalik pergi. Reyhan langsung menariknya.
"Apa kamu menyukaiku?" tanya Reyhan.
"Hah, Apa?" Lyra terkejut.
"Maksudku aku mulai menyukaimu." Menatap Lyra.
Mereka pun bertatapan Dan.....
BERSAMBUNG.........
__ADS_1