
Sekarang aku bertambah yakin dengan perasaanku yang sudah hilang terhadapmu kak Fardan kita memang tidak akan bisa bersatu sejujurnya aku cukup lega dengan ini, aku harus belajar mencintai diriku sendiri. Batin Siska sambil menatap ke depan dari jauh ia melihat Redro berjalan ke arahnya.
Atau orang lain yang akan mencintaiku. Sambung Siska sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Redro.
"Saya bawakan barang-barang anda Nona," ujar Redro ramah.
Siska memberikan barang bawaannya kepada Redro dengan senyuman yang melekat di wajahnya.
"Dimana Erick?" tanya Siska melihat ke sekelilingnya.
"Den Erick sedang ada urusan mendadak dia mengatakan akan menyusul ke rumah sakit dengan supir pribadinya," jawab Redro.
"Oh baiklah," jawab Siska.
Redro membuka pintu belakang namun Siska menolak untuk masuk.
"Aku mau duduk di kursi depan saja," kata Siska.
Redro menatap heran pada Siska. Merekapun duduk bersampingan. Sesekali Siska mencuri pandang pada Redro.
"Kamu, berapa usiamu ?" tanya Siska.
"32 tahun Nona," jawab Redro singkat.
"Haha jangan panggil nona dong. Terlalu formal slow saja anggap kita ini berteman," kata Siska sambil menepuk-nepuk punggung Redro.
Redro hanya diam tanpa ekspresi membuat Siska berhenti menepuk punggungnya.
Sedingin-dinginnya sifat Reyhan tidak disangka yang ini malah lebih dingin kenapa enggak seluruh laki-laki di dunia ini saja yang seperti ini biar para wanita pada jomblo sampai tua. Batin Siska.
"Tadi den Reyhan berpesan agar saya membawa Nona makan? Bagaimana menurut Nona Siska?" tanya Redro sopan.
"Kenapa tidak langsung kerumah sakit saja, aku juga tidak akan mati kalau tidak makan selama di perjalanan," jawab Siska dengan wajah jutek.
"Perintah den Reyhan itu pekerjaan untuk saya,"
jawab Redro.
Jangan-jangan mereka ingin menghabiskan waktu berdua sebagai teman aku harus mendukungnya bukan haha. Batin Siska.
Redro menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah Restoran mewah dan itu membuat Siska tercengang.
Dia ini mau membuat aku bangkrut ya, mana gaji bulanan ku belum cair lagi dan pakai mampir kesini pula. Batin Siska.
"Aku rasa kita tidak perlu kemari, ke tempat yang lain saja. Disini itu cuma harga doang yang mahal rasanya mah enggak enak," kata Siska.
__ADS_1
Redro mengabaikan perkataan Siska, ia keluar dan membukakan pintu mobil untuk Siska.
Siska menatap penuh harap agar Redro berubah pikiran, Redro malah melakukan bahasa tubuh yang berarti keluar, dengan berat hati Siska pun keluar.
Saat masuk ke dalam Siska dibuat takjub dengan desain restoran yang begitu mewah.
Aku tidak pernah kesini sebelumnya tapi ini sangat megah astaga seperti mimpi saja. Batin Siska sambil melihat-lihat ke sekeliling restoran.
Siska dan Redro duduk berhadapan, sang pelayan wanita datang menghampiri mereka dan memberikan catatan menu betapa terkejutnya Siska dengan nama menu yang tertera tersebut berbahasa Inggris bahkan latin tak ada satupun berbahasa indonesia.
Redro melihat ke arah Siska yang tampak kebingungan serta kerutan di dahinya.
"Roast meats 1 serta lanchasire hotpot mineral 3 botol," pesan Redro sambil memberikan catatan tersebut pada si pelayan.
Sementara Siska masih merenggut dilihatnya wajah Pelayan yang mulai bosan menunggu menu pesanannya. Siska tersenyum, si Pelayan pun membalas senyumnya dengan wajah yang jelas terpaksa.
"Sama deh Mbak," jawab Siska sambil memberikan catatan menu tersebut.
Si pelayan pun pergi dengan membawa catatan menu tersebut.
Suasana hening pun terjadi, baik Redro maupun Siska tidak ada yang bersuara. Tak tahan dengan situasi tersebut Siska permisi ke toilet.
"Hah, mimpi apa aku datang ketempat seperti ini seandainya kemarin aku menuruti si mbok belajar bahasa Inggris mungkin kejadian tadi enggak akan terjadi. Huh sangat memalukan," gumam Siska.
Beberapa menit kemudian Siska kembali ketempat duduknya semula. Di atas meja sudah tersaji makanan yang ia dan Redro pesan.
tanya Siska keheranan.
"Bukankah tadi semua pesanan saya, Nona ikuti ?" tanya Redro balik.
"Oh begitu. Maaf ya bahasa Inggrisku sangat buruk tadi aku kebingungan jadi aku asal ikut saja semua pesananmu tidak disangka malah terjadi seperti ini,"
jelas Siska dengan canggung.
"Sudahlah, lebih baik Nona makan dulu sudah lewat waktunya," jawab Redro.
Siska pun meletakkan tasnya, alih-alih mau makan Siska justru bingung bagaimana menggunakan pisau yang terletak di depannya Redro mengerti ia mengambil makanan Siska lalu memotong-motong dagingnya hingga membentuk persegi ukuran sedang.
"Terima kasih," ucap Siska yang dibalas Redro dengan anganggukan kepalanya, Siska menusuk daging tersebut dengan garpu lalu memakannya.
"Wah ini enak banget tahu, hahaha sudah berapa lama aku hidup!" teriak Siska Refleks.
Orang di sekitar merekapun menoleh karena terkejut hanya Redro yang tampak biasa dan tanpa berkata apapun ia terus mengunyah makanannya.
Setelah selesai makan Siska dan Redro melanjutkan perjalanan mereka.
__ADS_1
"Oh ya harga makanan tadi berapaan? Aku berencana akan membawa Lyra kesana kalau dia sudah sembuh nanti?" tanya Siska dengan penuh semangat.
Redro memberikan struk harga makanan tadi dan sontak saja Siska terkejut.
"Hah 3 juta. Serius berarti 1 porsinya 1,500.000 ribu!" teriak Siska memelotot tidak percaya.
Redro melihat ekspresi Siska yang heboh namun perlahan mulai canggung itu.
"Lain kali saja deh aku rasa masakan Lyra jauh lebih enak hehe," kata Siska sambil mengalihkan pandangannya.
Diam-diam Redro tersenyum melihat tingkah lucu Siska tersebut.
30 menit pun berlalu mereka pun sampai di rumah sakit, tanpa menunggu Redro membukakan pintu Siska langsung keluar dan berjalan cepat.
"Haih, hari ini sudah cukup membuatku runyam kenapa juga aku harus ikut dengannya tadi mungkin di dalam pandangannya aku ini wanita dewasa yang kampungan," gumam Siska sambil membuka pintu kamar inap tempat Lyra di rawat.
Setelah masuk ke dalam alangkah terkejutnya dia melihat Reyhan dan Lyra berpelukan di atas tempat tidur. Dengan cepat ia keluar dan langsung menutup pintu. Dari kejauhan ia melihat Redro berjalan menghampirinya dan lagi-lagi membuatnya terpesona tersebut.
"Kenapa Nona tidak masuk?" tanya Redro.
"Kalau kamu ingin masuk lebih baik urungkan saja niatmu," jawab Siska dengan nafas terengah-engah.
"Aku mengerti maksud Nona," kata Redro.
"Jadi, kamu sudah tahu ya?" tanya Siska.
"Ya karena sebelum menjemput Nona aku sudah datang kemari," jawab Redro.
"Jadi kenapa kamu tidak bilang, hampir saja mereka terbangun kalau itu terjadi mau ditaruh kemana mukaku?" tanya Siska.
"Maafkan saya tadi Nona keluar dengan cepat dan saya juga tidak menyangka adegannya akan berlangsung lama seperti ini," jawab Redro.
"Kalau begitu lebih baik kita cari tempat berteduh saja, aku rasa di atas rumah sakit pasti ada balkon ayo kita kesana," ajak Siska, yang diikuti Redro dari belakang karena tugas yang diberikan Reyhan hanya untuk mengikuti Siska kemana pun ia pergi.
Lyra membuka matanya perlahan dilihatnya wajah polos Reyhan yang masih terlelap di hadapannya.
Reyhan Almirza, dengan ekspresi apapun kamu tetap
indah dipandang aku tidak tahu sejak kapan aku baru menyadari kalau kamu benar-benar sangat tampan.
Batin Lyra sambil mengusap rambut depan Reyhan dengan lembut.
Reyhan mengerutkan dahinya, sekali lagi Lyra berniat mengusap lembut rambutnya namun Reyhan langsung menangkap tangan Lyra lalu perlahan ia membuka matanya. Reyhan mendekatkan wajahnya pada Lyra dan membuat mata Lyra tak berkedip serta jantungnya yang berdetak semakin cepat hingga membuat napasnya cukup sesak.
Dan......
__ADS_1
BERSAMBUNG....
Makasih sudah mampir jangan Lupa Like,komen dan Vote ya manteman luv u readers ku.....smoga sehat selalu