MY BERONDONG

MY BERONDONG
ASIN SEPERTI SIFATNYA.....


__ADS_3

Lyra melihat ke arah Reyhan tubuhnya terasa gemetar dan tak dapat berkata apa-apa.


Drrrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrt.


Suara getaran ponsel Lyra pertanda pesan masuk.


Jangan difikirkan aku akan menyelesaikan semuanya, karna ini masalahku dengan mereka.


Tidak bisa aku harus cari cara untuk melindungimu, masalahmu adalah masalahku juga. Batin Lyra.


Sepulang dari sekolah.


"Lyra kenapa bengong mulu sih,dimakan tuh gorengannya katanya lapar?" tanya Siska.


"Sis, kalau seandainya Feronica tahu aku berpacaran dengan Reyhan menurutmu apa yang akan dia lakukan?" tanya Lyra.


"Aku kira cuma aku yang berfikir begitu, tapi yang buat aku bertanya-tanya ni ya kok si Feronica ini berani ya berbuat hal sekeji seperti itu," jawab Siska dengan pandangan yang serius.


"Entahlah, aku cuma penasaran apa yang akan dilakukannya padaku nanti," kata Lyra sambil meneguk air minumnya.


"Ehm, maaf mengganggu sebentar," sapa Reyhan yang tiba-tiba datang dan sontak membuat Lyra tersedak.


"Ada apa ya dek Reyhan?" tanya Siska.


"Ini Kak, saya boleh pinjam Lyra nya sebentar enggak nanti saya yang antar dia pulang," jawab Reyhan ramah.


"Ada apa?" tanya Lyra.


Reyhan tidak menjawab, pandangannya fokus pada makanan yang ada di hadapan Lyra dan Siska.


"Tentu saja boleh, enggak diantar pulang juga enggak apa-apa kok," jawab Siska sambil tersenyum.


"Siska apaan sih, maaf ya Reyhan aku sedang sibuk sekarang jadi enggak bisa diganggu," celetuk Lyra.


"Sudah pergi sana, mungkin ada hal penting yang mau dibicarakan," kata Siska sambil mendorong Lyra.


Dengan wajah setengah masam Lyra pun terpaksa pergi diikuti Reyhan dari belakang.


"Sweetnya pasangan ini, apalah dayaku yang hanya seorang jomblo," gumam Siska.


Sesampainya di depan mobil.


"Mau bicara apa?" tanya Lyra.


"Masuk mobil dulu bicaranya di dalam saja,"


jawab Reyhan.


Lyra menurutinya dan masuk ke dalam mobil.


"Hmmm, bicaralah," kata Lyra.


"Ini kamu makanlah dulu," kata Reyhan sambil memberikan biskuit serta minuman mineral.

__ADS_1


"Kenapa harus makan segala, lagian cuma bicara saja enggak mengeluarkan tenaga lebih juga kan,"


ujar Lyra.


"Aku takut jantungmu copot kalau aku cerita mending kamu makan itu dulu biar ada tenaga," jawab Reyhan.


"Apa kamu kira aku setua itu," kesal Lyra.


"Sudah jangan cerewet tinggal makan saja apa susahnya," jawab Reyhan.


"Iya iya aku makan, sekarang kamu mau bicara apa?" tanya Lyra sambil mengunyah biskuit dari Reyhan.


"Masalah Berlian dan Feronica aku harap kamu tidak usah ikut campur," jawab Reyhan.


"Hah siapa juga yang ikut campur hidupku sudah cukup rumit ditambah rumit lagi enggak deh," kata Lyra.


"Kenapa aku ragu ya dengan jawabanmu," jawab Reyhan dengan tatapan serius.


"Ya sudah kalau enggak percaya enggak maksa tuh," kata Lyra sambil memalingkan wajahnya.


"Baiklah kita tidak usah membahas itu lagi, sekarang apa yang kita lakukan?" tanya Reyhan.


"Jadi kamu memanggilku hanya untuk ini doang, Reyhan kamu benar-benar enggak ada kerjaan ya,"


kesal Lyra.


"Apa kamu takut?" tanya Reyhan.


"Takut, maksudnya takut apaan?" tanya Lyra balik.


"Hahaha...Jika seandainya dia menyakitiku apa kamu juga akan mengabaikannya dan membiarkanku dianiaya olehnya?" tanya Lyra.


Reyhan terdiam.


"Kenapa tidak dijawab? Kamu akan membiarkannya menganiayaku," kata Lyra dengan kedua mata yang melotot.


"Maaf aku tidak bisa menjawab apa yang akan aku lakukan nanti, tapi yang pasti apapun yang terjadi katakan padaku jangan menyembunyikannya dariku," jawab Reyhan.


"Hah? Sepertinya aku salah menanyakan hal ini padamu. Aku fikir sudah tidak ada lagi yang mau dibahas denganmu jadi aku pergi dulu," kata Lyra sambil keluar dari mobil.


Apapun yang berkaitan denganmu aku akan berusaha


terlibat sekalipun aku harus mati, tapi aku tidak bisa berjanji seperti orang itu (Ayah Reyhan) tanpa berkata apapun dia pergi begitu saja dan janjinya hanya tinggal janji. Batin Reyhan.


"Halo Bos iya dia sudah keluar dari mobil itu, apa langsung disikat saja. Diselidiki dulu oke, siap Bos," ujar seseorang dengan panggilan di ponselnya yang ternyata sedang mengintai Lyra.


Malam Hari....


"Hei kamu kenapa sih dari tadi aku perhatikan bengong mulu kayak kambing congek?"tanya Siska.


"Enggak kok, sok tahu," jawab Lyra.


"Apa si berondong berbuat hal jahat sama kamu?" tanya Siska.

__ADS_1


Kalau aku cerita nanti Siska pasti merasa heboh sendiri mending lain kali sajalah, Batin Lyra.


Tiba-tiba pandangan Siska mengarah pada pohon di depan rumah tampak sebuah bayangan manusia yang sedang menguping.


"Lyra, kamu lihat enggak yang di belakang pohon itu sepertinya ada orang yang lagi ngintip kita deh," kata Siska.


"Mana Sis? Aku enggak Lihat apa-apa," jawab Lyra sambil mengarahkan pandangannya pada pohon tersebut.


Tiba-tiba orang tersebut langsung lari. Siska dan Lyra terkejut melihatnya.


"Hei! Berhenti disana. Jangan lari kamu!" teriak Siska.


Lyra dan Siska berusaha mengejar orang tersebut namun gagal.


"Siapa sih pakai mengintip rumah orang segala jangan-jangan itu maling," kata Siska.


"Sepertinya enggak deh Sis, dia kayaknya mau memata-matai kita atau jangan-jangan dia suruhan Feronica lagi," jawab Lyra.


"Sudahlah jangan berfikir yang tidak-tidak, bagaimana mungkin itu suruhan Feronica memangnya dia tahu kalau kamu pacaran dengan Reyhan?" tanya Siska.


"Ya enggak sih, cuma dari gerak-geriknya itu sangat mencurigakan tahu," jawab Lyra.


"Ya sudahlah jangan difikirkan lagi, mending kita tidur yuk," ajak Siska sembari menarik tangan Lyra.


Merekapun masuk.


"Ya halo Bos, tadi saya mendengar mereka menceritakan tentang Reyhan, saya yakin salah satu dari mereka pasti ada yang berpacaran dengannya," ujar seseorang melalui telepon genggam sambil berdiri tepat di depan tempat tinggal Lyra dan Siska.


Keesokan Harinya....


Di sekolah


Reyhan memperhatikan Lyra dari kejauhan yang tampak sedang melahap makanannya.


"Hey bengong aja lu liatin siapa sih?" tanya Erick yang sedari tadi duduk bersama Reyhan.


"Feronica berulah lagi, menurutmu apa yang akan terjadi dengan Lyra jika dia tahu hubungan kami?"


tanya Reyhan balik.


"Yang jadi pertanyaan gua sama lu. Apa lu bakal diam seperti sebelum-sebelumnya? Ya secara kan lu masih menganggap si Fero sebagai sobat lu otomatis kan lu selalu mengalah. Tapi kalau korban dia adalah Lyra nih bagaimana tindakan lu?" tanya Erick dengan wajah yang serius.


Reyhan terdiam pandangannya tetap fokus pada Lyra.


Kenapa sih dia enggak ada kabar ngambek kali ya,ih harusnya aku yang ngambek ditanya malah enggak direspon dasar labil. Batin Lyra.


"Lyra, hei kamu kenapa sih diam terus tapi dahimu berkerut ada masalah ya?" tanya Siska.


"Enggak kok, cuma aku merasa mie nya agak asin ya," jawab Lyra.


"Asin? Asin darimana orang pas kok rasanya?" tanya Siska.


Asin seperti sifatnya yang aneh. Batin Lyra.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2