MY BERONDONG

MY BERONDONG
RINDU 1 ...


__ADS_3

Lyra menyandarkan tubuhnya ke salah satu sisi kursi ruang tengah rumahnya, sesekali ia melirik ke ponsel yang sedari tadi tak ada tanda-tanda pesan ataupun telepon dari Reyhan.


Apa dia sedang sibuk ya, atau tidur atau jangan-jangan dia keluar. Berbagai pertanyaan melanda batin Lyra.


Diambilnya ponsel yang sedari tadi terletak di atas meja. Karena penasaran apa yang sedang dilakukan Reyhan membuatnya berinisiatif mengirim pesan, akan tetapi baru mengetikkan beberapa kata ia menghapusnya kembali.


Ah mungkin dia sedang belajar, 2 hari lagi waktunya UAN biarkan sajalah ini juga demi kebaikannya untuk beberapa hari ini tahan rindu dulu. Batin Lyra mengurungkan niatnya.


Tiba-tiba kejadian di mobil mengacaukan pikirannya mengingat setiap detik perkataan Reyhan yang masih terngiang ditelinganya.


FLASHBACK ON


"Kenapa kamu senyam-senyum ?" tanya Reyhan keheranan.


"Tidak, aku tiba-tiba ingat perlakuan Hadi sama kamu kemarin," jawab Lyra sambil menahan tawanya.


Reyhan mengerutkan dahinya menatap kebingungan.


"Itu lho waktu dia mengayunkan tangannya ke wajahmu lalu memegang perut istrinya berharap anaknya mirip sama kamu. Kalau beneran mirip bukannya itu akan jadi bumerang buat dia sendiri ya apa kata saudara atau tetangga pasti mereka curiga dan menuduh Tika selingkuh iya, kan hahaha!" Tawa Lyra pecah.


"Apa kamu tidak penasaran sama anak kita nanti?" tanya Reyhan.


*Pertanyaan apa lagi ini? Kenapa malah menodongku dengan pertanyaan sejenis itu si*h. Batin Lyra bergumam.


"Kenapa diam?" tanya Reyhan lagi.


Lyra mendekati Reyhan tangannya mulai menyentuh tiap inti wajah Reyhan.


"Ya pasti hidungnya mancung, matanya bulat sedikit melengkung, alisnya lebat, bulu matanya lentik dan-


"Dan apa?" tanya Reyhan sambil menikmati sentuhan Lyra ke wajahnya.


"Dan bibirnya sexy seperti ayahnya," sambung Lyra.


"Kamu bilang bibirku sexy?" Reyhan mendongak bingung.


Lyra mengangguk membuat wajah Reyhan memerah, pandangannya langsung terfokus pada jalan yang di depannya bibirnya terbungkam tanpa bersuara lagi.


Apa ada yang salah dengan ucapanku yang mengatakan kalau bibirnya sexy. Batin Lyra.


Tak lama kemudian sampailah mereka di rumah Lyra lebih tepatnya di halaman rumah Lyra. Lyra melirik Reyhan, canggung dengan situasi tersebut membuatnya ingin cepat-cepat keluar akan tetapi saat akan membuka pintu, Reyhan dengan cepat menarik tangannya.


"Persiapkan hadiah kelulusan untukku, aku menunggunya," bisik Reyhan.


Lyra memelotot heran jantungnya yang sudah berdetak kencang karena Reyhan menarik tangannya dengan tiba-tiba, ditambah lagi bisikan Reyhan yang meminta hadiah. Yang jadi pertanyaannya hadiah apa?


FLASHBACK OFF.


"Hei melamun mulu Neng," ujar Siska mengagetkan Lyra meleburkan bayangan dipikiran Lyra.

__ADS_1


"Bagaimana hari ini?" tanya Lyra.


"Ya seperti biasa enggak ada kamu ya begini-begini aja," jawab Siska sambil menyandarkan tubuhnya ke sudut kursi yang berhadapan dengan Lyra.


"2 hari lagi UAN enggak terasa ya kita sebentar lagi balik kuliah," ujar Lyra.


"2 hari lagi bebeb Reyhan UAN dan lulus, dia bilang enggak mau kuliah di mana?" tanya Siska.


Lyra menggelengkan kepalanya.


Yang dia bilang dia akan menikahi ku begitu dia lulus nanti, ckckck pikirannya terlalu pendek bukan. Batinnya.


"Kemarin kami bertemu Hadi dan Tika lho? Sumpah aku malu banget waktu mereka mengira aku dan Redro pacaran kamu tahulah mereka itu pasangan ember terbocor sedunia," ujar Siska.


"Tapi sebenarnya kamu senang, kan?" tanya Lyra menyudutkan Siska.


"Ah kenapa tiba-tiba bertanya yang itu sih," kesal Siska.


"Hahaha aku cuma bercanda, ingatlah Sis kita sudah berteman lama terlihat jelas kalau kamu suka sama Redro," ujar Lyra.


"Apa terlalu kelihatan ya, memang aku suka sama dia. Tapi melihat sikapnya yang cuek membuat aku menyerah tapi Reyhan malah menyuruhnya antar jemput aku, gimana aku bisa lupa coba?" tanya Siska.


"Hmmm sekarang jalani saja dulu. Kalian 'kan baru juga kenal nanti lama-lama pastilah ada tumbuh benih-benih cinta. Intinya kamu yang sabar," jawab Lyra.


"Oke lah, kalau begitu aku mandi dulu ya badanku mulai lengket nih, Redro 'kan pembersih masa mau sama aku yang jorok," ujar Siska sambil berjalan menuju kamar mandi.


Lyra terkekeh menatap punggung sahabatnya yang bersemangat untuk membersihkan diri itu.


"Rey, serius banget belajarnya, gua disini sudah hampir sejam lebih lho. Gua saja yang enggak pintar-pintar amat biasa aja tapi kok lu yang real smart malah takut enggak lulus," ujar Erick sambil melemparkan bola mini ke dinding dan dipantulkan balik ke arahnya.


"Ini menyangkut masa depanku, Rick," jawab Reyhan sambil terus fokus pada buku-buku catatan di depannya.


"Masa depan? Heh semua orang tahu kali masa depan lu tu udah cerah dari lahir jadi gak perlu dengan nilai-nilai UAN begitu," timpal Erick.


"Kau tidak tahu apa-apa Rick, ini benar-benar harus mendapat nilai yang di atas rata-rata," jelas Reyhan.


"Memangnya kenapa? Nyokap lu mau balik ya?" tanya Erick penasaran.


Pertanyaan Erick sontak membuat tangan Reyhan berhenti menulis, ia pun menatap tajam ke arah Erick.


Ya elah bibir gua pake ceplas ceplos segala lagi kan aura membunuhnya keluar. Batin Erick ketakutan.


"Jangan membahas tentang dia padaku. Kau tahu jelas aku sangat benci hal-hal yang berhubungan dengannya," ujar Reyhan.


"Iya-iya habis gua penasaran tahu dengan alasan belajar lu yang serius itu, atau lu mau kuliah ke luar negeri ya. Jangan dong emang lu tega ninggalin sahabat lu yang tampan ini," jawab Erick.


Reyhan menghela napasnya mengabaikan perkataan Erick dan kembali aktifitas belajarnya yang sempat terhenti. Tiba-tiba ia melirik ponselnya, disentuhnya layar ponsel tersebut dan muncullah potret Lyra yang ia jadikan sebagai wallpaper. Senyumnya pun seketika terpancar.


Erick berjalan menuju ke arah Reyhan yang sedang belajar namun tiba-tiba sebuah poto yang terbalik di atas sebuah meja yang terletak di sudut kamar menarik perhatiannya. Ia dekati poto tersebut terkejutnya dia melihat poto kedua orang tua Reyhan yang tersenyum bahagia. Sebuah kalimat tulisan tangan Reyhan yang tertera di belakang foto tersebut seketika membuat Erick merasa sedih dan iba kepada Reyhan.

__ADS_1



Takut ketahuan oleh Reyhan, Erick meletakkan foto tersebut ke tempatnya semula lalu berjalan mendekati Reyhan yang serius belajar.


"Rey, lu punya masalah enggak?" tanya Erick sambil menggeser kursi pojokan ke samping Reyhan lalu mendudukinya.


Reyhan mengerutkan dahinya menatap heran dengan pertanyaan Erick yang ditodongkan padanya.


"Maksud gua selama gua bisa bantu akan gua usahakan. Jadi kalau lu ada masalah tak perlu sungkan, oke!" Senyum Erick seketika mengembang ketika melontarkan kata-kata yang sedikit mengharukan untuk sahabatnya itu.


Reyhan kembali meletakkan penanya, menyandarkan tubuhnya dan memutar otak memikirkan jikalau ada masalahnya yang bisa diatasi oleh Erick ia berusaha keras memikirkannya namun tak kunjung muncul. Erick pun seakan menyesal mengatakannya ia mengacak-acak ponselnya tiba-tiba sebuah pesan chat masuk dari grup whatsApp yang bernama Bad Boy. Saat Erick membukanya tiba-tiba wajahnya memerah padam.


"Gila si Neo ngapain ngirim video kayak gini?" tanyanya dengan heboh.


Reyhan tak mempedulikan suara Erick yang mengganggunya, ia berusaha fokus pada buku pelajarannya.


"Mana judulnya horor lagi CARA MEMUASKAN ISTRI, hahaha ini mah buat anak polos aja kalau gua sudah tahu kali, gini doang mah kecil," gumam Erick.


Perkataan Erick membuat Reyhan kembali berhenti menulis ditatapnya Erick dengan tajam membuat Erick menghentikan ocehannya.


"Iya-iya gua tahu maksud tatapan lu. Oke gua pulang sekarang, bye." Erick memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya dan bangkit dari duduknya.


"Tunggu sebentar. yang menyuruhmu pulang siapa? Kembali ke tempat dudukmu sekarang," ujar Reyhan.


Ya elah ngapain lagi sih ni anak pake nyuruh balik jangan-jangan gua mau dihajar lagi, mati dah gua. Batin Erick.


"Kau dengar tidak?" tanya Reyhan berusaha lembut.


Erick kembali ke tempat duduknya berusaha menyembunyikan ketakutannya.


"Ada apa lagi sih?" tanyanya berpura-pura santai.


"Ulangi judul video yang dikirim Neo tadi," perintah Reyhan.


"Ah cuma karena itu lu sensitif begini. Iya-iya hari senin gua pukul tuh si Neo karena udah salah kirim. Gua juga marah Rey sama dia, karena walau gimana pun itu dosa, kan," ujar Erick dengan memelas.


"Kau pasti pernah nonton yang begitu, kan," pancing Reyhan.


"Ya sesekali tapi setelah ini gak bakal lagi, suer deh Rey," jawab Erick.


"Ajari aku caranya," ujar Reyhan.


"Apa? Maksud lu cara berhenti menontonnya gitu, gua gak nyangka Rey lu pernah menontonnya." Tatapan Erick tampak tajam.


"Aku tidak pernah menonton video yang kau anggap sebagai kenikmatan itu, aku hanya ingin kau mengajariku bagaimana cara untuk memuaskan istri," jawab Reyhan.


"Apa?" Erick memelotot tidak percaya.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1



__ADS_2