
WARNING : INI HANYA TERUNTUK USIA 21+ TOLONG YANG MASIH DIBAWAH UMUR DI SKIP SAJA OK DAN BAGI YANG JOMBLO UNTUK KE SEKIAN KALI AKU MERASA PRIHATIN πππ.
Reyhan duduk di tepian kolam yang berada di balkon kamarnya. Ia terus menatapi bintang-bintang yang berada di langit ditambah bulan yang terlihat sangat terang. Reyhan selalu tersenyum setiap kali ia melihat hiasan langit tersebut. Karena alam ciptaan Tuhan yang paling ia kagumi adalah bulan dan bintang menurutnya itu senyuman ayahnya dari surga.
"Kalau papa pergi jauh lihatlah bintang-bintang itu maka papa sedang ada di sana melihatmu di sini, jangan pernah bersedih karena papa selalu ada di sampingmu, menemanimu melakukan apapun jika kamu membutuhkan, papa di sampingmu." Perkataan ayahnya yang tak luput dari ingatannya.
BYURRR!
Tiba-tiba Lyra yang melompat ke dalam kolam membuatnya terkejut dan langsung membuyarkan lamunannya. Bukan hanya itu saja ia juga dikejutkan dengan penampilan Lyra yang hanya memakai bra dan celana dalam dengan warna senada yaitu warna merah.
Lyra terus berenang menikmati air yang membasahi tubuhnya tanpa peduli dengan tatapan tajam Reyhan terhadapnya. Reyhan langsung menghabiskan susunya, lalu melompat ke kolam berenang menghampiri Lyra yang sudah berdiri di tepian kolam yang atasannya terbuat dari kaca sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya.
"Wah semuanya jadi terlihat kecil dari sini. Itu jalannya kenapa nampak indah begitu? Kerlap-kerlip lampunya sangat menakjubkan," gumam Lyra yang tiada hentinya merasa kagum.
"Apa kamu senang?" tanya Reyhan.
"Banget ini impianku dari dulu, kalau aku punya rumah sekecil apapun aku ingin ada kolam renangnya, sekarang malah dikasih lebih. Aku sangat bersyukur seribu kali lipat." Tersenyum senang.
Reyhan tersenyum melihat wajah riang istrinya tapi bukan itu yang ingin ia tanyakan. Penampilan Lyra yang begitu sexy sangat menggoda Reyhan yang memiliki birahi seperti manusia lainnya. Reyhan memeluk pinggang Lyra dari belakang ia mencium rambutnya yang beraroma semerbak.
"Jadi, selain kolam apa lagi yang kamu inginkan di dalam rumah?" tanya Reyhan mengendus pelan sambil terus menciumi kepala Lyra dan mulai turun ke samping lehernya.
Ah sepertinya dia sedang bernafsu padahal aku tidak berniat menggodanya. Tetapi sepertinya malam ini aku benar-benar akan dilahap habis olehnya. Batin Lyra yang mulai menggeliat merasa geli dengan perlakuan lembut Reyhan terhadap salah satu tubuh sensitifnya.
Lyra melepaskan pelukan tangan Reyhan yang semula melingkar di pinggangnya. Ia kembali berenang meninggalkan Reyhan secepat mungkin. Karena terlanjur diburu nafsu yang mulai menyiksanya, Reyhan berenang mengejar Lyra ia menarik tangan Lyra lalu membuatnya tersender ke tepian kolam. Napas Lyra yang tersenggal-senggal tidak ia pedulikan lagi.
Dengan cepat Reyhan mengulum bibirnya tanpa tempo sedikitpun.
Dia seperti kerasukan dan ini apa kenapa sangat terasa keras sekali. Batin Lyra merasa aneh di bawah sana yang menusuk vitalnya.
Reyhan yang mulai mahir terus mengulum bibir Lyra dengan rakusnya. Ia pun menggendong tubuh Lyra menaiki tangga penghubung kolam dengan lantai darat. Lyra hanya bisa diam wajahnya terlihat bingung apalagi yang akan Reyhan lakukan padanya.
__ADS_1
Reyhan membaringkan Lyra ke atas tempat tidur, ia kembali pada aktifitasnya semula tanpa pernah bosan memainkan bibir Lyra yang sangat menggodanya selama ini.
Gila bra dan celana dalamku basah begini masa iya harus dilanjutkan tanpa memberiku waktu menggantinya. Batin Lyra.
Mengerti dengan jeritan hati Lyra, Reyhan pun mulai membuka pengait bra Lyra lalu membuangnya ke sembarang tempat, begitu juga dengan celana dalamnya.
Oh tidak itu barang mahal tahu aku belinya pun karena diskon, Reyhan kamu membuatku marah. Batin Lyra melirik ke arah depan pintu tempat dalamannya dicampakkan Reyhan.
"Ahh...Ahh...Ahhhhh." Lyra mulai mendesah begitu Reyhan memainkan gunung kembar miliknya
Salah satu tangannya terus mencengkeram sprei dan satunya lagi mencengkeram kepala Reyhan merasakan sensasi yang Reyhan lakukan pada tubuhnya. Ia terus menggeliat ke kanan-kiri serta atas dan ke bawah.
Hingga ia merasakan sesuatu basah di bawah sana. Namun tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa ketika Reyhan mulai memasukkan miliknya pada Lyra.
"Ahhhhhhhh!" Jeritan Lyra yang membuat Reyhan berhenti dan mengeluarkan miliknya.
"Apa itu sangat menyakitimu?" tanya Reyhan langsung memeluk Lyra.
"Kalau baru melakukannya awalnya memang begitu nanti juga akan enakan kok," jawab Lyra dengan napas yang tersenggal-senggal.
"Sudah jangan dipedulikan hanya untuk hari ini saja selanjutnya tidak akan seperti itu lagi," jawab Lyra lalu mengecup bibir Reyhan. Ia tidak ingin membuat Reyhan sedih dan merasa bersalah.
Apapun itu akan aku lakukan karena bahagiamu salah satu anugerah bagiku. Batin Lyra.
"Sudahlah lain kali saja, aku-"
Belum selesai Reyhan berbicara Lyra langsung berbalik membuat Reyhan telentang dan ia menaikinya, Lyra terus menciumi leher Reyhan bahkan telinganya dengan menjulurkan lidahnya.
Tak tahan dengan aksi Lyra, Reyhan pun bangkit kembali ia memasukkan miliknya pada daerah sensitif milik Lyra. Jeritan kesakitan hingga gumaman Lyra berusaha ia abaikan karena ini akan segera berakhir. Dan benar saja sampailah mereka pada puncak kenikmatan Reyhan menyemburkan bibit-bibit cinta miliknya ke dalam daerah sensitif Lyra. Ia pun tergulai lemas di atas tubuh Lyra. Napas mereka saling beradu begitu kuatnya.
Reyhan menatap wajah Lyra yang ia tindih, Lyra tanpa hentinya mengusap rambutnya pelan. Keringat mereka mengalir dan menyatu. Reyhan memperhatikan tubuh polos Lyra yang putih bersih serta perut kecilnya yang kembang kempis dengan tempo pelan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang," ucap Reyhan.
"Ah hahaha sama-sama," jawab Lyra sambil tertawa pelan karena merasa lemas.
"Kita mandi yuk," ajak Reyhan lalu mengecup kening Lyra.
"Tidak kamu saja yang duluan aku mau membersihkan ini," jawab Lyra sambil menunjukkan sprei yang bercak darah kental miliknya.
"Darah? Kenapa ada darah?" Memelotot heran.
"Karena selaput daraku pecah itu menandakan aku sudah tidak perawan lagi. Ini kan ada di pelajaran biologi, masa kamu tidak tahu?" Menatap heran pada Reyhan.
"Aku pernah mendengarnya di dalam pelajaran IPA tapi aku tidak fokus dalam hal ini. Karena aku pernah berpikir tanpa wanita aku bisa menjalani hariku sendiri, dan selang beberapa hari tawuran pun terjadi peristiwa yang membawamu datang padaku."
"Hmmm kedengarannya kamu langsung seperti kemakan omongan sendiri, tak tanggung-tanggung datangnya selang beberapa hari, salut aku," jawab Lyra menyindir Reyhan.
"Tapi aku bersyukur karena itu kamu, Lyra Nayra istri Reyhan Almirza," ujar Reyhan lalu mengecup kening Lyra. Rona malu pun menghiasi pipi wanita itu.
"Baiklah sekarang kamu mandi gih aku harus mengurus ini terlebih dahulu, oke." Lyra pun bangkit ia berusaha menahan perih vaginanya. Ia tidak mau Reyhan khawatir akan hal sekecil itu.
"Aku mau nya kita mandi bareng dan untuk sprei ini biar aku yang tangani," ujar Reyhan.
"Kamu mau menyuruh para bibi melakukannya kan, Rey hal pribadi seperti ini tidak usah melibatkan orang lain, sangat memalukan," jawab Lyra.
"Yang mengatakan melibatkan mereka siapa? Aku akan membersihkannya dengan tanganku sendiri dan ayo kita mandi bersama, berhenti menggodaku dengan tubuhmu itu, aku takut akan melakukannya lagi." Mengalihkan pandangannya dari tubuh Lyra.
Lyra berjalan ke arah kamar mandi berusaha terlihat normal karena ia merasakan perih di setiap langkahnya. Reyhan pun berjalan menghampiri Lyra. Dan malam itu berakhir dengan adegan mandi bersama dengan rasa malu-malu yang berusaha mereka sembunyikan. Maklum masih pertama π.
MAAF LAMA REVIEWNYA LAMA GENGS...π€£π€£
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca maaf up nya lama author sedang sibuk dan tubuh memang dropπ₯ tapi sekarang sudah mendingan kok π€ terima kasih dukungan kalian. Luv u readers.