
Reyhan mendekatkan wajahnya pada Lyra dan membuat mata Lyra tak berkedip serta detak jantungnya yang berdetak semakin cepat Lyra pun menahan nafasnya.
Dan....
Bruk!!!
Reyhan melompat dari tempat tidur seketika membuat Lyra terkejut.
"Kamu kenapa? Tiba-tiba lompat, membuatku kaget saja?" tanya Lyra sambil memegang arah jantungnya.
"Ssst, ada yang mau datang kemari," jawab Reyhan sambil duduk di kursi sebelah tempat tidur.
"Apaan sih, kamu kira aku percaya." Lyra memelototkan kedua matanya.
Tok! Tok! Tok!
Seorang suster masuk beserta Vanes dan keluarganya mengikuti.
Sejenak Lyra terpaku dan merasa tidak percaya ia terus mengucek-ucek matanya.
"Maaf Mbak dan Mas ada yang mau berkunjung katanya keluarga Mbak ya," ujar suster tersebut.
"Ah iya Sus terima kasih sudah mengantar keluarga saya kemari," jawab Lyra.
Suster pun membalas ucapan Lyra sambil tersenyum lalu beranjak keluar.
"Lyra gimana lukanya masih sakit Nak?" tanya paman dengan mata yang berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, sudah mendingan kok Paman. Sebentar lagi sudah bisa pulang kok," jawab Lyra.
Vanes tampak gugup sesekali ia melirik ke arah Lyra dan sesekali menunduk sementara itu tampak juga ibunya ingin mengatakan sesuatu namun tertahan karena adanya Reyhan yang terus memperhatikan.
"Lyra maafkan pamanmu yang sudah lalai menjaga kamu. Seharusnya paman lebih baik lagi dalam mendidik Vanes kalau bukan karena dia kamu tidak akan seperti ini Nak," kata paman serta isak tangis mengiringi.
"Paman semua sudah terjadi disesali juga tidak ada artinya ini tidak ada hubungannya dengan Paman akunya saja yang tidak hati-hati..., Hahaha." Tawa Lyra mencoba menghibur Pamannya yang merasa bersalah.
"Ka-ka kalau begitu bagaimana denganku?" Vanes mencoba memberanikan diri meskipun dengan suara terputus-putus.
Lyra menatap dalam pada Vanes diperhatikannya jemari sepupunya yang bergetar.
"Vanes mau berapa kalipun kamu menjailiku aku akan terima karena dari dulu sampai sekarang kamu itu adikku tapi kali ini aku merasa sangat marah karena akibat kejailanmu kamu jadi kena imbasnya. Jadi kalau kelak kamu mau menjailiku pastikan kamu aman dulu ya," jawab Lyra sambil menepuk pundak Vanes.
Tangisan Vanes pecah ia mengangguk kemudian memeluk Lyra.
"Lyra sekarang tante pasrah kamu mau tampar tante maki tante tidak apa. Tante sudah sangat kejam memperlakukanmu selama dengan kami dan sekarang Tante akan terima balasan apapun dari kamu hukumlah Tante Nak asalkan kamu ikhlas memberi maaf." Isak tante sambil bersimpuh.
"Tante anak mana yang akan menghukum ibunya yang sudah membesarkannya meskipun bukan darah dagingnya Tante, perlakuan dan pertolongan Tante tidaklah sebanding sejak mama dan papa enggak ada tante yang mengurus keperluan Lyra jadi kalau Lyra kurang baik sudah sepatutnya tante menegur." Lyra menahan air matanya agar tidak keluar.
Segera tante bangkit dan langsung memeluk dan menciumi Lyra disusul oleh Vanes dan paman.
__ADS_1
Aku merasa sedang menonton drama Azab. Batin Reyhan.
Sementara itu....
"Hah kemarilah! Lihat pemandangan dari sini terlihat indah bukan," seru Siska.
Redro membuka jasnya dan seketika membuat Siska bergejolak ria.
Tubuhnya kenapa terlihat bidang ya kalau dibuka pasti otot-ototnya wow uuh membuatku berfikiran kotor saja hihi. Batin Siska.
"Ngomong-ngomong bagaimana kamu bisa bertemu dengan Reyhan?" tanya Siska sambil duduk disisi balkon.
"Maaf, Nona bisa tanya langsung pada den Reyhan langsung," jawab Redro singkat.
"Tinggal jawab saja apa susahnya? Aku mau mendengar jawabanmu bukan Reyhan," kata Siska sedikit kesal.
"Apapun jawaban den Reyhan itu jawaban saya," jawab Redro.
"Ya sudahlah kalau harus tanya Reyhan. Bicara denganmu juga bagaikan bicara dengan tembok buang-buang waktuku saja," kesal Siska.
Redro terdiam dia hanya mengikuti Siska yang berjalan turun dari balkon dengan wajah kusut.
***
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? " tanya Lyra.
"Kamu jelek," jawab Reyhan.
"Kamu terlihat jelek kalau sedang menangis aku tidak suka melihatnya jadi kalau berada disekitarku jadilah cantik dengan cara tidak pernah menangis," jawab Reyhan sambil menghapus air mata Lyra yang masih mengalir.
"Ya karena kamu tidak pernah mengalami hal yang seperti tadi, kamu tahu tidak hari ini aku sangat bersyukur, dengan adanya musibah seperti ini rasa persaudaraan yang tadinya retak utuh kembali," kata Lyra.
"Jadi apakah ada yang perlu kamu berikan sebagai rasa bersyukurmu itu. Aku akan menerimanya dengan sepenuh hati?" tanya Reyhan mendekatkan wajahnya pada Lyra.
"Hentikan wajah nakalmu itu dan menyingkirlah dari hadapanku. Aku sedang tidak ingin memikirkan hal aneh lagi," jawab Lyra sambil mendorong wajah Reyhan dengan jarinya.
"Kalau aku serius apa kamu mau memberikannya?" tanya Reyhan lagi.
"Aku bilang menyingkir!" teriak Lyra.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka tampak Siska dengan wajah khawatirnya masuk.
"Ada apa ini? Kamu kenapa?" tanya Siska.
"Ehm karena kak Siska sudah datang, aku keluar dulu ya jangan manja lagi ya," kata Reyhan sambil mencubit pelan hidung Lyra.
"Jangan terlalu merindukan aku ya, aku disini menjaga kamu jadi bahagialah," bisik Reyhan sambil tersenyum nakal.
"Kak Siska saya permisi dulu. Maaf sudah merepotkan," ucap Reyhan sambil beranjak keluar.
__ADS_1
Siska menatap ke arah Lyra yang terlihat salah tingkah.
"Ehm muka kamu merah sudah kayak udang rebus hahaha..., sampai segitunya," goda Siska.
"Ih kamu ini enggak tahu apa-apa sudah beranggapan yang tidak-tidak," kesal Lyra.
" Aku kemari bareng Redro lho, kamu tahu enggak se kaku-kakunya si Reyhan lebih kaku lagi si Redro serius dibuat merinding aku," jelas Siska sambil duduk di atas kursi yang di dekat ranjang.
"Jangan bilang kalau kamu suka sama dia," goda Lyra.
" Hah suka? Eggak tuh orang kayak dia mah buat bingung saja dia mau apa kita enggak tahu kan kesal." Siska mengerutkan dahinya.
Siska? mau bagaimanapun kamu menyembunyikannya aku tetap tahu kalau kamu ada rasa sama dia. Batin Lyra.
Sementara itu....
"Bagaimana kerjaan kamu hari ini?" tanya Reyhan dengan wajah serius.
"Saya membawa nona Siska makan dan mengikutinya kemanapun Den," jawab Redro.
"Dimana Erick? Apa ada masalah dengannya? Dari tadi aku menghubunginya tapi tidak aktif?"
tanya Reyhan.
"Yang saya tahu dia dikurung karena telah menyakiti salah satu pacarnya yang ternyata anak rekan bisnis ayahnya," jawab Redro lagi.
"Hmm mulai sekarang kamu harus memperhatikan gerak-gerik Fardan lebih dekat lagi jangan biarkan dia mendekati Siska dan Lyra lagi!" tegas Reyhan.
"Baik Den," jawab Redro.
Fardan aku yakin kau tidak sebaik yang kau tampilkan dan aku merasa kau mengincar aku . Batin Reyhan.
Malam hari.
"Kamu tahu tidak kalau kamu gemuk kecantikanmu bertambah 30 persen," ujar Reyhan sambil menyuapi Lyra.
"Hmmm kamu ini habis makan apa sih? Tiba-tiba eror mu bertambah menjadi level atas," kata Lyra.
"Aku serius kamu itu beneran cantik apalagi kalau kamu gendut," sambung Reyhan lagi.
"Kamu juga akan menjadi sangat tampan apalagi kalau kamu hentikan gombalan recehmu yang tidak ada lucunya itu," kesal Lyra.
"Apa menurutmu aku ini tampan?" tanya Reyhan.
"Wah pertanyaan seperti apa ini? Kamu ini lagi butuh pujian ya?" tanya Lyra balik.
"Aku serius apa menurutmu aku ini tampan?"
BERSAMBUNG......
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR