
"Lyra, bolekah aku minta sesuatu padamu?" tanya Reyhan.
"Apa?" tanya Lyra dengan wajah memerah.
"Ah sudahlah kamu tidur saja, kamu harus jaga kesehatanmu dengan baik," jawab Reyhan mengurungkan niatnya.
"Sebenarnya kamu mau bilang apa? Jangan buat aku penasaran dong, kamu tahu tidak kata orang-orang terdahulu kalau ada yang mau disampaikan mending langsung saja daripada mengurungnya. Itu bisa menyebabkan jodohmu lambat datangnya," kata Lyra yang sudah sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan Reyhan.
"Kamu ini umur berapa sih? Percaya dengan hal seperti itu sekarang juga aku bisa menikahimu, Lyra kita sudah lama berjodoh jadi tidak akan ada yang menjauhkan jodoh hanya karena takhayul enggak jelas begitu," jawab Reyhan dengan penuh keseriusan.
"Kalau seandainya terbukti bagaiman? Mungkin kamu merasa biasa saja karena tinggal pilih wanita sesuka hati berbeda denganku siapa yang mau itu yang aku nikahi," kata Lyra dengan suara merendah.
"Siapa yang akan menikahimu selain aku, Lyra kamu dan aku tidak boleh ada campur tangan orang lain aku tidak akan segan-segan menghilangkannya bagaimanapun caranya," jawab Reyhan.
"Uuh kamu benar-benar bisa melakukan apa saja ya. Aku jadi berpikir ada 1 hal yang tidak bisa kamu lakukan, Rey biar bagaimanapun kamu pasti punya kelemahan karena manusia tidak ada yang sempurna," kata Lyra.
"Apa itu?" tanya Reyhan sambil bersandar dan menyilangkan kedua tangannya.
"Rahasia hahaha aku tidur dulu ya benar kata kamu aku harus cepat sembuh karena banyak yang harus kita lakukan," jawab Lyra seraya menutup kedua matanya.
Reyhan melihat ke arah Lyra yang sudah terhanyut dalam mimpi indahnya. Ia pun bangkit dan merapikan selimut Lyra yang acak tak lupa juga ia mencium keningnya.
Kamu benar aku memang punya kelemahan yaitu kamu Lyra, aku tidak tahu kapan aku menyadarinya tapi yang pasti aku merasa kita tidak boleh berpisah sampai akhir. Batin Reyhan sambil menatap dalam kepada kekasihnya itu.
*****
Lyra membuka matanya secara perlahan saat akan menggerakkan tangannya barulah ia sadar ada Reyhan yang tertidur diatas kursi tepat disampingnya.
Lyra mengelus lembut kepalanya.,
*Kamu tahu tidak saat ini kamu terlihat seperti anak kucing yang manja bukan Reyhan yang dingin biar bagaimanapun kamu selalu saja mencuri hatiku terimakasih Re*y. Batin Lyra.
Sadar karena ada yang mengelus kepalanya Reyhan pun terbangun dilihatnya Lyra yang menyambutnya dengan senyuman dan itu membuatnya salah tingkah.
Reyhan bangkit dari duduknya seperti mencari sesuatu dan Lyra dibuat keheranan karena tingkahnya itu.
"Kamu kenapa? Lapar ya?" tanya Lyra.
"Tidak aku merasa suhu AC-nya terlalu tinggi, ini terasa sangat dingin," jawab Reyhan memperhatikan suhu AC.
"Ini standar kok aku malah berpikir ini suhunya kurang pas," Sela Lyra.
__ADS_1
Lyra benar suhunya normal, tapi kenapa aku merasa kedinginan. Batin Reyhan.
"Reyhan kemarilah," panggil Lyra sambil melambaikan tangannya.
Reyhan meletakkan remot AC tersebut dan berjalan ke arah Lyra.
"Kemarikan tanganmu," kata Lyra.
Tanpa ragu Reyhan menuruti perkataan Lyra.
*Dia benar-benar kedinginan apa jangan-jangan akan demam aku baru sadar aku baru mengelus tangannya sangat lembut. Batin Lyra sambil menggesek-gesekkan kedua tangannya dengan kedua tangan Reyhan.
Seketika Reyhan merasa menggigil kulit putihnya berubah kemerahan dan itu membuat Lyra merasa panik.
"Sepertinya kamu ini mau demam lebih baik periksa saja," kata Lyra berusaha bangkit dari tidurnya.
"Akh!" teriak Lyra yang terkejut karena Reyhan tiba-tiba langsung menindihnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Lyra dengan bibir bergetar.
"Kita sudah berpacaran bisakah kamu membantuku sekali ini saja. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi," jawab Reyhan dengan bibir yang menggigil akibat kedinginan.
"Maksud kamu apa? Reyhan jangan-"
Tubuh Reyhan pun ambruk tepat di samping Lyra.
Gila jantungku hampir copot, tadi aku kira dia ingin meminta yang aneh-aneh ternyata cuma mau minta tidur disampingku dasar Reyhan selalu membuatku was-was saja. Batin Lyra sambil menepuk-nepuk bagian dadanya.
Reyhan memejamkan matanya Lyra menyelimuti tubuhnya. Merekapun saling berhadapan, Reyhan membuka matanya pelan terlihat Lyra sedang memandanginya, karena merasa salah tingkah Reyhan ingin bangkit namun ditahan oleh Lyra. Lyra mendekati nya dan memeluk pinggangnya dan menyandarkan wajahnya di dada bidang Reyhan. Dengan sedikit ragu Reyhan mengelus kepala Lyra lalu menciumnya.
Ternyata dia sedang mengalami puber haha aku merasa dia lumayan agresif juga tapi untungnya masih bisa ditahan. Batin Lyra sambil tersenyum.
DI SISI LAIN....
Vanes menggenggam ponselnya berniat ingin mengirim pesan pada Lyra dia mengetik beberapa kalimat namun menghapusnya kembali ia melakukannya berulang kali.
Aku yang jahat seperti ini apa pantas dimaafkan? Batin Vanes sambil menangis dengan menyembunyikan wajahnya di kedua sisi lututnya.
"Vanes kenapa Nak?" tanya Mama Vanes sambil memeluk tubuh anaknya itu.
"Ma, apakah aku pantas diberi kata maaf atas apa yang aku lakukan padanya?" tanya Vanes menyeringai.
__ADS_1
"Mama tidak tahu Nak, mama juga sudah sangat keterlaluan dia yang baik begitu mama sia-siakan," sesal Mama Vanes teringat perlakuan buruknya kepada Lyra.
"Kalian kenapa seperti ini? Apa yang terjadi?" tanya ayahnya Vanes (paman Lyra) yang tiba-tiba masuk dan mendapati istri dan anaknya yang sedang menangis hebat.
"Mas, kenapa penyesalan selalu datang terlambat Mas orang yang baik seperti dia kami sia-siakan hingga mendapat kejadian seperti ini?" Tangisan mama Vanes pecah.
Seketika air mata ayahnya berderai melihat Istri dan putrinya yang saling berpelukan dalam isak tangis, menyesali perbuatan jahat mereka terhadap Lyra.
"Syukurlah kalian sudah sadar, ini belum terlambat. Kita akan menjenguknya di rumah sakit siang ini," jawab ayah Vanes sambil memeluk mereka.
"Tapi kalau kak Lyra tidak bisa memaafkan kami bagaimana Ayah? Vanes tidak mau dihantui rasa penyesalan, Vanes tidak tahan Ayah?" Rengek Vanes.
"Tidak akan Nak, kakakmu Lyra bukan orang yang seperti itu. Dia memiliki hati yang besar aku sangat mengenalnya karena dia kakak kamu," jawab ayah Vanes sambil terbayang senyum ceria Lyra.
DI SEKOLAH....
"Siska!" teriak Fardan dari kejauhan sambil berlari kearah Siska.
"Ah Kak Fardan, ada apa Kak?" tanya Siska sedikit canggung.
"Itu, Lyra bagaimana kabarnya?" tanya Fardan sambil menggaruk pelan kepalanya.
"Alhamdulillah dia sudah agak mendingan," jawab Siska.
"Sebenarnya Lyra sakit apa sampai harus istirahat 2 minggu?" tanya Fardan penasaran.
"Maaf Kak aku tidak bisa mengatakannya karena Lyra tidak ingin ada orang yang tahu," jawab Siska sambil tersenyum tipis.
"Maaf ya, sebenarnya aku merasa sedikit ada yang janggal, karena absennya Lyra dan Reyhan bisa samaan seperti itu membuatku berfikir jangan-jangan mereka...." Fardan menatap curiga.
"Jangan-jangan apa Kak?" tanya Siska dengan wajah yang mulai gugup dan tidak tenang.
"Jangan-jangan mereka buka les privat gitu karena kan sebentar lagi UN ya aku juga merasa bertanya-tanya kenapa Reyhan izin 2 minggu lamanya dengan alasan yang sangat dirahasiakan dan si Feronica yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak kan kenapa semua terjadi secara bersamaan dan-"
"Maaf Kak aku tidak bisa temani Kakak ngobrol aku harus pulang sekarang karena masih banyak hal yang harus aku urus, permisi kak," ujar Siska sambil berjalan cepat menjauhi Fardan.
"Dan aku juga bingung kenapa akhir-akhir ini kamu sering pulang bareng Erick sahabat Reyhan ini pasti ada kaitannya, aku harus menyelidikinya," gumam Fardan sambil menatap sedikit sinis ke arah Siska yang sudah berjalan jauh memunggunginya.
Sekarang aku bertambah yakin dengan perasaanku yang sudah hilang terhadapmu kak Fardan. Kita memang tidak akan bisa bersatu sejujurnya aku cukup lega dengan ini, aku harus belajar mencintai diriku sendiri. Batin Siska sambil menatap ke depan, dari kejauhan ia melihat Redro berjalan ke arahnya
Atau orang lain yang akan mencintaiku. Sambung Siska sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Redro.
__ADS_1
BERSAMBUNG......
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like, komen dan Vote dukung terus ya sampai akhir luv u Readers...