MY BERONDONG

MY BERONDONG
AKU MULAI MENCINTAIMU......


__ADS_3

"Maksudnya? Hadiah ya?"


"Hmm aku harap sesuatu yang berkesan."


"Sesuatu yang berkesan?" 😲


"Tunggu sebentar, ada apa dengan ekspresi itu? Jangan bilang berpikir yang aneh-aneh lagi, tolong berhentilah untuk hal seperti itu tidak baik untuk pertumbuhanmu."


"Apa? Pertumbuhanku? Kamu lupa ya kalau aku jauh lebih tua darimu. Pakai ngatain aku seperti itu lagi. Oh aku kesal sekali," ujar Lyra sambil mengibaskan tangannya.


"Pertumbuhanmu hanya di usia, tapi tidak dipikiran yang masih jalan ditempat," jawab Reyhan.


"Hmmm bagaimana denganmu? Menyukai perempuan tua yang pikirannya jalan ditempat," sindir Lyra.


"Itulah kehebatanmu, tapi aku sangat bersyukur dengan sikapmu yang seperti itu, karena menyukai aku yang seperti ini," jawab Reyhan menatap Lyra.


Ada apa dengannya? Harusnya aku yang beruntung dari banyaknya kelemahan yang aku punya. Dia datang dengan kelebihan yang dia punya menyatu mengubah semuanya menjadi indah, Reyhan jika ditanya apa itu anugerah dalam hidupku aku akan menyebut namamu, Reyhan Almirza. Batin Lyra.


"Kamu tahu itu kehebatanku. Apa kamu menyesalinya?


Atau kamu ikut menjadi seseorang yang begitu gila karena aku," jawab Lyra membalas tatapan Reyhan.


Reyhan mengangguk.


"Aku akan menjadi seribu kali lipat gilanya karenamu bukan hanya itu aku kira sekarang rasa sukaku padamu sudah mulai berubah," sambung Reyhan.


"Maksudmu sudah berkurang,"


"Tidak sama sekali ibarat bola es yang menggelinding dari atas kebawah gunung semakin menggelinding semakin membesar, Lyra aku mulai mencintaimu," jelas Reyhan sambil menghentikan mobilnya.


"Apa? Cinta? Itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikatakan, aku rasa kamu belum cukup umur untuk mengenal apa itu cinta, kamu belum mengerti,"


sela Lyra.


"Kamulah yang belum mengerti karena kamu tidak merasakannya disaat denganku kamu masih hanya sebatas menyukaiku," jawab Reyhan kembali menyetir mobilnya.


Lyra mengalihkan pandangannya,


Kamulah yang tidak tahu aku yang lebih dulu mengenal cinta dan aku merasakannya disaat denganmu. Hanya saja saat ini aku tidak bisa mengatakannya karena seorang wanita akan ditinggal begitu sang pria mengetahui bahwa wanita itu sangat mencintainya, bagaimanapun besarnya cintamu padaku kamu tetaplah manusia biasa yang suatu hari akan merasa bosan. Batin Lyra.


Tiba-tiba seorang anak kecil muncul dan membuat Reyhan mengerem hebat, segera Reyhan turun dan untungnya tidak terjadi masalah serius. Mereka yang ramai di depan mobil tampak memuji Reyhan yang tampan dan lembut.


Terlebih lagi kamu yang seperti itu, bagiku kamu laki-laki yang akan mudah mendapatkan banyak wanita dengan mudah. Batin Lyra lagi yang sedang di dalam mobil memperhatikan Reyhan tersenyum dan membuat mereka yang disana tersipu.


Reyhan kembali masuk dan mulai menyetir mobil Lyra memperhatikan wajah Reyhan.


"Kamu benar-benar enggak ada bosannya melihatku ya," ujar Reyhan.


"Kamu begitu tampak senang. Apa mereka memujimu setinggi langit? Hingga membuat bibirmu masih tersenyum seperti itu," sindir Lyra.


"Tentu saja mereka memujiku seperti itu tapi bukan itu yang membuat aku sesenang ini,"" sela Reyhan.


Lyra mengerutkan dahinya.


"Jadi apa?" tanyanya penasaran.


"Saat aku menggendong anak perempuan tadi, serasa seperti aku menggendong putriku sendiri. Aku berpikir sudah menjadi seorang ayah, kamu lihat enggak saat dia menyandarkan kepalanya dengan manja di dadaku membuatku mengerti perasaan seorang ayah yang memiliki putri walau hanya sebentar," jelas Lyra.

__ADS_1


"Kamu terlalu-"


"Seandainya aku sudah menyelesaikan pendidikanku dan bisa menghasilkan uang aku akan menikahimu dan akan memiliki putri yang cantik sepertimu," kata Reyhan memotong pembicaraan Lyra.


"Sebenarnya kamu ini bicara apa?" tanya Lyra.


"Seandainya saat ini aku melamarmu. Apa kamu mau menerimanya?" tanya Reyhan serius.


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya soal itu lagi?" tanya Lyra balik.


"Dari tadi kamu tampak ragu dengan perasaanku. Dari setiap perkataanmu, Lyra aku tahu kamu takut suatu saat perasaanku berubah padamu, bukankah begitu?" tanya Reyhan.


Kenapa dia tahu akan hal itu. Apa dia diam-diam belajar meramal? Batin Lyra bingung.


"Lyra aku bukanlah seseorang yang mudah jatuh cinta dan mudah juga merubahnya. Aku bukanlah sosok murahan seperti itu, saat ini aku memang belum bisa memberikan bukti apa-apa tapi suatu hari nanti kamu akan tahu jika satu-satunya perempuan yang aku pandang dengan hatiku hanya kamu seorang," jelas Reyhan.


"Kamu ini sudah bisa menggombal seperti itu, apa Erick yang mengajarimu?" tanya Lyra.


"Untuk ke sekian kalinya aku bukan orang yang seperti itu. Mengobral janji dengan kata-kata. Saat ini aku bisa saja membuktikannya tapi kamu yang belum siap dengan alasan aku belum punya apa-apa, Lyra kamu sendirilah yang plin-plan," sambung Reyhan.


Perlahan-lahan segaris senyuman terlukis di wajah Lyra.


Dan untuk kesekian kalinya kamu membuatku gerah dengan kata-kata dinginmu yang sederhana tapi berarti bagiku. Batin Lyra.


Malam Hari.....


Lyra membuka ponselnya yang beberapa hari tidak aktif karena sempat direbut oleh Feronica saat menyekapnya.


Drrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrrt


Reyhan : "Kamu dimana? Tunggu aku sebentar aku akan menjemputmu, bersabarlah maafkan aku jika aku terlambat."


"Feronica berani kau menyentuhnya akan ku habisi kau, jangan menyentuhnya sedikit pun aku bisa berbaik hati sedikit tapi kalau kau berani jangan


harap keluargamu bisa hidup tenang."


Siska : "Lyra kamu masih bareng Vanes ya, jangan pulang larut malam dan jangan beli makanan luar aku sudah memasakkanmu makanan lezat cepatlah pulang ini akan habis."


"Lyra ini sudah jam berapa? Kamu dimana? Aku bareng Reyhan mencarimu semoga tidak terjadi apa-apa."


Fardan: "Bisa ketemu sebentar. Kalau sudah baca pesan dariku, tolong hubungi aku."


"Ehm senyam senyum liatin apa sih?" tanya Siska.


"Ih kamu tiba-tiba nongol masuk ke kamar orang sudah kayak maling saja," ujar Lyra


"Iya deh tuan putri Lyra sedang lihat apa? Kok serius amat" ledek Siska.


"Tuan putri Lyra? Kok kedengarannya enggak tulus ya," sindir Lyra.


"Ah kamu ini dijahatin salah dibaikin juga salah, maunya apa sih?" kesal Siska.


"Apa saja. Kalau Siska mah aku akan terima dengan senang hati," jawab Lyra.


"Nah gitu dong, jangan dikasih hati minta jantung hahaha." Tawa Siska pun pecah.


"Apa aku terlihat seperti itu?" tanya Lyra.

__ADS_1


"Ya tentu saja tidak, kecuali kamu merasa haha..., aku cuma bercanda. Sini aku bantu olesin salep ke punggungmu," ujar Siska.


Lyra berbalik, Siska membuka baju bagian belakang Lyra dan mengolesi salep ke bekas cambukan tersebut.


"Maaf ni ya selama di rumah sakit siapa yang mengolesi salep ke punggungmu?" tanya Siska penasaran.


"Tentu saja Reyhan," jawab Lyra singkat.


"Hah serius? Masa sih, tapi aku kok merasa dia polos dalam hal ini ya." Siska semakin penasaran.


"Sebenarnya kamu sudah tahu jawabannya untuk apa bertanya lagi. Tentu saja Suster yang melakukannya, kalau Reyhan pasti sudah berkeringat dingin duluan hahaha," jawab Lyra.


"Nah makanya itu aku merasa dia sangat menghormati wanitanya ini. Dan kalau seandainya aku bukan temanmu dia pasti akan mengabaikanku dengan kata-katanya yang dingin serta sorot mata tajam dan wajah sinisnya," sambung Siska.


"Hahaha begitu ya banyak banget ya kejelekannya," kata Lyra.


"Orang ganteng mah bebas, kata-kata itu teruntuk Reyhan tapi tiba dengan pacarnya dia akan seperti anak kucing yang manja menuruti semua yang kamu bilang. Aku ingat betul saat kamu disekap, kepanikannya diluar level orang normal," jelas Siska.


"Benarkah? Ceritakan semuanya dong aku belum pernah mendengar apapun tentang itu," ujar Lyra.


"Masa sih? Ternyata Reyhan menyembunyikan sifatnya yang hebat dikala itu darimu ya. Baiklah akan aku ceritakan selengkap-lengkapnya dan setajam silet dengarkan baik-baik ya. Dimulai dari dia mencoba melacak sinyal ponselmu yang sudah terlanjur mati dia tetap memaksanya namun nihil dia langsung menghubungi perusahaan tempat alat itu di produksi dan langsung menyuruh teknisinya untuk mengundurkan diri baik-baik atau dia akan membuat perusahaan itu hancur," jelas Siska.


"Hah? Selebay itu, kasihan teknisinya pasti sudah menganggur sekarang," kata Lyra memelas.


"Kamu ini, aku belum selesai bicara tahu? Main asal potong saja. Kemudian Redro datang dan membawa alat pendeteksi sinyal lemah untungnya ponsel si Vanes sempat aktif dan langsung tertangkap ya meskipun agak samar-samar sih. Lalu kami semua langsung bergegas ke tempat kamu disekap. Akan tetapi enggak semulus itu kamu tahu 'kan Jakarta macetnya gimana. Reyhan langsung menyuruh Redro untuk memakai helikopter, aku langsung kaget dong. Akan tetapi sempat terhadang karena Reyhan masih dibawah umur meskipun itu miliknya sendiri masih ada UUD yang berkuasa jadi Redro berpura-pura menjadi penyewa, keren enggak sih. 1 jam berlalu kami pun sampai di depan gudang awalnya aku ragu dari depan gudang itu tampak tak ada tanda-tanda ada orang di dalamnya, gelap banget dan seram banget," jelas Siska.


"Lalu Reyhan maju duluan begitukan," potong Lyra.


"Haha kamu terlalu sok tahu tapi sayangnya salah. Makanya dengerin, Erick yang lebih dulu maju kalau Reyhan justru dia paling akhir alasannya sederhana tapi seram yaitu dia enggak mau melihat Feronica. Takut tangannya mencabik wajah tu betina, tapi di dalam kami tidak menemukanmu hanya terlihat si Vanes yang sudah tidak sadarkan diri hingga Reyhan pun masuk. Dia mencoba menahan amarahnya takut Feronica menghajarmu tapi karena Feronica tidak mengaku juga, Reyhan berusaha mencari sendiri tapi sebelum melangkah dia sempat mengancamnya dan kamu tahu ancaman itu langsung terjadi. Reyhan menyingkirkan karton-karton yang ternyata di baliknya ada sebuah pintu dan terdapat sebuah ruangan di dalamnya kamu bersama Fero, maaf hampir saja dia melecehkanmu."


"Apa? Kenapa aku tidak mengingat apapun sama sekali."


"Sudahlah dia juga tidak sampai menyentuhmu karena Reyhan langsung memberinya tendangan hebat hingga membuat dia tersungkur. karena pengaruh alkohol kamu tidak juga sadar aku kira kamu sudah tidak bernyawa. Maaf aku bukannya menyumpahi tapi pikiran itu benar-benar ada dikepalaku saat itu. Selanjutnya si Fero habis dihantam sama Reyhan hingga tak berkutik kamu tahu enggak mereka itu awalnya sahabat dekat. Tapi si Fero menyukai perempuan yang kalau tidak salah namanya Vika tapi si Vika ini suka sama Reyhan lucu enggak sih hanya karena perempuan dia mengabaikan Reyhan sahabatnya yang baik hati untuk selanjutnya kau sudah tahukan keluarganya sudah bangkrut dan mereka masih dalam buron aku dengar dari Erick mereka pasti melarikan diri ke London," sambung Siska lagi.


"Se-drama itu kejadiannya ya, Reyhan kamu begitu misterius kebaikanmu disia-siakan hanya karena seorang perempuan," ujar Lyra merasa iba pada Reyhan.


"Oh ya kamu tahu enggak aku sempat lho mencambuk si Feronica beberapa kali huh kesakitan juga ternyata karena aku sudah geram mendengar cara dia membuli orang lain dengan membabi buta," lanjut Siska.


Tok! Tok!


Seseorang mengetuk pintu rumah mereka.


"Siapa ya? Tunggu sebentar aku buka dulu," kata Siska sambil beranjak keluar.


Setelah membuka pintu dan betapa terkejutnya Siska dengan sosok yang mengetuk pintu.


SIAPAKAH YANG MENGETUK PINTU TERSEBUT ?



***BERSAMBUNG


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA


KARENA BERHUBUNG SEBENTAR LAGI MAU LEBARAN SAYA SELAKU AUTHOR MINTA MAAF KALAU ADA SALAH TERMASUK LAMA UP .


SILAHKAN LIKE DAN KOMEN YA. LUV U READERS KU YANG CANTIK-CANTIK DAN GANTENG-GANTENG KALAU ADA COWOK SOALNYA ADA BEBERAPA COWOK YANG SUKA CERITA REYHAN DAN LYRA. JANGAN BOSAN-BOSAN YA****

__ADS_1


__ADS_2