
Sudah, hentikan hal semacam itu dengan mudah mempermainkan nyawa orang lain," jawab Lyra.
"Aku melakukannya untukmu, tidak lebih tidak juga kurang tidak boleh satu orang pun menyakitimu termasuk aku sendiri," ujar Reyhan dengan wajah yang serius.
Ya Tuhan lagi-lagi dia membuat jantungku hampir meledak, lama-kelamaan aku tidak bisa menahannya lagi. Batin Lyra.
Tiba-tiba terdengar suara berasal dari perut Lyra.
"Baiklah sekarang juga aku belikan kamu makanan yang enak tunggu disini," kata Reyhan.
Lyra menarik tangan Reyhan.
"Jangan pergi tolong temani aku disini, saat ini aku mau kamu menemaniku disini," kata Lyra.
"Tapi saat ini kamu sedang kelaparan, aku tidak mau penyakit lambungmu semakin parah," jawab Reyhan sambil mengusap rambut Lyra.
"Tapi aku butuh kamu disini, suruh pak Mat atau orang lain yang beli! Aku mohon," rengek Lyra..
"Sejak kapan kamu mulai bersikap manja seperti ini, biasanya kamu tidak merasa enak kalau aku memerintah orang lain untuk melayanimu?" tanya Reyhan.
Andai kamu tahu Rey aku sangat merindukanmu hampir gila rasanya menunggu pesan darimu yang biasanya menggangguku setiap har**i. Batin Lyra.
"Baiklah kalau tidak mau jawab. aku akan menyuruh pak Mat membawa makanan untukmu" kata Reyhan sambil mengetik sebuah pesan yang ditujukan untuk pak Mat.
"Kenapa tidak langsung telepon saja, tidak ada pulsa ya?" ejek Lyra.
"Karena saat ini kamu ada di dekatku jadi hanya boleh fokus padamu saja termasuk dalam berbicara harus denganmu saja," jawab Reyhan.
Mulai lagi, k**alau begini terus benteng pertahananku melemah kalau itu terjadi aku tidak tahu apa yang akan aku akukan padanya. Aku harus mengalihkan pembicaraan kalau tidak aku takut akan berbuat hal yang tidak-tidak. Batin Lyra.
"Hmm Rey kamu rindu aku tidak?" tanya Lyra spontan.
"Apa?" mata Reyhan terbelalak kaget mendengar pertanyaan Lyra yang secara tiba-tiba tersebut.
Aduuh kenapa mulutku malah menanyakan hal itu sih aku kelihatan sedang bermanja seperti itu rasanya sangat buruk dia akan berpikir aku ini mulai kegatalan. Ah tidak ini benar-benar buruk. Batin Lyra.
"Ah itu maksudku kemarin kamu tidak ada kabar itu kemana saja? Bukankah kita ini pacaran harusnya jangan lengah seperti itu dong," ujar Lyra dengan salah tingkah.
"Sebenarnya kamu mau bilang apa? Kenapa kamu terlihat gugup?" tanya Reyhan.
"A-aku? Aku sangat lapar iya aku sangat lapar pak Mat kemana ya kok belum nongol tumben ya dia lambat sekali hehe," jawab Lyra sambil tersenyum canggung.
"Dasar aneh? Tentu saja aku merindukanmu setiap detik, menit dan jam aku selalu merindukanmu. Maaf aku enggak bisa kabari kamu sebenarnya aku sedang menyusun rencana untuk menghadapi Feronica tapi tidak disangka malah terjadi hal seperti ini," jelas Reyhan.
__ADS_1
"Hmm maaf ya andaikan aku tidak terlalu naif mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi," jawab Lyra merasa bersalah.
"Ya sudah enggak usah dibahas ya, mulai sekarang kamu harus menjaga kesehatan biar cepat pulih. Aku ingin kita melakukan hal lain layaknya pasangan biasa denganmu," jawab Reyhan.
"Apa? Memangnya seperti apa pasangan biasa itu? Bagaimana bentuknya?" tanya Lyra dengan polos.
Hah kenapa dia berubah menjadi sangat imu**t.
Batin Reyhan.
"Permisi Den ini sarapannya sudah bapak bawakan" ucap pak Mat yang muncul tiba-tiba.
"Akh!" Reyhan dan Lyra terkejut.
"Pak Mat kenapa tiba-tiba masuk tidak ketuk pintu dulu, ini tidak sopan?" tanya Reyhan.
"Bapak sudah mengetuk tapi boro-boro mau dibuka disahut saja tidak. Anak muda zaman sekarang kalau sudah ketemu dunia bagai milik berdua dan yang lain cuma numpang" sindir pak Mat.
"Apa? Sejak kapan pak Mat mulai berani seperti ini?" tanya Reyhan sambil meraih makanan yang ditangan pak Mat.
"Ah karena makanannya sudah tiba mungkin pak Mat ada kesibukan lain jadi bapak lanjutkan saja, terimakasih sudah membelikan makanannya untuk saya," jawab Lyra sopan.
"Iya Neng maaf lama kota itu jauh dari sini karena inikan desa terpencil mana Restorannya belum buka lagi hehehe," jawab pak Mat sambil tersenyum.
"Baiklah Den dan Neng Lyra saya pamit dulu, permisi." Pak Mat berlalu.
"Jadi orang jangan terlalu galak dong pak Mat itu kerja untuk menafkahi keluarganya bukan untuk Dimarahi.sebagai majikan itu kamu harus berbuat baik pada mereka biar berkah," nasihat Lyra.
"Baik Nyonya," jawab Reyhan singkat sambil menyiapkan sarapan untuk Lyra.
"Kamu mau ngapain? Kenapa sendoknya kamu yang pegang?" tanya Lyra
"Mau apa lagi? Tentu saja mau menyuapimu,"
jawab Reyhan.
"Tidak perlu aku bisa sendiri," kata Lyra sambil merebut sendok dari tangan Reyhan.
"Hmm kamu itu seorang pasien sekarang jadi jangan membantah cuma buka mulut lebar-lebar, mengunyah dan menelan makanannya apa itu sulit bagimu?" tanya Reyhan.
"Selama aku memiliki tangan aku akan berusaha melakukannya sendiri jadi minta sendoknya kamu cukup duduk saja," jawab Lyra.
"Bisa tidak kamu memperlakukan aku dengan baik. Aku tidak butuh apa-apa darimu tapi tolong apapun yang terjadi padamu andalkan aku. Jadi saat ini biarkan aku menyuapimu," jelas Reyhan sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Lyra berkecamuk dan merasa bersalah atas ucapannya.
"Mau sampai kapan kamu menunduk terus? Reyhan kamu mau membiarkan pasien mati karena lapar ya!"
teriak Lyra pelan.
Reyhan tersenyum dengan cepat dia mulai menyuapi Lyra.
"Hmmm enak banget aku enggak pernah makan seperti ini. Ah aku hampir menangis" gumam Lyra.
"Akan aku belikan semua makanan yang enak untukdi bersikap baiklah padaku," kata Reyhan.
"Baik Tuan, aku sangat terharu," jawab Lyra senang membuat Reyhan tersenyum.
"Oh ya bagaimana kabar Vanes? Kenapa aku melupakan dia ya l?" tanya Lyra.
"Kenapa kamu mengingat orang yang penyebab semua yang kamu alami ini, harusnya aku menghukumnya," kesal Reyhan.
"Dia adikku Rey, meskipun kami sepupu apapun yang dia lakukan terhadapku, aku tak akan menyalahkannya karena dia adikku. Sama seperti kamu apapun yang aku lakukan padamu kamu tetap membantuku terima kasih kamu selalu membantuku, aku sangat bersyukur," kata Lyra sambil mengusap air matanya yang membasahi pipinya.
"Baiklah sekarang habiskan makananmu kalau menangis seperti ini kamu akan tersedak," jawab Reyhan sambil melanjutkan menyuapi Lyra.
"Kamu pikir aku anak-anak ya, hahaha aku tidak akan tersedak Rey kamu ada-ada saja," kata Lyra.
Reyhan memberikan Lyra minum namun karna terlalu menganggap perkataan Reyhan sangat lucu Lyra terus tertawa hingga tersedak hingga minuman itu membasahi pakaiannya.
"Kamu terlalu membanggakan dirimu yang lebih tua dariku tapi lupa kalau aku lebih pintar darimu,"
kata Reyhan.
"Yah bajunya basah kotor lagi," gumam Lyra.
Reyhan mengambil handuk kecil didekatnya lalu membersihkan bekas makanan tersebut dari baju Lyra.
"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Lyra lirih.
Reyhan melihat ke arah yang ia bersihkan karena dari tadi dia tidak sadar telah menyentuh bagian luar dada Lyra. (saking paniknya)š¤£š¤£.
"Aku.......š³
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like komen dan votenya jangan bosan-bosan ya sehat selalu readers kul