MY BERONDONG

MY BERONDONG
MENCARI LYRA (1)......


__ADS_3

Asin seperti sifatnya yang aneh. Batin Lyra.


Lyra terus memperhatikan ponselnya, berulang kali dia memperhatikan pesan dari Reyhan yang dia terima 2 hari yang lalu.


Dia kok enggak ada kasih kabar sama sekali sih, bahkan cuma setitik doang pun enggak ada, harusnya aku yang marah kok malah aku yang merasa rindu. Batin Lyra.


"Kenapa sih Non kayak gelisah gitu? Cerita dong," ujar Siska.


"Entahlah Sis, aku bete banget ini," jawab Lyra dengan sedikit memelas.


Sebuah pesan masuk ke ponsel Lyra, dengan sigap ia membukanya berharap dari Reyhan.


Bisa kita bertemu hari ini ? Vanes.


Lyra memasang wajah kebingungan dan mencoba untuk mengabaikannya.


"Ada apa? Pesan dari siapa itu?" tanya Siska.


Satu pesan lagi pun masuk ke ponsel Lyra tetap dari Vanes.


Ada hal penting yang akan aku sampaikan plz


Sambil mengerutkan dahinya Lyra bergumam Ada apa ya, apa sesuatu terjadi pada paman.


"Dari Vanes lagi ya? Dia bilang apa? Kok kayaknya penting banget?" tanya Siska.


"Dia mengajakku bertemu katanya ada hal penting yang akan dia sampaikan, menurutmu bagaimana? Apa aku harus pergi menemuinya?" tanya Lyra balik.


"Aku rasa paling dia cuma mau mengerjai kamu saja, kan kamu tahu si Vanes itu anaknya rese banget," jawab Siska meyakinkan.


"Aku khawatir telah terjadi sesuatu pada paman. Aku pergi dulu," kata Lyra sambil beranjak pergi.


"Lyra-ahh ahh ahh oh Tuhan minumannya ternyata masih panas," gumam Siska sambil mengipas-ngipas bibirnya.


Lyra mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan yang ditujukan pada Vanes.


*Aku sudah ada ditempat perjanjian,dimana kamu ?*


Lyra memperhatikan disekitarnya sesekali ia melirik sebuah jam yang yang melingkar ditangannya. Tak lama kemudian Vanes menghampirinya.


"Hai? Kamu tumbuh dengan sehat ternyata," ucap Vanes.


"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja," jawab Lyra sambil tersenyum tipis.


"Syukurlah, tapi ku harap selamanya kamu bisa merasakan kebebasan ini," kata Vanes dengan senyuman yang berpura-pura bahagia.


"Sudah basa-basinya, sekarang katakan apa yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Lyra sambil menyilangkan keedua tangannya.


"Kamu tahu kan ayahku sangat menyayangimu sudah setengah bulan kalian tidak bertemu dan pastinya dia sangat merindukanmu," jelas Vanes.


"Maaf aku tidak ada waktu, kalau tidak ada keperluan lain aku pergi dulu," kata Lyra sambil membalikkan tubuhnya.


"Dia sedang sakit sekarang aku harap kamu menemuinya. Mamaku juga sangat menyesali perbuatannya!" teriak Vanes menghentikan langkah Lyra.


"Apa? Paman sakit?" tanya Lyra.


"Ya, dia sangat ingin bertemu denganmu. Kamu boleh membenciku dan mama, tapi jangan ayah aku mohon jumpailah dia," kata Vanes dengan suara yang merendah.


Lyra berfikir sejenak.


Tidak mungkin ia tega membohongiku dengan mengatakan paman sakit walau bagaimanapun paman itu ayahnya sendiri. Batinnya.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang juga antar aku ke tempat paman berada," kata Lyra.


"Dengan senang hati," ucap Vanes sambil memasang senyum bahagianya.


Mereka pergi menggunakan motor Lyra.


Lima belas menit berlalu sampailah mereka di suatu tempat yang jauh dari keramaian. Lyra turun dari motornya dan melihat ke sekelilingnya.


"Kau yakin ini tempatnya, tempat seperti apa ini? Paman sakit untuk apa datang kemari?" tanya Lyra.


"Kamu kan tahu ayah itu orangnya tidak suka dirawat di rumah sakit melainkan ke tempat alternatif atau dukun," jelas Vanes.


"Baiklah sekarang dimana paman?" tanya Lyra.


"Tunggu dulu, jangan terburu-buru waktu masih panjang," jawab Vanes.


"Jangan-jangan kamu membohongiku, kalau itu terjadi Vanes aku takkan sungkan lagi!" teriak Lyra.


Tiba-tiba 2 orang pria muncul dari arah belakang Lyra dengan sigap mereka membiusnya hingga Lyra tak sadarkan diri.


"Ups sorry Lyra, sudah terlambat," ucap Vanes dengan nada sinisnya.


Kedua pria itu langsung menyeretnya masuk ke dalam sebuah gudang yang sudah tak layak pakai bahkan terdapat banyak kecoa serta laba-laba di dalamnya.


Setelah mereka membaringkan Lyra di dalam gudang, merekapun menghampiri Vanes.


"Baiklah karena tugasku sudah selesai mana uang yang majikan kalian janjikan untukku," kata Vanes.


"Maaf, sayang sekali majikan kami bilang dia kurang mempercayaimu jadi kau juga harus ikut menemani dia di dalam gudang hahaha," jawab mereka sambil tertawa jahat.


"Apa? Tidak mungkin kenapa bisa dia membohongi aku!" teriak Vanes.


"Kenapa tidak? Kau saja tega membohongi kakakmu sendiri. Kenapa majikan kami tidak? Jadi apa bedanya kalian Hahaha," jawab mereka dengan kencang.


"Huh badan kecil begini sok mau nantangin pake lari segala rasain tuh jatuh juga, kan," ujar pria itu setelah membius Vanes.


Mereka membaringkan Vanes tepat di samping Lyra.


DI SISI LAIN.....


Drrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrt


Getaran suara ponsel Reyhan pertanda sebuah panggilan masuk dan itu dari Siska.


"Halo," ucap Reyhan.


"Ya Halo, Reyhan maaf ganggu Lyra lagi sama kamu enggak?" tanya Siska.


"*En*ggak ada Kak, memangnya dari jam berapa dia tidak di rumah?" tanya Reyhan.


"Dari tadi, waktu di kantin tiba-tiba Vanes mengirimi dia pesan mengajaknya ketemuan sejak itu sudah enggak ada kabar lagi bahkan ponselnya enggak aktif sebelumnya dia enggak pernah begitu," jawab Siska.


"Baiklah saya akan cari dia sekarang Kakak tunggu kabar dari saya nanti," kata Reyhan.


"Tidak bisa aku harus ikut, aku sahabatnya jadi apapun yang terjadi aku harus ikut mencarinya," jawab Siska dengan suara lantangnya.


"Baiklah saya akan jemput Kakak dimana sekarang?" tanya Reyhan.


"Tepat di depan rumahmu, satpammu yang galak tidak membiarkan aku masuk," jawab Siska.


"Apa? Kakak tunggu disana saya akan datang," jawab Reyhan.

__ADS_1


"Oke."


Reyhan memutuskan panggilan telepon tersebut lalu menghubungi temannya.


"Halo, Erick sekarang waktunya," perintah Reyhan.


"Awas ya kalian akan dimarahi sama majikan kalian," ujar Siska kepada satpam Reyhan.


Satpam menatap Siska sambil tersenyum.


"Permisi Pak, maaf ini guru saya ada keperluan," ujar Reyhan.


Hah? Kenapa dia begitu sopan terhadap bapak ini padahal cuma satpam di rumahnya tidak seperti orang kaya kebanyakan benar kata Lyra dia memang susah ditebak. Batin Siska.


Sebuah mobil melintas di depan mereka diikuti empat mobil di belakangnya dan itu membuat Siska terbelalak .


"Siapa mereka?" tanya Siska dengan mulut ternganga.


"Mereka anak buah saya dan itu Erick sahabat saya," jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Gimana masih belum ada kabar dari Lyra?" tanya Erick.


"Ponselnya mati jadi otomatis tidak gampang dilacak," jawab Reyhan.


"Jangan katakan kalau lu lupa memasang magnet inti ke ponsel kak Lyra!" tegas Erick.


"Kau benar aku melupakannya," jawab Reyhan.


"Ah sejak kapan lu jadi pikun begini si Rey?" tanya Erick sambil mengayunkan kedua tangannya.


"Waktu itu aku membeli ponselnya tanpa berfikir panjang aku langsung memberikan padanya sebagai hadiah karena dia bilang suka padaku," jawab Reyhan.


"Astaga Rey, gua enggak butuh kisah bucin lu yang polos itu tahu enggak," kesal Erick.


Reyhan terdiam sejenak.


"Tapi nanti lu cerita ya hehehe," kata Erick sambil mengelus punggung Reyhan.


"Nomor Vanes ada enggak kak?" tanya Reyhan lembut.


"Aku tidak punya nomor nenek sihir itu, tapi aku punya nomor kedua orang tuanya," jawab Siska sambil menghubungi kedua orang tua Vanes.


"Halo, iya Om saya Siska iya saya tahu karena Lyra dibawa oleh Vanes dari tadi siang. Sekarang kami tengah mencari mereka Om tenang saja biar kami yang bertindak, tapi tolong kirim nomor Vanes soalnya nomor Lyra tidak bisa dihubungi," ujar Siska ditelepon.


"Bagaimana Kak? Panggilannya masuk tidak?" tanya Reyhan.


"Tadinya masuk cuma 3 bunyi langsung dimatikan," jawab Siska sambil memberikan ponselnya pada Reyhan.


"Redro, kemarikan alat pendeteksi signal rendah," perintah Reyhan.


Lelaki yang bernama Redro pun maju dengan badan tegap dan postur tubuh yang lebih tinggi dibandingkan


dengan Reyhan memakai kacamata serta memakai setelan jas hitam yang rapi.


Siska 😮😮😮


REDRO ALDWIN.....


Bodyguard Reyhan bagian intelegent berusia 32 tahun. Pendiam dan aslinya pemalu. Tidak suka basa basi sama seperti tuannya REYHAN ALMIRZA.


__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2