
"Yah bajunya basah kotor lagi," gumam Lyra.
Reyhan mengambil handuk kecil didekatnya lalu membersihkan bekas makanan tersebut dari baju Lyra.
"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Lyra lirih.
Reyhan melihat kearah yang ia bersihkan karna dari tadi dia tidak sadar telah menyentuh bagian luar dada Lyra. (saking paniknya)š¤£š¤£.
"Aku..., sebentar aku panggil suster saja biar dia saja yang akan membersihkannya sekalian mengganti pakaianmu," jawab Reyhan sembari beranjak keluar.
Ya ampun wajahnya memerah begitu, terlihat sekali dia sangat malu ah bodohnya aku mengabaikan larangannya tadi. Batin Lyra.
Tak lama kemudian seorang suster pun masuk.
"Permisi Mbak, mas yang diluar meminta saya membantu mengganti pakaian pakaian Mbak," ujar suster tersebut.
"Ah iya ini kotor terkena kuah tadi Sus," jawab Lyra.
"Baik saya buka bajunya ya," kata Suster ramah yang langsung diangguki Lyra.
"Maaf mau nanya mas yang menemani Mbak itu pacarnya ya?" tanya suster tersebut.
"Iya Sus, memangnya kenapa?" tanya Lyra.
"Ganteng Mbak...,hihi kirain temannya sudah ganteng baik lagi," puji suster sambil merapikan pakaian yang dikenakan Lyra.
"Hmmm dimana dia sekarang?" tanya Lyra.
"Dia menunggu diluar Mbak," jawab suster sambil tersenyum.
Setelah selesai Suster tersebut pun pamit keluar dari kamar Lyra.
"Permisi Mas, saya sudah selesai mengganti pakaiannya masuklah sudah ditunggu," ujar suster pada Reyhan.
Reyhan mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam kamar.
Ih beruntungnya dia dapat cowok seperti itu, aku yakin pasti karena tu cewek kaya kali ya, andai aku juga kaya pasti cowok kayak gitu gampang aku dekati Batin suster tersebut lalu beranjak pergi.
Reyhan berjalan pelan ke arah Lyra yang sudah menunggunya dengan senyuman simpul di wajahnya
"Hei kenapa langkah kakimu pelan seperti itu? Sudah kayak maling saja," ujar Lyra.
"Apa ada maling sepertiku?" tanya Reyhan sambil duduk diatas kursi.
"Kenapa wajahmu masih memerah begitu? Kamu masih malu ya?" goda Lyra.
"Sudah tahu, kenapa bertanya?" Reyhan mengumpat.
"Sudah jangan dipikirkan. Zaman sekarang yang begitu mah sudah biasa bahkan melakukan yang lebih dari itu, jadi santai saja," jawab Lyra.
"Tolong jangan samakan aku dengan mereka, atau jangan-jangan kamu mau aku seperti itu?" tanya Reyhan memasang wajah serius.
"Ah kamu ini aku bukannya mengatai kamu yang tidak-tidak kamu kan tidak sengaja jadi tidak usah dipikirkan lagi," jawab Lyra mulai frustasi menghadapi pacar kecilnya itu.
"Bagaimana kalau aku ingin melakukannya? Apa kamu akan bersedia?" tanya Reyhan melihat ke arah Lyra.
"Kamu ini bicara apa? Jika kamu ingin melakukannya aku akui akan bersedia aku tidak akan menyangkal kalau aku juga menginginkannya karena aku hanya manusia biasa lemah dipikiran dan lemah disyahwat," jawab Lyra.
__ADS_1
"Baiklah kapan kamu bersedia?" tanya Reyhan.
Apa? Dia mau melakukannya bagaimana ini, kenapa sih aku harus mengaku seperti tadi kenapa enggak sok suci saja sih? Berpura-pura menolak kan selesai.
Batin Lyra, menyesali perkataannya tadi.
"Kenapa tidak jawab? Kapan kamu bersedia?" tanya Reyhan lagi.
"Untuk sekarang aku tidak bisa kamu kan lihat sendiri aku sedang tidak berdaya memangnya kamu tega? Jadi, tunggu tubuhku ini pulih dulu" jawab Lyra dengan memelas.
"Bukan tubuhmu tapi tunggu otakmu yang pulih,"
kata Reyhan sambil menunjuk ke kepala Lyra.
"Apa? Hei kenapa kamu jadi kasar seperti itu padaku? Memangnya kenapa dengan otakku?!" tanya Lyra dengan suara meninggi.
"Lyra kamu tahu kan aku ini kaya, aku tampan dan pintar kamu juga pasti tahu banyak perempuan yang mendekatiku bahkan kamu menjadi seperti ini karena itu penyebabnya itu semua membuatku jenuh dan bosan tapi ku harap kamu tidak membuatku seperti itu," jelas Reyhan.
"Maksud kamu apa sih? Jangan sombong dong," jawab Lyra.
"Jadilah sosok perempuan yang pantas diperjuangkan bukan dinikmati lalu ditinggal mungkin aku tidak akan meninggalkanmu tapi ketika kita menikah nanti semua jadi biasa dan tidak ada kejutan manis lagi,"
jelas Reyhan.
"Ah kamu ini menjelaskannya panjang lebar padahal aku hanya bercanda tadi haha jangan diambil pusing sampai membahas ke tahap pernikahan segala," jawab Lyra sambil tertawa kecil merasa geli dengan penjelasan Reyhan barusan.
Reyhan mendekat kepada Lyra dan tentu saja itu membuatnya merasa gugup.
"Aku tidak bercanda aku serius, tunggu kita menikah nanti aku akan melakukannya untukmu," bisik Reyhan sambil tersenyum nakal.
"Sudah aku bilang aku hanya bercanda berhenti menggodaku!" teriak Lyra.
"Pencucian uang? Dimana-mana berita itu mah sudah biasa, Kenapa enggak bisa ditahan saja sih padahal sudah kaya juga," ujar Lyra.
"Karena mereka hanya manusia biasa," jawab Reyhan singkat.
"Sudahlah ganti siarannya saja, bosan berita yang beginian," kata Lyra mengambil remot dari tangan Reyhan.
"Tunggu sebentar." Reyhan menghentikan Lyra.
"Ada apa? Mending nonton drama atau ajang pencarian bakat baru menghibur. Apa kamu tidak suka menonton drama? Lagipula kamu terlalu serius menonton berita ini apa kamu mengenal mereka?" tanya Lyra.
"Mereka Orang tua Fero," jawab Reyhan singkat.
"Apa! Orang tua Fero? Apa kamu yakin? Oh ya jadi mereka dimana sekarang dan nasib mereka bagaimana?" tanya Lyra memelotot kaget.
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti mereka sudah mendapatkan hukuman karena sudah melibatkanmu," jawab Reyhan sambil mematikan TV.
"Jadi maksud kamu yang melaporkan mereka ke polisi itu kamu ya?" tanya Lyra.
"Tidak sepenuhnya benar tapi yang pasti mereka sudah memancing amarahku," jawab Reyhan.
Sebenarnya kamu orang yang seperti apa.
Batin Lyra sambil menatap dalam kepada Lyra.
"Kalau seandainya Vanes meminta maaf padamu, apa kamu akan percaya kalau dia berkata akan berubah?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Vanes ya, aku tidak tahu Rey tapi yang pasti dia masih terlalu kecil untuk melihat hal-hal mengerikan seperti kemarin. Oh ya, apa dia dirawat disini juga?" tanya Lyra.
"Dia sudah kembali ke keluarganya dia tidak separah kamu tapi juga tidak sekuat kamu, bagaimana perasaanmu? Apa kamu akan membencinya?"
tanya Reyhan.
"Aku tidak pernah membencinya karena biar bagaimanapun dia adikku tapi kalau kamu menanyakanku marah atau tidak tentu saja aku akan marah kenapa dia tidak jujur untuk menyerahkanku kepada Feronica kenapa harus bohong," jawab Lyra.
"Karena dia tidak sebaik kamu, Lyra mulai sekarang kamu egoislah sedikit jangan gampang dibohongi dan ditindas," kata Reyhan.
"Aku ditindas darimananya kamu ini terlalu mengada-ngada aku ini kuat," jawab Lyra.
"Jadi ini kenapa hah? Kamu seperti ini karena apa?" tanya Reyhan sambil menggelitik Lyra.
"Ahahaha geli Rey sudah hentikan Rey ah aku ini seorang pasien!" teriak Lyra.
Reyhan berhenti menggelitik Lyra dia terlihat bahagia mendengar tawa riang Lyra.
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu. Apa ada yang lucu ya?" tanya Lyra.
Reyhan mendekati Lyra kemudian mengusap bibirnya.
"Air liur kamu jatuh," jawab Reyhan sambil tersenyum.
"Ih kamu ini buat aku malu saja harusnya kamu bilang dong aku masih bisa melakukannya sendiri," kata Lyra malu.
Drrrrrrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrrrt Drrrrrrrrrrrrrt
Getaran ponsel Reyhan pertanda panggilan telepon masuk. Reyhan menghidupkan loudspeker.
"Bicaralah," kata Reyhan.
"Singkat amat kata-kata lu ke gua udah kayak hemat suara aja lu," jawab Erick di seberang.
"Sudah jangan banyak bicara langsung ke intinya saja," kata Reyhan.
"Pulang sekolah gua sama kak Siska mampir kesana ya, boleh tidak?" tanya Erick.
Reyhan melihat ke arah Lyra, Lyra mengangguk.
"Tentu saja boleh, pertanyaanmu aneh dan tidak berbobot," kesal Reyhan.
"Maksud lu apa? Biasanya juga kalau lu kenapa-kenapa kan harus minta-"
Tit! Tit! Tit! Panggilan terputus.
"Kamu kok begitu sih, dia kan sahabat kamu?" tanya Lyra.
"Dari dulu aku tidak begitu suka dijenguk meskipun dia sahabatku. Aku tak ingin menjadi beban, aku selalu berusaha sendiri untuk tetap mandiri. Aku bahkan lupa bagaimana aku memperlakukan ibuku terakhir kalinya," jelas Reyhan sambil mengalihkan pandangannya.
"Rey, kamu selalu bilang apapun yang terjadi padaku aku harus melibatkanmu maka dari itu aku ingin kamu melibatkanku dalam hal apapun yang berkaitan denganmu," kata Lyra sambil menggenggam tangan Reyhan.
Reyhan tersenyum sambil memegang erat tangan Lyra.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like,komen dan vote kalau ada poinnya....