MY BERONDONG

MY BERONDONG
S2- Libur panjang (2)...


__ADS_3

Reyhan tersenyum melihat Lyra yang sibuk memperhatikan sekitar restoran. Seorang pelayan pun datang sambil membawa catatan menu.


"Permisi ini catatan menu hari ini. Apakah Tuan dan Nona ingin menu VIP atau medium?" tanya sang pelayan dalam bahasa Inggris.


Reyhan melihat Lyra yang cengar-cengir karena tidak mengerti apa yang dikatakan sang pelayan.


"VIP," jawab Reyhan yang terus memandangi Lyra.


Sang pelayan pun tersenyum lalu beranjak pergi.


"Dia bilang apa sih? Cara bicaranya cepat banget?" tanya Lyra bingung.


"Hanya tentang menu saja. Apa kamu sangat lapar?" tanya Reyhan balik.


"Enggak terlalu sih, cuma penasaran saja sama makanan Amerika. Enggak sabar banget. Di sana pemandangannya indah! Nanti kita berfoto di sana ya," ujar Lyra sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.


Reyhan mengangguk sambil tersenyum.


"Semakin banyak pengunjungnya. Apa mereka dari kelas atas? Aku lihat tasnya ber-merk semua," tanya Lyra.


"Iya! Tempat ini selalu diramaikan para kelas atas. Aku tidak pernah kemari sebelumnya. Akan tetapi, Redro sering karena dia sekolah di sini," jawab Reyhan.


"Kamu membiayai sekolahnya. Mama Marta sangat kaya raya. Aku sangat mengaguminya," ujar Lyra sambil menyentuh tangan Reyhan.


"Itu memakai uang pribadiku," jawab Reyhan sambil menggenggam tangan Lyra kembali.


"Hah? Kamu ini. Mana mungkin kamu bisa-


"Grup Almirza tidak ada apa-apanya bagiku. Bukan hanya Redro, ada beberapa pengawal lagi yang aku sekolahkan di luar negeri dan itu tidak hanya di Amerika. Aku sudah mengatakannya kalau aku punya segalanya. Oleh karena itu, aku berani menolak untuk memimpin Almirza. Hanya saja biar bagaimana pun itu milik papa. Jadi, aku ingin menghormatinya," jawab Reyhan dengan wajah serius.


Benar kata bik Sum Reyhan memang berbeda dari anak biasa lainnya. Tapi ini sangat di luar nalar. Dari mana dia bisa mendapatkan itu semua? Harta dan fasilitas pribadinya tanpa campur tangan mama Marta? Batin Lyra bingung.


"Permisi, menu akan segera tiba. Pakai alas ini agar pakaian Tuan dan Nona tidak terkena noda dari makanan," ujar sang pelayan sambil memberikan alas tersebut.


Lyra yang sudah tidak sabar dengan cepat memakainya. Matanya memelotot begitu pesanan mereka disajikan satu persatu di atas meja.


"Wah ini apa? Kok banyak banget. Astaga udangnya besar sekali. Ya ampun ini seperti makanan porsi untuk dua keluarga besar banyak banget." Lyra tak berhenti mengoceh. Dia benar-benar tak menyangka pesanan mereka sebanyak itu.


"Jangan bengong, dimakan. Bukankah kamu penasaran?" Reyhan mulai memotong steak dengan pisau berukuran sedang.


Tanpa pikir panjang Lyra langsung mengambil garpu lalu menusuk udang yang sudah dikuliti lalu memakannya. Belum habis dikunyah ia mengambilnya lagi lalu memakannya.


"Bagaimana, apakah itu enak?" tanya Reyhan.


"Iya enak banget. Sangat enak! Wah, ini enak sekali. Kapan-kapan kita ajak Siska ya kemari," jawab Lyra.


"Kamu masih mengingat kak Siska ya."


"Aku lupa dia pengantin baru. Hahaha! Mereka sudah bangun belum ya."


"Sejak kapan kamu menjadi tukang gosip seperti itu?"


"Ini bukan gosip tahu. Aku 'kan cuma bertanya-tanya. Kenapa kamu yang sensitif?"


"Sudah lanjutkan saja makannya. Masih banyak yang harus kita lakukan," jawab Reyhan sambil menyodorkan steak yang ia potong ke mulut Lyra.

__ADS_1


Lyra tersenyum, lalu mengunyah makanan yang Reyhan suap padanya.


"Sayang, aku mencintaimu." Perkataan Lyra membuat wajah Reyhan memerah. Lelaki itu malu mendengarnya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai menghabiskan makanan tersebut. Dan Lyra yang memaksa perutnya untuk mencerna itu semua. Kini dia menyenderkan tubuhnya di sudut kursi sambil mengelus perutnya.


"Lama-lama aku seperti sapi bunting benaran," ujar Lyra.


"Aku sudah bilang kalau tidak sanggup kamu bisa berhenti," jawab Reyhan.


"Hmmm, itu enak sekali. Dalam hidupku, aku merasa baru kali ini memakan makanan seperti ini. Semua berkat kamu, terima kasih," ucap Lyra sambil tersenyum tulus pada Reyhan.


"Tidak! Kamu salah karena kamu sendirilah yang membuatmu bahagia. Kamu menerimaku untuk menikahimu seandainya jika waktu itu kamu menolak. Mungkin saat ini kita tidak duduk di sini. Jangan pernah melebih-lebihkan tentangku," jawab Reyhan sambil meminum mineral.


Hahaha ada saja jawabannya. Dia sombong tapi tidak ingin dipuji olehku. Dan hobby nya selalu memujiku yang tidak punya apa-apa. Rey, kamu benar-benar aneh. Batin Lyra.


"Selamat datang semua di restoran dan selamat menikmati makanan kalian. Di bawah terik matahari yang hangat sebentar lagi kami akan mempersembahkan beberapa lagu. Tapi dikarenakan hari ini, hari yang spesial. Maksudku salah satu dari personel kami ada yang baru saja bertunangan. Kami akan mempersilahkan salah satu dari pengunjung untuk nyanyi terserah apapun lagunya. Kami akan mengiringinya dengan musik kami," ujar seorang salah satu anggota band yang bertujuan menghibur para pengunjung.


"Dia bicara apa?" tanya Lyra kebingungan.


"Hari ini mereka mempersilahkan siapapun yang mau bernyanyi. Terserah lagunya apa," jawab Reyhan.


"Oh begitu, ah aku ke toilet dulu ya," ujar Lyra sambil beranjak pergi.


Kenapa kemanapun itu wanita selalu mencari yang namanya toilet. Batin Reyhan.


Lyra memasuki toilet yang memiliki desain mewah. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Sesekali ia melirik ke arah wanita bule yang merias wajah mereka. Seolah tak mau kalah, Lyra mengambil lipstik dan bb chusion lalu memakainya.


Setelah itu ia pun keluar. Lyra memperhatikan Reyhan dari jauh yang sedang sibuk dengan ponselnya. Ia pun tersenyum. Tiba-tiba pandangannya teralih ke arah band yang berada di panggung.


"Permisi, saya ingin menyanyikan beberapa lirik lagu untuk seseorang," bisik Lyra dalam bahasa Inggris.


"Tentu saja Nona, siapa nama Nona dan untuk siapa lagu yang akan Nona nyanyikan?" tanya personel band tersebut.


"Saya Lyra saya ingin menyanyikan lagu itu untuk suami saya," jawabnya.


"Nona bukan dari Amerika, darimana Nona berasal?"


"Indonesia."


"Wow! Tunggu sebentar," jawab pria itu.


"Baiklah perhatian semua, nona ini ingin menyanyikan beberapa lirik lagu untuk suaminya. Dia dari Indonesia namanya Ly...."


"Lyra Nayra," jawab Lyra membantu pria itu yang kesusahan menyebut namanya.


"Lyra Nayra! Tepuk tangan semuanya." Reyhan mengangkat kepalanya begitu nama istrinya disebut. Ia tampak terkejut dengan adanya sosok Lyra di depan.


Lyra pun maju dan memegang mic nya ada perasaan gugup di hatinya. Akan tetapi, berkat ketulusannya pada Reyhan ia mencoba memberanikan diri.


What would I do without your smart mouth


Drawing me in, and you kicking me out


Got my head spinning, no kidding, I can't pin you down

__ADS_1


What's going on in that beautiful mind


I'm on your magical mystery ride


And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright


My head's under water


But I'm breathing fine


You're crazy and I'm out of my mind


‘Cause all of me


Loves all of you


Love your curves and all your edges


All your perfect imperfections


Give your all to me


I'll give my all to you


You're my end and my beginning


Even when I lose I'm winning


‘Cause I give you all, all of me


And you give me all, all of you


Oh...Oh


Lyra pun berhenti bernyanyi begitu pula dengan alunan musiknya. Suara tepuk tangan mulai terdengar diiringi sorakan para tamu.


"Wah! Suara Nona sangat lembut. Semua orang menikmatinya," puji pria itu.


"Terima kasih," jawab Lyra sambil tersenyum malu.


"Adakah yang ingin Nona sampaikan kepada suami Nona?" tanya pria itu.


"Ada tapi, bisakah saya menggunakan bahasa Indonesia bahasa Inggris saya sangat buruk?" Pernyataan Lyra membuat orang-orang yang berada di sana tertawa.


"Dia sangat imut sekali," ujar seorang pengunjung.


"Tidak apa-apa," jawab pria itu.


"Terima kasih! Hai sayang. Maafkan suaraku yang sangat pas-pasan. Lagu ini bentuk dari ketulusan hatiku. Aku memang jarang mengatakannya. Tetapi, aku sangat mencintaimu. Maaf jika aku selalu membuatmu marah. Terima kasih telah membagi seluruh hidupmu untukku. Tetaplah bersamaku walau apapun yang terjadi. Reyhan Almirza i Love you," ujar Lyra membuat Reyhan berkaca-kaca.


"Baiklah sudah selesai. Saya dan mungkin para pengunjung tidak tahu arti dari yang Nona katakan. Akan tetapi, melihat mimik wajah Nona pasti itu memiliki arti yang sangat dalam. Untuk suami dari Nona ini diharapkan untuk maju untuk menjemput istrinya karena lagu itu sangat memiliki arti yang dalam. Jadi, saya yakin para pengunjung pasti sangat penasaran dengan Anda," ujar pria itu.


Reyhan pun bangkit dari duduknya, mata para pengunjung berarah padanya dan berlomba-lomba memotretnya. Begitu juga dengan para anggota band. Sementara itu Lyra tersenyum melihat Reyhan yang mendatanginya.


Langkah Reyhan semakin cepat dan berhenti tepat di depan Lyra. Di hadapan para tamu ia mencium bibir istrinya itu dengan tempo yang sangat lama. Banyak yang merekam kejadian tersebut. Dan lagi-lagi mereka terkenal di media sosial.

__ADS_1



__ADS_2