Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Mulai kerjaan baru


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 03 dini hari,


Anjani terbangun untuk melakukan shalat tahajud,berdoa dan selalu bersyukur atas apa yang telah ia lalui dan berharap agar ia selalu di lindungi Nya di pekerjaan barunya,


sambil menunggu waktu subuh Anjani menyempatkan membaca beberapa shaf Al- quran.


setelah shalat subuh ia menuju rumah utama dengan bi siti,ia mengikuti apa saja yang di perintahkan bi siti,


sedangkan bi siti mulai bersiap untuk memasak sarapan untuk majikannya,


memperhatikan pekerjaan Anjani dari jauh bu siti tersenyum dengan hasil pekerjaan Anjani yang gesit dan rapih "anak yang rajin" gumamnya


"meski masih muda dia tidak malu bekerja seperti ini, mengingatkan waktu masa mudaku dulu, persis seperti dia" ujar bu siti lagi


setelah bu sitiselesai Anjani membantu bu Siti menyajikan sarapan di meja makan,


lalu ia melanjutkan ke ruang cuci baju karena tadi dia sudah menyapu dan mengepel,


rumah dua lantak yang sangat luas memakan waktu yang lumayan lama untuk membersihkannya,


memilah-milah baju yang berwarna,yang bahan melar dan lainnya sesuai arahan bu Rina kemarin tiba-tiba ada yang mengetuk pintu


Tok tok tok


"nak Jani mari sarapan lebih dulu,

__ADS_1


isi tenaga baru nanti di lanjutkan lagi" ajak bi siti menarik tangan Anjani tanpa ada penolakan karena memang ia pun sudah lapar,


di sudut dapur sudah ada mang ipin tukang kebun, lalu bi siti menuntun ku duduk fi salah satu kursi


"yuk kita sarapan dulu ya "


" tapi jangan lupa berdoa dulu supaya berkah makanan kita" ujar bi siti


tapi Anjani masih belum menyentuh makanannya


"pak Agus kemana? kenapa tidak ikut sarapan?" tanya Anjani tiba-tiba


"oh pak Agus sarapannya di pos depan,


tadi mang ipin sudah mengantarkan ke depan,


Anjani pun manggut-manggut saja pertanda mengerti lalu mulai menyedokan nasi ke piringnya,


mereka sarapan dengan tenang.


Mentari sudah menunjukan sinarnya semakin tinggi itu artinya waktu sudah beranjak siang,


semua pekerjaan sudah selesai di kerjakan,


semua sudah bersih dan rapi, untuk kamar bi siti sendiri yang membersihkan sesuai perintah bu Rina, hanya bi siti yang boleh masuk dan membersihkan kamar-kamar di sini,

__ADS_1


"mungkin aku masih baru jadi bu Rina takut aku macam - macam kali ya" pikirnya


waktu siang begini bisa di bilang nyantai kata bi siti, karena di rumah tidak ada orang.


pak Wahyu suami bu Rina sudah berangkat kerja,beliau bekerja di pemerintahan, dua anaknya kuliah di luar negri sedangkan bu Rina kalau siang begini pergi dengan teman-teman sosialitanya, jadi tidak perlu repot-repot untuk makan siang,kecuali kalau majikannya sedang di rumah atau mengajak teman-temannya untuk makan di rumahnya baru bi siti akan masak untuk makan siang sesuai perintah nyonyanya,


"kamu umur berapa Jan?" tanya bu siti tiba-tiba,ya mereka sekarang sedang beristirahat di paviliun belakang sambil makan cemilan kecil di tambah es teh manis semakin segar di buatnya


"saya baru 20 tahun bu" ujar Anjani lalu mengunyah cemilannya


"masih sangat muda ya,


kamu tidak malu bekerja seperti ini?


biasanya anak muda jaman sekarang gengsinya tinggi" ujar bi siti kemudian ia mengambil es teh miliknya


" gak lah bi ngapain malu, Jani gak nyolong,gak berbuat yang tidak-tidak kenapa barus malu yang penting Jani bisa kerja yang halal dapat uang lalu di kirim untuk ibu dan adikku di desa udah sangat bersyukur bi"


lalu Anjani menceritakan bagaimana ia bisa berangkat ke kota hingga akhirnya ia di terima di toko bunga bu Ambar dan memiliki teman yang baik seperti Tania sampai harua berhenti kerja karena bu Ambar harua pindah dan menjual toko bunganya,


lalu bertemu bu Rina tanpa sengaja menawarkan pekerjaan untuk ia,


bagai di siram air di tengah kehausan Anjani pun tak menolaknya


" begitulah bi ceritanya"

__ADS_1


"kamu gadis yang kuat nak,bibi bangga sama kamu,ibu dan adikmu pun pasti bangga punya anak dan kakak yang berbakti seperti kamu" ucap bi siti sambil mengelus puncak kepala Anjani.


__ADS_2