
Setelah urusan kontrak dengan PT. Rahaja Surya sudah selesai, niat hati ingin segera kembali ke negeri seberang untuk memulai bisnis di sana dan menyelesaikan study yang tinggal setahun lagi. Tapi entah kenapa hati ini jadi merasa gamang, takutnya jika sudah berada di sana lalu harus kembali karena pak Bian sudah mewanti-wanti untuk segala urusannya hanya mau saya yang menghendel perkembangan proyeknya. Sedangkan proyek ini pasti akan memakan waktu yang lumayan lama, bisa 3 samapi 4 tahunan. Tidak mungkin jika nanti harus terus bolak-balik setiap minggu, sudahlah boros di angka juga boros di waktu pastinya. Mau tak mau Dira harus melanjutkan studinya di negeri ini saja, dia mengambil S2 di hukum untuk menunjang ilmu bisnis yang sudah di dapatnya agar tidak salah jalan dan tidak mudah tertipu oleh pebisnis lainnya. jelas dia harus mempunyai modal ilmu dan pengetahuan yang mumpuni meskipun selama ini ia selalu di bantu oleh kedua omnya itu.
Hari ini Dira memilih istirahat di rumah saja. Dia akan menyelesaikan pengiriman pengurusan perpindahan studinya lewat email dan semoga cepat di Acc di sana dan bisa segera meneruskannya di sini. Sebenarnya perguruan tinggi di negeri ini tak kalah bagusnya, hanya saja Dira memilih sedikit menjauh agar sedikit dapat melupakan kenangan pahitnya, nyatanya seberapa pun kita jauh menghindar kenangan itu tak pernah bisa betul-betul luput dari ingatan. Hanya sejenak melupakan.
Dira menghembuskan nafasnya berat, Jika terus mengingat itu rasanya sesak itu masih ada.
Ema mewakili Dira untuk menemui klien di temani dengan Mba Yuni. Biasanya juga begitu, selalu di wakili oleh orang kepercayaannya jika tidak bisa Dira lebih memilih mundur. Tapi karena bisnis yang kemarin sudah mempertaruhkan hampir separuh dari sahamnya jadi mau tidak mau dia harus datang untuk kesejahteraan semua karyawannya, ia tak mau mempertaruhkan pekerjaan seluruh karyawannya.
Setelah selesai dengan pengajuan perpindahannya Dira memilih duduk santai di belakang rumahnya. Di sana di bangun gazebo kecil persis seperti ibunya di rumah lamanya dulu. Dari cerita om Satya, Dira sedikit banyak lebih mengenal ibunya dan neneknya.
Menikmati pemandangan hijau di depannya di tambah dengan air mancur buatan yang membuatnya semakin sejuk di pandang sambil menikmati kudapan ijo khas jawa, alias klepon. Dira suka sekali makanan tradisional seperti itu.
__ADS_1
Samar terdengar seperti ada yang membuka paksa pintu depan, dengan sigap dira bersembunyi di belakang pintu khawatir ada orang yang bermaksud jahat padanya.
Suara ketukan sepatu Terdengar semakin mendekat,dari suaranya Dira bisa menebak jika ini lebih dari satu orang. Dira harus benar-benar waspada.
Terdengar suara pintu di buka satu persatu tapi tidak ada suara dari orang tersebut. Tak berselang lama Tiba-tiba suasana menjadi hening, Dira sedikit melongokan kepala ke balik pintu , kosong. Untuk memastikan lebih jelas lagi Dira keluar dari persembunyiannya dengan sangat hati-hati sekali, khawatir musuh masih berada di dalam. Dia melihat sekitar, semuanya masih utuh dan masih di tempatnya. Tak ada yang hilang satupun di rumah ini, memastikan berkas-berkas pentingnya pun masih tersimpan rapih di berangkasnya. Ini benar-benar aneh menurut Dira.
Merasa ada yang janggal tapi tak menemukan bukti apa pun Dira melanjutkan langkahnya menuju gazebo belakang tadi, baru dua langkah dia meninggalkan kamarnya serangan datang dari samping kanannya, seorang pria bertopeng, beruntung dia bisa menepisnya dan pergulatan pun tak terelakkan. Berbekal ilmu bela diri yang di perolehnya mampu membuat Dira mengimbangi lawannya
Brak...
Biasanya Ema akan selalu di sampingnya, jadi dengan mudah dia mempertahankan dirinya dan dengan mudah melibas lawanya. Tapi tadi dengan paksaannya dia menyuruh Ema belajar bisnis dari mbak Yuni.
__ADS_1
Pertarungan semakin sengit, Hingga kaki kirinya terkena Serangan dari samping ketika ia sedang melawan yang satunya lagi. Tiba-tiba
"Berhenti...." ucapnya lantang dari belakang
Suara itu?? lirih Dira dalam hati.
Di liriknya kedua pria yang beradu jotos dengannya tadi bergantian. Dari posturnya, gaya rambutnya dan di tambah suara tadi. "Ah.... Sia**n di kerjain nih gue " ucap Dira yang hanya bisa membatin menahan sedikit sakit di bagian kakinya akibat tendangan lawan yang lumayan tadi saat ia lengah melawan satunya.
Begitu mereka membuka topengnya, ternyata.....
jeng... jeng...jeng...
__ADS_1
kira-kira Siapa ya guys....?
coba tebak hayoo...