Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Jadian


__ADS_3

Hujan membasahi langit di pagi ini tapi tak menyurutkan semangat Bagus untuk bertemu Anjani gadis pujaannya yang memenuhi pikirannya, setelah orang tuanya pergi dan adiknya juga ikut pergi Bagus mengajak Anjani ke taman,kali ini Anjani tak menolak ataupun menghindarnya,


duduk berdua dengan orang terkasih adalah hal yang sangat indah di tambah turunnya rintik hujan membuat suasana semakin romanti saja.


Bagus duduk mendekati Anjani,


"bagaimana tanggapan kamu atas perasaan ku Jan?" ucap Bagus membuka perbincangan di antara mereka


"maksud mas Bagus?" tanya Anjani pura-pura tidak mengerti maksud pertanyaan Bagus


"kemarin aku sudah jujur tentang bagaimana perasaanku terhadapmu sekarang saya menunggu jawabannya"


Anjani sebenarnya masih bingung, semalaman berpikir masih belum menemukan jawaban apa yang harus ia berikan kepada bagas, tapi Anjani tak bisa membohongi perasaannya ia sudah jatuh hati kepada bagus semenjak pertemuan pertama kala itu,


"apa mas Bagus tak masalah dengan status saya sebagai pembantu bahkan di rumah mas sendiri?" akhirnya Anjani menjawab pertanyaan Bagus dengan pertanyaan pula, pertanyaan yang selalu mengganjal di hatinya,


Bagus tersenyum dengan pertanyaan anjani,dia membawa Anjani kedalam pelukannya

__ADS_1


"aku gak masalah dengan status kamu Jani,kalau aku mempermasalahkan status kamu dari awal aku gak akan mendekati kamu,aku itu sayang sama kamu apa adanya tidak memandang status dan apalah itu,


jadi kamu mau kan jadi pacar aku?" ucap Bagus sambil mengelus kepala pujaan hatinya,


Anjani hanya menjawab dengan anggukan kepala dan semakin memeluk erat Bagus,


Anjani merasa terbang ke atas awan,


hatinya bermekaran bunga-bunga dan kupu-kupu berterbangan sungguh indah,


Hari itu hari yang sangat bahagia untuk kedua insan yang sedang di mabuk cinta,


Bagus meminta ijin kepada mamahnya untuk membawa Anjani keluar, sebenarnya bi Rina kurang suka jika anak-anaknya dekat bahkan sering mengajak Anjani keluar tapi Bagus beralasan ia membutuhkan Anjani untuk membawa barang-barang yang akan ia beli dan bu Rina tidak ada alasan lagi untuk menolaknya,


Bagus dan Anjani sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dari semua orang itu semua atas permintaan Anjani yang takut tidak di restui oleh bu Rina dan pak Wahyu dan Bagus pun mengiyakan keinginannya asal Anjani bahagia.


Hari ini ia membawa Anjani untuk kencan, merayakan hari jadi mereka dengan makan siang istimewa,

__ADS_1


Bagus membawa Anjani kesalon terlebih dahulu agar ia semakin cantik di hari spesialnya,menyuruh pegawai salon untuk membuat pujaan hatinya secantik mungkin,


beberapa waktu kemudian pegawai menuntun Anjani keluar


"bagaimana pak,apa sesuai dengan permintaan bapak?" tanya pegawai itu tersenyum melihat ekspresi dari Bagus yang sepertinya puas melihat pekerjaanya.


Bagus langsung berdiri dan mematung di tempatnya,


"sungguh cantik pujaan hatinya" ucapnya dalam hati, memang pada dasarnya Anjani sudah cantik di tambah dengan sedikit polesan menambah kecantikannya.


"Kamu cantik banget sayang" ucap Bagus menghampiri Anjani dan mencium keningnya di hadapan semua pegawai salon membuat Anjani melototkan matanya


"kamu apaan sih mas,aku malu tau" dengan wajah memerahnya Anjani menutup wajahnya


" ya gak apa-apa dong sayang,kamu kan pacar aku jadi wajar dong aku cium kamu" Bagus terus tersenyum melihat tingkah Anjani yang menggemaskan


"iya tapi gak di depan orang juga mas aku malu"

__ADS_1


semua orang terus tersenyum- senyum sendiri melihat kedua sejoli itu berdebat mesra.


__ADS_2