Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Kode Dari Dira


__ADS_3

"Jika kamu bisa memberikan apa yang saya mau maka akan saya lepaskan mereka berdua " ujar Hamzah pada Dira.


"hem...Licik sekali" seloroh Dira dengan senyum mengejeknya, bukanya marah justru tawa Hamzah yang terdengar


"Hahaha...itu sangat berguna untukku bocah, kelicikan ku yang membuatmu harus memberikan apa yang saya mau hahaha"


"Baiklah. Katakan!" ucap Dira dengan tegas.


"Hahaha...betul bukan jika kelicikan itu di perlukan untuk menang hahaha" tawa Hamzah semakin puas mendengar pertanyaan Dira tadi. Walaupun tidak sesuai rencana awalnya,namun justru Dira sendiri yang datang padanya, namun Dira tak bergeming masih dengan wajah tenangnya.


"yang pertama" ujar Hamzah menjeda kalimatnya


" mau perusahaan saya kembali ke saya. Yang ke dua jauhi Bagus dan keluarganya dan yang ketiga..... saya mau Dara Putih musnah dari dunia mafia bawah tanah ini karena the Don harus menjadi yang pertama dan yang paling di takuti" Hamzah mengutarakan semua keinginannya, keserakahan membuat dia menjadi licik dan tidak mempunyai wibawa menurut Dira.

__ADS_1


"Ck... hanya itu?" decak Dira


"Baiklah, akan saya lakukan semuanya, itu semua mudah saja bagi saya" ujar Dira tenang menjawab semua permintaan Hamzah dan justru itu membuat Hamzah terheran-heran, bagaimana mungkin Dira langsung menyetujui semua keinginannya. Ada apa ini? seperti ada yang salah pikir Hamzah dalam hatinya namun segera menepisnya,yang terpenting adalah Dira mau mengabulkan segala permintaannya, sisanya itu urusan nanti.


"Hahaha... ternyata semudah ini dasar bocah, kalau tahu begini mudahnya untuk apa saya menyusun sedemikian rupa untuk melakukan ini hahaha tapi tidak apa-apa yang terpenting adalah kamu menepati janjimu tadi, mengerti bocah? atau kalau tidak dua orang ini yang akan menerima akibatnya". ucap Hamzah sekaligus menggertak Dira meskipun Dira sudah menyetujui permintaan ya.


"Ternyata selain anda sombong dan mata keranjang, anda juga seorang pengecut ya. Mengambil apapun yang anda mau dengan melakukan berbagai cara meskipun harus menghilangkan nyawa orang sekalipun" ujar Dira lalu melirik ke arah Ema yang dari tadi terus menggelengkan kepalanya dengan sorot mata memohon.


"Cuiih...perse*an dengan segala ucapanmu, tanda tangani berkas itu cepat dan urusan kita selesai" ujar Hamzah lalu anak buah Hamzah mendekati Dira dan memberikan map coklat yang berisi perjanjian dan pengalihan saham perusahaan Hamzah. Dira membaca semuanya dan tersenyum smirk namun tidak segera menandatanganinya melainkan justru menutup kembali map tersebut dan menyimpannya kembali pada anak buah Hamzah.


"Hei..apa maksudmu? segera tanda tangani itu atau timah panas ini akan bersarang di kepala anak buah yang telah berkhianat ini!" Hamzah menodongkan senjata tepat di depan kepala Ema,


"Bagaimana? kaget? ya dia dulunya adalah anak buahku yang ku suruh untuk melenyapkanmu waktu masih bayi tapi sia*nya justru dia merawat mu dengan baik dan malah menyayangimu. Dan bodo*nya lagi dia selalu melindungi mu dengan mempertaruhkan nyawanya sekalipun, bahkan dia tidak pernah takut kepadaku" ujar Hamzah menjelaskan panjang lebar pada Dira berharap Dira membenci Ema dan tersulut emosi.

__ADS_1


"Ya saya tahu dan ya saya berterima kasih pada anda yang sudah mengirimkan malaikat pada hidupku yang hampa ini" jawab Dira tenang meskipun banyak pertanyaan yang ingin di ajukanya, biarlah dia tahan dulu sampai nanti waktunya tepat.


"Sia*" umpat Hamzah melihat Dira yang biasa-biasa saja responya.


"sudahlah tidak perlu berbasa-basi lagi. Cepat tanda tangani itu dan semua selesai" ujar Hamzah geram karena Dira tak juga menandatangani berkas itu.


"Ckk... jangan buru-buru lah pak, mari kita berpesta dulu" ujar Dira melirik Ema memberi kode padanya dengan jarinya yang langsung di tangkap dengan baik oleh Ema dan mereka berdua menyeringai dengan jahatnya di depan Hamzah.


Dan...


Kode apa yang di kirim Dira pada Ema ya kira-kira guys????


tungguin terus lanjutan ceritanya ya 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2