
Banyak Yang sibuk mengejar harta
hingga akhirnya lupa pada keluarga,
Padahal, tanpa dia sadari
Keluarga adalah harta yang paling berharga.
Seringkali terjadi manakala keluarga sendiri di anggap orang lain hanya karena miskin,
Betapa lemahnya nilai kekeluargaan ini
Jika harta yang menjadi ukurannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari baru, semangat baru.
__ADS_1
Dira mengawali hari ini dengan semangat barunya, mengenakan baju kerja semi formal,celana hitam dan atasan tunik warna moca dan di padukan dengan kerudung senada di tambah sepatu putih yang menempel sempurna di kakinya membuat nilai tambah untuk kecantikan yang nyaris sempurna. Dira menyempatkan diri untuk berselfi dan memposting di sosmednya, "Selesai" ujar Dira setelah selesai mempostingnya kemudian beranjak keluar kamar dan menghampiri Ema yang sudah siap untuk berangkat ke kantor.
Tiga puluh menit di perjalanan menggunakan mobil kesayangannya, Dira dan Ema sampai di lobby perusahaan. Ema melempar kunci mobilnya pada sekuriti untuk di parkirkan di tempat khusus, Ema tidak atau mungkin belum ingin mencari supir pribadi untuk Dira, dia masih bisa menghendel semuanya sendiri tapi jika tidak memungkinkan Ema akan meminta kedua omnya untuk bergantian, apalagi sekarang di tambah posisi Ema seorang CEO baru yang pasti banyak yang mengincarnya, jadi Ema harus selalu waspada untuk keselamatan Dira.
Dira berjalan beriringan dengan Ema memasuki kantor baru, semua karyawan mengangguk hormat pada atasannya yang baru dan Dira menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya, sesekali justru Dira yang menyapa duluan karyawannya yang sudah mulai berdatangan membuat nilai lebih untuk Dira sebagai CEO baru
"Eh, CEO baru kita ramah banget ya mau nyapa kita gak kaya yang dulu, uuh sombongnya minta ampun, boro-boro nyapa duluan di sapa juga gak nengok sama sekali ih" ujar salah satu karyawan
"He'eh ihh...bener, udah mah cantik, pinter ramah lagi. Mau deh di jadiin saudaranya heh" jawab yang lainya
" Saya gak muluk-muluk, saya cukup jadi pengagumnya saja. Takutnya kalau ketinggian ngimpi jadi suaminya malah jatuhnya sakit banget lagi haha" ujar yang lainnya lagi sambil tertawa dan di ikuti tawa yabg lainnya juga.
"Huuuu" serempak mendapatkan sorakan dari teman-temannya.
"Sudah-sudah, lebih baik kalian bersiap-siap. Sebentar lagi akan ada penyambutan untuk CEO baru kita dan beliau meminta kita semua untuk ikut hadir tanpa terkecuali" ujar kepala divisi pada anak buahnya yang sedari tadi membicarakan sang CEO.
"Kita semua pak?" tanya salah seorang bawahan yang tak percaya jika dia juga akan ikut serta.
__ADS_1
"Iya, kita semua. Kan sudah saya bilang tanpa terkecuali, itu artinya kalian semuanya ikut. Mengerti" jawabnya mempertegas pernyataannya tadi
"Sudah, setengah jam lagi kita berkumpul. Siapkan semuanya dan saya harap yang terbaik dari divisi kita. Jadi mari kita siapkan sebaik mungkin. Oke!" ujar kepala divisi memberikan semangat pada bawahannya.
"Oke pak" jawab mereka bersamaan dengan semangat empat lima.
Sementara itu di ruangan Dira sudah duduk tiga orang tengah asyik ngobrol saat Dira membuka pintu tadi. Dira menatap sinis pada dua orang itu, tatapnya tajam menembus tulang belulang yang menatapnya. Dan tanpa tahu malunya, dua orang itu justru mendekat dan merangkul Dira dan menuntunnya duduk di sofa empuk milik Dira sedangkan yang satunya masih setia duduk di kursinya dan menatap balik Dira tanpa rasa takutnya.
Sementara Ema?
Dia hanya tersenyum sambil tangannya menyilang di dadanya melihat itu semua tanpa berniat ingin mencegah atau bertindak apappun....
Jeng-jeng-jeng...
kira-kira siapa ya guys???
Apakah ada penghianat di sini?
__ADS_1
ikuti terus ceritanya ya....
salam sayang selalu dari MamaMay 🤗