
Sedangkan di kota lain,
di sini sedang berlangsung pesta pernikahan antara Bagus Sahputra & Sari Devi ,
akad nikah sudah di langsungkan tadi pagi dan sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri, Devi duduk di pelaminan di samping Bagus dengan senyum terus terpancar di wajahnya berbeda dengan Bagus sang mempelai pria,
wajahnya datar dan tidak seperti menggambarkan pengantin baru yang bahagia,
pikirannya terus tertuju pada istri pertamanya Anjani,
dia memikirkan hati istrinya,
dia telah menyakiti hati istrinya bahkan sangat.. sangat menyakitinya,
entah hukuman apa yang harus ia terima jika istrinya sampai tahu nanti,
entahlah pikirannya sangat kalut saat ini .
Di sebelah mempelai ada orang tua dari Bagus dan di sebelahnya lagi orang tua Devi,
mereka semua mengembangkan senyum di hari bahagia anak-anak mereka.
Tamu undangan mulai naik ke atas pelaminan dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai,
pesta megah nan mewah di buat oleh orang tua Devi karena ia anak tunggal,
hingga membuat pesta yang sedemikian rupa,
tamu dari semua kalangan di undang karena pak Hamzah adalah pengusaha yang bisa di bilang lumayan di perhitungkan di kota itu.
Setelah pesta usai Bagus langsung turun dari pelaminan tanpa pamit kepada istri,mertua maupun orang tuanya,
yang ada di pikirannya hanya istri pertamanya terkasih,
ingin segera melepas rindu dengannya.
Pak Hamzah yang melihat itu menatap pak Wahyu dan bu Rina,
__ADS_1
yang di tatap pun bingung mau menjawab seperti apa
"emmm mungkin Bagus lelah mas,jadi dia ingin segera istirahat" ucap bu Rina membuang kecanggungannya di tatap besan seperti itu
"iya tapi tidak harus meninggalkan pengantinnya sendirian di pelaminan ka jeng" ibunya Devi menimpali ucapan bu Rina tidak terima anaknya di tinggal sendirian di pelaminannya,
"gak apa-apa ko mah,aku ngerti kalau mas Bagus lelah,biar aku menyusul saja mas Bagus ke kamar ya" ucap Devi menengahi perdebatan orang tua dan mertuanya,
sebenarnya Devi tau jika Bagus suaminya sudah memiliki istri dan dirinya di jadikan istri kedua,
tapi dia tak keberatan karena dirinya sudah terlanjur jatuh cinta kepada Bagus,
tapi dia menutupi semuanya dari kedua orang tuanya dan berkat kekuasaan uang dia bisa mengurus semua berkas suaminya dengan mudah.
sedangkan di tempat lain,
tepatnya di taman belakang Bagus tengah tertawa di hadapan telepon genggamnya,
dia sedang melakukan panggilan video dengan istri tercintanya,
melepas rindu karena seharian ini dia tidak bisa mengabari istrinya karena ancaman dari ibunya,
"enggak kok mas,oh iya tadi aku kerumah bu Rina tapi beliau enggak ada" ucapan Anjani sukses membuat Bagus terkejut,
"kamu dari rumah mamah sayang? kapan?
kenapa gak bilang?" tanya Bagus beruntun dengan wajah sedikit panik
"aku kan udah kirim chat sama kamu mas kalau aku mau kerumah bu Rina tapi kan handphone kamu gak aktif" ujar Anjani menjelaskan
"lagian kamu kenapa sih mas kalau aku kerumah mamah kamu?
aku kan cuma ingin mengambil hati mamah kau sekalian aku kangen sama bi Siti and the genk "
Bagus bingung mau menjawab apa,
dia belum menemukan jawaban dari pertanyaan istrinya itu
__ADS_1
"kamu kok manggil mamah bu Rina bu Rina terus dari tadi yang,
mamah aku kan jadi mamah kamu juga jadi kamu juga harusnya manggil mamah juga bukan bu Rina lagi" ucap bagus mengalihkan pertanyaan istrinya tadi dan ternyata sukses membuat Anjani melupakan pertanyaannya tadi
"hehe aku gak enak mas,
bu rina kan...
belum sempat Anjani melanjutkan kalimatnya sudah di pelototi suaminya membuat Anjani menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"iya maksudku mamah kan belum menyukai aku jadi aku gak enak kalau langsung panggil mamah gitu aja"
"kamu gak usah ngomong gitu,
harus di biasakan oke"
"iya aku coba mas" lalu tersenyum memandang suaminya di layar handphonnya,
Saat tengah asyik mengobrol Bagus tak menyadari jika sedari tadi ada yang memperhatikannya dari jauh,
ya tadi saat Devi menyusul Bagus kekamar tapi tidak menemukan suaminya itu,lalu mencari dan menemukan suaminya sedang tertawa di taman belakang,
hatinya panas melihat suaminya begitu perhatian kepada istri pertamanya
"Mas aku cari-cari ternyata ada di sini" Devi mengahampiri suaminya membuat Bagus langsung mengalihkan handphonya ke arah lain
"suara siapa itu mas?" tanya Anjani curiga karena ada suara perempuan di tempat suaminya tapi tidak sempat melihatnya karena suaminya mengalihkan hp'y ke arah lain,
Bagus menaruh telunjuknya di bibirnya,
mengisyaratkan istri keduanya untuk diam
"oh itu,,,anu sayang..tadi itu suara teman-teman yang ikut dinas di sini,manggil yang lain untuk segera berkumpul" ujar Bagus setenang mungkin
mengontrol diri agar tidak terlihat gugup di depan istri tercintanya,
"sudah dulu ya sayang,kamu istirahat jangan capek - capek kasihan nanti baby'y juga ikut capek,nanti aku telepon lagi kalau udah santai ya sayang " pamit Bagus hendak mengakhiri panggilan teleponnya, di jawab anggukan oleh Anjani dan mendapatkan kiss jauh dari istrinya,
__ADS_1
setelah panggil di matikan Bagus menatap tajam istri mudanya dan.....