Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Bertemu bi Siti and the genk.


__ADS_3

Menggunakan taksi online Anjani berangkat menuju rumah mertuanya yang jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 30 menit dari rumahnya,


Bagus melarang Anjani menggunakan angkutan umum ataupun ojek bila Anjani pergi kemana -mana khawatir akan keselamatan mereka katanya.


Membawa sedikit buah tangan untuk mertua dan bi Siti serta yang lainnya Anjani duduk manis di kursi belakang melihat pemandangan jalanan, banyak berlalu lalang kendaraan. Sebenarnya fikiranya sedang tidak fokus karena hari ini dirinya tidak bisa berkabar dengan suaminya,biasanya setiap saat suaminya selalu menyempatkan waktu untuk video call, telpon atau hanya sekedar chat saja sudah membuat Anjani senang tapi dari chat suaminya tadi pagi membuat Anjani sedikit tak bersemangat,di tambah perasaan aneh yang menyelimutinya membuat ia semakin tidak karuan.


Sesampainya dikediaman mertuanya Anjani di sambut pak Agus dengan senyuman di wajah nya karena mereka semua sangat dekat seperti keluarga sendiri, tapi sekarang berbeda Anjani telah menjadi majikannya kali ini


"biar saya bantu non" ucap pak Agus ketika Anjani mengambil barang dari bagasi mobil


"makasih pak" ucapnya lembut


"pak Agus apaan sih panggil aku pake non,non segala, panggil Jani aja kayak biasa pak" ujar Anjani lagi dengan tersenyum dan beranjak masuk kedalam rumah


"ya enggak enak atuh non,kan sekarang non udah jadi istrinya den Bagus majikan saya berarti non juga majikan saya sekarang"


Anjani berhenti dan memutar badannya hampir saja pak Agus menabraknya jika tidak langsung berhenti


"aku suka di perlakukan seperti ini pak,


bagaimanapun setatus saya sekarang saya tetap Anjani gadis desa dan kita semua saudara pak" ucapnya lalu melanjutkan langkanya kedalam rumah


Pak agus yang diperlakukan seperti itu sempat menangis haru dan langsung mengikuti langkah Anjani.


Sesampainya didalam rumah Anjani merasa heran karena rumah sangat sepi sekali,


ya memang rumah itu juga biasanya sepi tapi biasanya jam segini ibu mertuanya belum pergi karena masih pagi, Anjani tadi sengaja berangkat pagi -pagi biar bisa bertemu ibu mertuanya.


"bu Rina kemana pak?" tanya Anjani pada pak Agus yang seketika langsung salah tingkah entah kenapa,

__ADS_1


"em itu Jan,,anu,,, oh bapak panggil bi Siti dulu ya" ujarnya langsung menuju ke paviliun belakang


tak lama setelah itu bi Siti dan mang Ipin datang dengan pak Agus di depannya,


Anjani langsung berdiri dan menghampiri bi Siti,


mencium tangan dan memeluk wanita yang sudah lumayan sepuh itu,


"bibi sehat?" tanya Anjani dengan air mata membasahi pipinya


"sehat non Anjani" jawaban bi Siti membuat Anjani memelototkan matanya tak suka


"bibi sama seperti pak Agus tadi manggil aku pake non,, nonan segala,


mang Ipin juga mau ikut-ikutan?"


tanya Anjani melirik ke mang Ipin dan hanya di angguki oleh mang Ipin sambil senyum-senyum saja,


"jangan panggil aku non bi, panggil aku Jani aja seperti biasa aku masih Anjani kalian seperti dulu"


"walaupun sekarang aku udah nikah sama mas Bagus tapi aku tetap Anjani yang sama" ujarnya dengan senyuman manis diwajahnya


"gak salah memang den Bagus manjadikanmu istrinya,udah cantik, pintar jago masak di tambah baik hati lagi" ucap bi Siti sambil mengelus-elus rambut Anjani,


"ini untuk bibi,mang Ipin dan pak Agus" ucap Anjani memberikan satu persatu paper bag yang ia bawa tadi,


"apa ini Jani pake bawa-bawaan segala" bi Siti menerima bag yang diserahkan Anjani tadi,


isinya baju dan kerudung yang lainya juga ikutan membuka bagnya masing-masing dan berterima kasih kepada Anjani.

__ADS_1


Setelah melepas rindu dengan bi Siti dkk,


Anjani beranjak hendak menuju kamar ibu mertuanya namun di hentikan oleh pertanyaan bi Siti


"mau kemana non?"


" mau kekamar bu Rina bi ngasih ini" menunjukkan sisa paper bag yang di bawanya


bi Siti,mang Ipin dan pak Agus mendadak tegang,


naun Anjani sudah berlalu kekamar ibu mertuanya


Tok.tok.tok


"bu ini Anjani" namun tak ada jawaban dari dalam lalu Anjani mengetok lagi pintunya dan memanggil ibu mertuanya namun tetap tak ada jawaban,


pintunya pun terkunci saat Anjani mencoba membukanya tadi lalu kembali ke tempat bi Siti dkk


" bu Rina kemana bi?


kok tumben masih pagi gini udah gak ada dirumah?"


mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat mereka semakin tegang entah harus menjawab apa,


apakah harus jujur atau....


dukung terus Karyaku ya 😊


dengan like and vote karya aku 🤗

__ADS_1


terimakasih 🙏


salam sejahtera untuk kalian semua


__ADS_2