
"Iya pah menantu kita Devi sedang hamil anak Bagus"
"Ukhuk....ukhuk..." Bagus tersedak mendengar berita dari mamahnya, tubuhnya kaku tak tau harus merespon apa,bukan..bukan tak menerima kehadiran anaknya yang berada di dalam rahim Devi,hanya saja itu sangat mengejutkan baginya di tambah ia tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap istrinya itu.
Devi menyodorkan air untuk suaminya tapi Bagus malah mengambil minumannya sendiri dan segera meminumnya membuat Devi menarik kembali gelas yang ia ulurkan,bergemelut dengan pikirannya Bagus masih tak percaya jika dia menghamili Devi istri yang tak pernah ia cintainya itu
"Tidak..tidak mungkin ini bisa terjadi, Maafkan aku Anjani aku telah mengkhianatimu" ucap Bagus dalam hati.
Sedangkan berita yang di sampaikan bu Rina di sambut puji syukur oleh pak wahyu yang akan memiliki cucu lagi dari Bagus dan istri keduanya,ia sangat senang di masa tuanya akan penuh canda tawa cucu-cucunya nanti.
"Nanti ajak Devi ke dokter ya Gus buat pemeriksaan" pinta bu Rina pada anaknya
"Gak bisa mah,hari ini aku ada kunjungan lapangan langsung bersama pimpinan" ucap Bagus datar sembari memberi anaknya susu botol favoritnya,
usia Putri kini sudah 7 bulan,dia sangat aktif dan menggemaskan,bahkan ia memiliki boneka dan botol susu favoritnya,jika tak ada boneka kuning kesayangannya ia akan susah tertidur sedangkan jika tak menggunakan botol susu favoritnya seakan tidak terlalu lahap minum susunya.
"Kan bisa minta ijin Gus,ini iatrimu sedang hamil lo berilah dia sedikit perhatianmu jangan kerjaan mulu yang di pikirin" ucap bu Rina
"Gak bisa mah, ini kunjungan penting,biar Devi periksa di antar mamah saja atau kalau tidak mau tidak usah periksa sekalian" jawab Bagus
__ADS_1
Devi hanya diam saja mendapat jawaban suaminya,dia mengepalkan tangan di bawah meja menahan segala emosi di dadanya
"sabar Dev..sabar..." mencoba menguatkan diri sendiri
"Ema..." teriak Bagus,Ema yang berada tak jauh dari meja makan segera berlari dan menghampiri majikannya
"ya mas"
tanpa banyak bicara lagi Bagus menyerahkan putrinya pada Ema,ya Bagus memang membawa Ema untuk tinggal di rumah orangtuanya itu untuk merawat anaknya,dia tidak percaya seratus persen kepada mamah dan Istrinya.
Pak Wahyu hanya diam melihat putranya seperti itu,dia tahu jika berita kehamilan Devi sepertinya membuat mood anaknya berantakan,dia tahu perasaan putranya itu tapi apa boleh buat, Devi sudah hamil anak Bagus dan itu berarti cucunya juga jadi dia harus menyambutnya dengan gembira terlepas dari semua perasaan anaknya.
Akhirnya Devi ke rumah sakit di antar oleh ibu mertuanya, melihat ibu hamil lain semua di antar suaminya membuat dada Devi bergemuruh, harusnya ia juga di antar suaminya Bagus tapi sayang yang ia dapat malah sebaliknya, sepertinya ia harus membuat rencana agar suaminya bisa bertekuk lutut di hadapannya.
Devi dan bu Rina tersenyum mendengar ucapan dokter,
Kemudian dokter memberikan penjelasan tentang kehamilan,apa yang sebaiknya dan yang kurang baik untuk ibu hamil apa lagi masih hamil muda seperti ini masih rawan akan segala hal.
Setelah menebus resep dokter bu Rina dan Devi segera menuju mobilnya dan segera pulang,Devi sengaja meminta hasil USG 'y untuk di tunjukkan pada suaminya siapa tau bisa melunakkan hati suaminya.
__ADS_1
Dalam perjalanan mereka asyik bercerita kesana-kemari,dari mulai kehamilan Bagus dan Bagas yang ngidamnya beda-beda,
Waktu hamil Bagus Bu Rina mabok parah,anti makanan pinggir jalan, semuanya harus steril,harus dari restoran dan bintang lima sedangkan waktu hamil Bagas tak ada ngidam aneh-aneh, semua makanan di libas habis dan tidak mengalami morning sickness sama sekali, seperti orang tidak hamil saja.
"Makasih ya mah udah selalu dukung Devi terus hingga semua rencana kita berhasil dan aku hamil anak mas Bagus mah"
"iya sayang,apa pun untuk kamu dan sekarang untuk cucu mamah juga hehe" menyentuh perut Devi yang masih rata.
"Oh iya mah, sekarang keluarga pembantu itu Kemana mah? mamah apakan mereka sampai-sampai mereka tidak ada nongol batang hidungnya?"
Mendengar pertanyaan Devi membuat bu Rina tersenyum miring.....
Dan apakah yang terjadi pada ibu Anjani dan Satya??
nantikan bab selanjutnya.
ikuti terus karya baruku ya,
dukung terus dengan like,komen and vote di tambah gift seikhlasnya kamyu..
__ADS_1
salam sejahtera untuk kalian semua 🤗😊
terimakasih 🙏🙏