Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Dilema


__ADS_3

Sepanjang hari Anjani memikirkan kejadian tak terduga tadi, ia tak menyangka jika Bagus sangat berani melakukan hal seperti itu, walau belum sempat tapi Anjani tetap takut, walau tak di pungkiri perasaannya terhadap anak majikannya itu tapi ia sadar diri dan berusaha untuk tidak terbawa perasaan yang akan menyeretnya ke jurang perasaan yang lebih dalam lagi, tapi Anjani tetap berusaha profesional mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik, tapi sebisa mungkin Anjani menghindar dari Bagus bahkan Bagas yang tak tau menau pun terkena imbasnya.


Sudah seminggu sejak kejadian itu, Anjani Masih saja berusaha untuk menghindar dari anak majikannya,hanya menjawab seperlunya ketika ada bu Rina atau pak wahyu selebihnya ia belum mampu untuk berhadapan langsung dengan anak majikannya.


Saat ia tengah asik menyiram tanaman tiba-tiba ada yang menarik tangannya ke belakang, Anjani yang terkejut hanya mengikuti langkahnya, sampai di belakang dia tambah terkejut dengan siapa yang menarik tangannya


"mas Bagus,,,nga... ngapain bawa saya kesini?" Anjani ketakutan hingga keringat dingin membasahi dahinya


"kenapa kamu selalu menghindariku?" tanya Bagus kemudian


"saya tidak menghindari mad Bagus "

__ADS_1


"terus kenapa kamu selalu menghindar ketika bertemu saya?


"saya tidak menghindar" jawab Anjani berbohong


"saya hanya menjaga jarak saja,tidak enak kan mas anak bu Rina majikan saya masa bergaul sama saya yang pembantu" ucap Anjani lagi dengan wajah menunduk menghindari tatapan wajah Bagus,


" tapi aku merasa kamu menghindariku setelah kejadian itu,aku gak sengaja Anjani aku khilaf,aku minta maaf oke aku janji gak akan mengulanginya lagi" mencoba untuk meyakinkan Anjani


Anjani mendongakan kepalanya mendengar Bagus mengutarakan perasaannya begitu saja,membuat hatinya pun berdetak tidak karuan mencoba mencari kebohongan di sorot matanya,tapi nihil,mata itu penuh keyakinan dan ia semakin khawatir tentang itu,ia hanya pembantu di rumah itu sedangkan Bagus adalah anak dari majikannya tidak mungkin mereka bisa bersama, Anjani tak menjawab dan merespon ucapan Bagus dan hendak pergi namun Bagus menahannya,ia memeluk Anjani dengan erat seperti takut akan kehilangan gadis pujaannya itu


"jangan pergi Jani, jangan jauhi aku,

__ADS_1


aku gak sanggup jauh dari kamu,


aku sungguh -sungguh dengan perasaan ini,aku mohon jangan jauhi aku" tutur Bagus dengan suara bergetar, Anjani tak bergeming pikirannya semakin kacau,di satu sisi dia senang karena ternyata Bagus juga memiliki perasaan yang sama tapi di satu sisi ia takut karena lelaki yang kini memeluknya adalah anak majikannya,ia takut tak di restui oleh bu Rina dan pak Wahyu, hatinya benar-benar bimbang saat ini tak mampu membuat keputusan tak tau apa yang harus di lakukan.


Anjani melepaskan pelukan Bagus yang sudah mulai merenggang menatap dalam wajah tampan laki-laki di depannya, sungguh hatinya sudah di penuhi oleh satu nama Bagus Saputra tak ada yang lainnya tapi setatusnya yang membuat dia dilema,


harus apakah gerangan yang bisa di sampaikan kepada lelakinya Kini,


Anjani memajukan wajahnya mendekati bagus lalu mengecup singkat bibir pria itu lalu berlari begitu saja kebelakang tanpa sepatah katapun, Bagus mematung ditempatnya memegangi bibir yang di kecup Anjani tadi, tersenyum sendiri melihat Anjani yang berlari setelah menciumnya,


menggemaskan sekali pikirnya, walau Anjani tak mengatakan apapun Bagus yakin jika Anjani juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya, biarlah kini ia membiarkan Anjani sendiri dulu besok ia akan menanyakan lagi keputusan Anjani tentang perasaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2