Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Lahirnya anak Devi


__ADS_3

Sudah 5 jam Devi berada di ruang operasi tapi belum ada tanda-tanda akan selesai, lampu operasi masih setia menyala membuat diri ini jadi merasa khawatir, semoga Allah memberikan kelancaran dan keselamatan untuk Devi dan anakku.


Suara adzan berkumandang ternyata sudah masuk waktu ashar, aku memilih memenuhi panggilan Allah terlebih dahulu sebagai kewajiban seorang muslim.


Setelah melakukan empat rakaat ku menengadahkan tangan dan bermunajat kepada Allah SWT,


"Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa hamba, dosa-dosa kedua orang tua hamba dan dosa istri hamba Devi,dia sedang berjuang di dalam meja operasi untuk melahirkan anakku, berikanlah kelancaran pada operasinya ya Allah, selamatkan Devi dan juga anakku, hambamu yang penuh dosa ini memohon kepadamu ya Allah, kabulkanlah doa hamba ya Allah" air mataku jatuh seketika mengingat perjuangan Devi melahirkan anakku bertaruh nyawa di atas meja operasi, perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya sungguh sangat mulia,patutlah jika surga berada di telapak kaki ibu.


Tak lupa ku doakan istri pertamaku Anjani agar di tempatkan di surganya Allah bersama orang-orang mukmin yang telah mendahului kami.


Setelah selesai mengadu pada yang maha kuasa ku kembali ke ruang operasi ternyata belum juga selesai, ku dudukan tubuhku di samping mamah yang setia menunggui menantunya, ku bawakan makanan dan minuman untuk beliau tapi enggan untuk menyentuhnya hanya menyecap teh hangat yang ku bawa.


Terdengar suara sepatu pantofel mendekat,ternyata papa Hamzah yang datang, setelah mendapat kabar dari mamah, papah Hamzah langsung berangkat kemari mendengar kabar anaknya akan melahirkan


"Gimana Devi Gus?" Tanyanya begitu sampai di hadapan ku.


"Masih di dalam pah,belum ada kabar lagi dari dokter" jawabku lalu ku berdiri mempersilahkan duduk untuk papah Hamzah karena bangku yang tersedia hanya dua.


Terlihat dari wajahnya papah Hamzah sangat lelah dan khawatir, terlihat guratan halus di wajah tuanya terlihat dan beberapa keriput di dahinya.

__ADS_1


"Kita doakan saja untuk kelancaran operasi Devi pah agar di beri kelancaran dan keselamatan " tutur ku menenangkan papah Hamzah


Sebenarnya aku pun sama tegangnya,teringat akan operasi istri pertamaku Anjani saat melahirkan Putri hampir membuat jantungku lepas dari tempatnya,ini pun sama tapi bedanya entah hatiku merasa hampa saja hanya rasa khawatir akan keselamatan anak dan istriku tapi dengan rasa berbeda,entah mungkin karena hati ini belum menerima istri keduaku dengan sepenuhnya.


Sekitar satu jam setelah kedatangan papah hamzah lampu operasi padam pertanda bahwa operasi telah selesai di lakukan, jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya manunggu dokter keluar,ku lihat mamah dan papah Hamzah juga sama tegangnya denganku bahkan mamah sampai terus bolak-balik membuat semakin tegang saja.


Tak lama pintu operasi di buka, dokter keluar dengan satu asistennya


"Suami ibu Devi?" dokter menanyakan suami Devi tentu aku langsung bangun dan mendekat


"Saya dok, bagaimana istri dan anakku?" tanyaku penuh kecemasan


"Alkhamdulillah operasi ibu Devi berjalan dengan lancar,ibu dan anaknya juga selamat, anak bapak cantik dan sempurna,sebentar sedang di berishkan di dalam" jelas dokter itu membuat hatiku lega mendengarnya


"Terimakasih dok, terimakasih karena telah melakukan yang terbaik untuk istri dan anakku" ucapku kemudian berterima kasih kepada dokter yang menangani operasi Devi.


"Ya sama-sama pak, sudah tugas kami untuk berusaha melakukan yang terbaik untuk pasien kami" jawab dokter itu tersenyum


"Kondisi ibu Devi stabil tinggal menunggu sadar dari obat bius dan akan di pindahkan ke kamar rawatnya sedangkan untuk bayinya akan kita masukkan ingkubator terlebih dahulu untuk memastikan kondisi bayi normal semuanya" jelas dokter itu menerangkan kondisi Devi dan anakku.

__ADS_1


"Ya dok terimakasih penjelasannya,tolong berikan kamar yang terbaik untuk anak dan istriku" ucapku kemudian


"Pasti pak" jawab dokter itu kemudian berlalu


Kupeluk papah Hamzah menumpahkan perasaan lega di dadaku


"selamat nak kamu sudah menjadi ayah sekarang" ucapnya sambil menepuk bahuku yang ju jawab dengan anggukan kepala, kemudian ku peluk mamah yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan saja,tumben biasanya dia sangat rewel jika menyangkut menantunya yang satu ini.


"Selamat sayang kamu sudah mejadi ayah sekarang"


ku lirik mamah dengan tatapan heran,tumben dari tadi dia anteng dan tidak banyak komentar, ah biarlah sepertinya itu lebih baik tidak membuat kepala pusing.


"Aku sudah menjadi ayah dari setahun yang lalu mah anakku bersama Anjani" tuturku mendengar mamah mengucapkan selamat kepadaku.


Sontak ucapanku itu mendapat lirikan tajam dari mamah tapi sedetik kemudian dia tersenyum,ah entahlah sikap mamah sedari tadi membuatku tak mengerti.


ikuti terus karya baruku ya


dukung karyaku dengan like komen and vote,

__ADS_1


terimakasih 🙏


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗🤗


__ADS_2