
Jika tidak kuat,menyerah lah..
Karena kita hanya mampu berusaha,
Percayalah,
Bahwa ada sesuatu yag misterius
Kekuatan yang sedemikian dahsyat
Yang tersembunyi
Di balik situasi sulit ini.
MamaMay
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari itu Dira memutuskan untuk menyelesaikan penyelidikan tentang Rania. Sudah cukup semua bukti dan saksi untuk melepaskan Rania dari suaminya itu. Sekarang tinggal membujuk Rania,mau atau tidak dia melepaskan suaminya karena Dira tidak bisa memaksa kehendaknya pada Rania.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas, pegawai bergantian untuk mengambil jam beristirahatnya. Dira melihat Rania pergi ke mushalla kecil di samping butik. Dira tak mau membuang waktu lagi, Dira harus segera menyelesaikan semuanya secepat mungkin.
Setelah melakukan empat rakaatnya, Rania tak kunjung berdiri dan terus duduk dalam khusyuknya. Dira tak bisa menggangu Rania yang tengah bermunajat dengan sang khalik pemilik alam semesta beserta isinya.
Terlihat bahu Rania sedikit bergetar dengan tangan menengadah dan tubuh sedikit membungkuk. Isakan kecil dapat Dira dengar dari bibir wanita itu, hati Dira merasa nyeri melihat kaumnya tersakiti jika yang ibu-ibu itu ceritakan dan yang di curigainya memang benar.
__ADS_1
Rania telihat melepaskan mukenahnya, melipat dan menaruhnya kembali ke tempat semula. Melihat Dira yang duduk di belakangnya membuat raut wajah Rania sedikit terkejut, Seperti sungkan dia menundukkan wajahnya dan melewati Dira.
"Rania, bisa ke ruangan saya sebentar?" Tanya Dira ketika tepat satu langkah Rania melewatinya.
Rania berhenti dan berbalik menghadap Dira,
"Saya mba?" tanyanya dengan wajah bingung
"Ya, kamu Rania kan?" tanya Dira tegas kemudian di jawab anggukan oleh Rania.
"Saya tunggu di ruangan saya sekarang" Ucap Dira kemudian berlalu meninggalkan Rania yang masih diam di tempatnya.
"Ya Allah kenapa tiba-tiba Mba Dira manggil saya ke ruangannya ya? apa aku ada buat salah? Ya Allah aku takut suamiku marah lagi jika aku sampai di pecat dari sini" Rania bermonolog sendiri berperang dengan pikirannya.
"Astaghfirullah" ucap Rania segera menyadarkan diri dan segera berlalu dari mushalla menuju ruangan bosnya.
"Masuk" jawab dari dalam sana
Krieet... Dengan segan Rania masuk ruangan Dira sambil membungkuk sopan.
"Santai saja Ran, tidak perlu tegang seperti itu" ucap Dira melihat ketegangan di wajah pegawainya itu
"I.. iya mba" jawab Rania sedikit tergagap
" Duduk Ran" perintah Dira pada Rania yang Masih setia berdiri di tempatnya dengan tubuh masih tegangnya.
__ADS_1
Melihat Rania yang hanya diam berdiri saja Dira pun bangkit dan mendekati Rania, menuntun pegawainya itu untuk duduk di depannya.
Duduk di Sebuah Sofa yang saling berhadapan satu sama lain. Dira kembali ke tempatnya semula.
"Kamu tidak makan siang?" tanya Dira memulai percakapannya. Bukan tanpa alasan Dira menanyakan itu, sebab Dira jarang sekali melihat Rania makan saat jam istirahat, hanya sesekali dia membawa makanan ringan atau biskuit yang di bungkus plastik hitam dan air putih.
Rania menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Dira.
Dira menghembuskan nafasnya perlahan, sepertinya bukan hanya luka fisik yang di peroleh Rania, tapi juga luka batinnya yang membuat dia selalu merasa mudah ketakutan.
Dira bangkit kembali dari duduknya dan menghampiri Rania, menggenggam tangannya yang sudah sedingin es mungkin saking takutnya. Dira memegang dagu Rania perlahan dan mengangkat kepalanya
"Jangan takut" ucap Dira penuh perasaan agar Rania tidak lagi merasa takut.
Bukannya menjawab atau merespon ucapan Dira,justru Rania menangis sesenggukan dan badannya bergetar seperti orang yng sedang ketakutan sekali.
Segera Dira memeluk tubuh ringkih wanita itu, mendekapnya dengan erat menyalurkan energi positif pada Rania. Membiarkannya menumpahkan segala perasaannya, mungkin dengan menangis bisa sedikit mengurangi rasa sesaknya.
Setelah sedikit tenang Dira merenggangkan pelukannya, menghapus jejak air mata di pipi Rania.
"Kamu takut?" tanya Dira, kemudian di jawab dengan anggukan kepala saja. Dahi Dira berkerut keheranan, takut apa pegawainya itu padanya.
"Takut kenapa?" tanya Dira lagi dengan wajah penasarannya
kira-kira Rania takut sama apa ya guys???
__ADS_1
Masa takut sama Dira yang cantik, gak mungkin kannn...
Apa jangan-jangan.....