Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Apakah ini tandanya???


__ADS_3

Aku masih belum bisa mendapatkan cara untuk bisa bersikap biasa di hadapanmu


Aku masih belum bisa menemukan jalan untuk tidak jatuh cinta dengan semua yang ada di dirimu,


dengan semua yang kau lakukan


Justru membuatku semakin jatuh terperangkap dalam cintamu,


Dalam pesonamu Duhai bidadariku Nadira.


By. Babang Bian


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bian bangun dari posisinya dan tersenyum kikuk ketika mata mereka saling bersitatap, Mata indah itu membuat seluruh dianiaya teralihkan. Mata indah itu yang membius hatinya menjadi luluh dan tak bertuan,ingin segera menemukan haluan.


"Anda ada di sini pak Bian" sapa Dira pada Bian, tentu dengan senyuman di wajahnya yang membuat Bian semakin gugup. Niat hati pergi ke rumah singgah ini untuk melupakan sejenak tentang Dira, malah justru bertemu Dira di sini. Apakah ini pertanda jika Dirinya dan Dira berjodoh?? Apakah dia harus berusaha dan menurunkan egonya sebagai casanova di hadapan Dira, apakah dia harus mengemis cinta pada dara itu...Aaahhh sungguh itu semua membuat sang Casanova itu kebingungan sendiri.


"Pak Bian.." Lagi, Dira memanggil nama Bian karena yang di panggil hanya diam.


"Aah iya no..nona Dira,kebetulan saya lagi senggang, jadi saya menyempatkan untuk datang kesini" jawab Bian setelah sadar dari lamunannya sedikit tergagap karena sepertinya ketahuan sedang melamun di depan Dira.


"Waah ternyata anda punya banyak waktu senggang ya pak Bian" seloroh Dira mendengar jawaban dari mulut Bian tadi.


"Hahaha... Santai saja pak, saya hanya bercanda. Jangan terlalu serius,nanti cepat keriput pak " canda Dira memotong ucapan Bian yang sedikit gelagapan. Sebenarnya Dira merasa aneh, seorang Biantara sang Casanova kadal bisa juga di buat salting alias salah tingkah, bukanya Casanova harusnya sudah biasa dan pandai merayu, ini belum apa-apa sudah salting sendiri.


Sedangkan Bian tersenyum kikuk plus kagum karena ternyata Dira tak sekaku yang dia kira, Dira masih bisa di ajak bercanda. apakah ini tanda-tanda Jika Dira mau lebih dekat dengannya? Ahhhh Ban terlalu percaya diri rupanya hanya karena Dira mengajaknya bercanda dan tersenyum bersamanya.

__ADS_1


"ini nak Bian Dira, beberapa bulan ini dia menjadi tenaga tetap di rumah singgah kita ini, dia juga suka dengan konsep rumah singgah ini. Nak Bian menambahkan sedikit inovasi untuk menunjang pembelajaran anak-anak di sini Dira agar semakin semangat katanya, seperti tablet ini" ujar mak Ulam yang menjaga dan merawat rumah singgah itu sambil menunjukan sebuah tablet untuk belajar internet dan teknologi.


Dira melihat semua perubahan di rumah singgah itu, karena sebulan kemarin Dira tak sempat datang mengunjungi rumah singgah itu dikarenakan satu dan lain halnya.


Dira mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda dia mengerti dengan semua ucapan Ulam dan sepertinya Dira juga menyukai sedikit perubahan di rumah singgah itu demi kemajuan anak-anak di rumah singgah itu. Tapi satu hal yang Dira tidak suka ialah tentang gadget atau tablet yang di bilang Mak Ulam tadi.


"Terimakasih pak Bian sudah membantu rumah singgah ini, jarang loh ada pengusaha sukses yang masih ingat dengan anak-anak jalanan ini" ujar Dira berterima kasih pada Bian.


"Sama-sama nona Dira. Saya hanya membantu seadanya saja tidak seperti nona Dira yang sudah menjadi salah satu pendiri rumah singgah itu.


Lalu mereka mengobrol sambil bercengkrama satu sama lain hingga sebuah panggilan mengalihkan segalanya.....


kira-kira telepon dari siapa ya guys?

__ADS_1


Main tebak-tebakan yuuuk kelanjutannya bagaimana???¡


__ADS_2