Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Mulai membaik


__ADS_3

Bagus tiba di kediaman orang tuanya sudah larut malam karena memang tadi saat Bagus pulang kerja pun memang sudah malam, tanpa mengetuk pintu Bagus langsung masuk karena Bagus membawa kunci cadangan rumah orangtuanya, kebiasaan sedari dulu waktu Bagus masih bujang.


"Assalamualaikum mah..pah.." ucap salam Bagus saat memasuki rumah lalu langsung menuju kamar orang tuanya di lantai atas, Bagus mengetuk pintu kamar "Tok..tok..tok.. Mah..pah"


hening tak ada jawaban dari dalam kamar, mencoba untuk yang kedua kali namun masih tetap hening, Bagus melirik ke kamar Devi sang istri muda konon,yang nyatanya dari segi usia lebih tua dari Anjani istri pertamanya,


Bagus beranjak dari kamar orang tuanya menuju kamar Devi,


"Tok..tok..tok" tak menunggu lama pintu kamar di buka lalu muncul sosok istri keduanya dengan senyuman mengembang di wajahnya


"Akhirnya kamu tahu jalan pulang mas"


"Tidak usah basa basi, Mana Putriku?" Tanya Bagus memasang wajah datarnya,


"Putrimu aman bersama kami mas, kamu tenang saja, ayo masuk dulu mas" dengan gaya sensualnya Devi hendak menggandeng suaminya masuk ke kamarnya namun segera di tepis Bagus,


"Gak usah mimpi kamu mau bawa aku masuk ke kamar busukmu itu,sama busuknya seperti sifat mu"


Devi mendengkus lemah,

__ADS_1


"Kamu mau bertemu anakmu kan? ayo masuk dulu dia ada di dalam mas" Devi terus merayu Bagus untuk masuk ke kamarnya


"Kamu apakan anaku hah?" ucap Bagus sengit


"Anakmu..anakmu..anakmu...anakmu saja yang ada di pikiranmu mas hua...hua..hua.." Devi menangis meraung seperti orang gila,


"tidak adakah aku sedikit saja di hatimu mas?"


"aku juga istrimu mas"


"aku juga butuh perhatianmu hu.hu..hu.." Devi terduduk lemah di hadapan suaminya, mendapati istrinya seperti itu tiba-tiba ada rasa iba di hatinya, Bagus merangkul Devi masuk ke kamarnya,mendudukkan dia di ranjangnya, Devi menurut saja apa yang Bagus perintahkan karena memang itu yang di inginkannya,


Saat menenangkan istrinya mata Bagus tertuju pada ranjang bayi di sampingnya,di liriknya ranjang itu terlihat putrinya tertidur dengan nyenyak bersama beberapa boneka kecil di sampingnya.


"Dia anak yang cantik mas, sama seperti ibunya Anjani"


Bagus melirik Devi sekilas dan menganggukkan kepalanya,


"Dia juga anak yang pintar, tidak rewel meski telah di tinggal oleh ibunya untuk selamanya" ucap Devi lagi membuat Bagus meliriknya,

__ADS_1


"Ya kamu benar, Putri anakku dan Anjani memang sangat pintar bahkan sangat pengertian,dia tidak pernah membuat kami kualahan bahkan sambil di bawa kerja pun dia tidak rewel" Bagus tersenyum menimang putrinya di ikuti Devi di sampingnya memegang tangan suaminya,kali ini tidak ada penolakan dari suaminya itu,


"heh kemajuan yang bagus" ucap Devi dalam hati menyunggingkan senyuman,entah senyum apa itu..


"Tidurkan saja di kasur mas" titahnya pada Bagus, seperti di hipnotis dia pun menurut saja meletakkan anaknya di atas kasur lalu dirinya ikut rebahan di samping putrinya di ikuti Devi yang juga ikut rebahan, seperti keluarga harmonis di lihatnya.


Bagus asyik menowel pipi anaknya dan bermain dengan pikirannya sendiri, sementara Devi masuk membawa segelas air untuk suaminya


"minumlah mas kamu pasti haus dari tadi belum minum"


"tadi kamu juga pasti langsung kesini kan bagitu tau putrimu di bawa mamah,maaf ya mas kami membawa putrimu tidak izin kamu dulu,aku hanya ingin dekat dengannya,biar bagaimanapun dia juga anakku kan mas" Bagus melirik istrinya itu, terlihat dari raut wajahnya sebuah ketulusan dan penyesalan entah itu tulus atau tidak, Bagus meraih gelas dari tangan Devi dan meminumnya hingga tandas karena memang ia sangat haus tadi setelah sempat di landa panik dan mengemudi tengah malam tanpa istirahat lebih dulu,


"makasih ya" ucap Bagus tulus


Melihat itu Devi merasa senang dan mengambil gelas yang telah habis tadi dan meletakkannya di meja,


Devi tersenyum smirk membelakangi suaminya, sementara Bagus merebahkan lagi badannya di samping anaknya tak lama ia merasa matanya begitu berat dan entah apa yang terjadi setelahnya......


hi guys ikuti terus karya baruku ya,

__ADS_1


dukung sysy dengan cara like, vote and kasih gift seikhlasnya aja 🤗🤗


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗🤗


__ADS_2