Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Apa ini pah?


__ADS_3

Suasana terasa mencekam saat ku memasuki ruang kerjaku. Di kursiku, duduk papah Hamzah menyilangkan posisi kakinya.


"Oh nak Bagus,mari-mari masuk. Jangan sungkan,ini kan ruang kerjamu sendiri" senyumnya yang terukir di wajahnya bukan membuatku tenang,malah membuatku semakin takut saja, hufttt.


"Iya pah,tumben minta ngobrol berdua, biasanya selalu sama papah hehe" ku coba membuang rasa takutku sebaik mungkin.


"Ya gak apa-apa? gak boleh mertuamu ini ingin ngobrol berdua saja dengan menantunya ini hem?" tanyanya mentapaku masih dengan senyuman di wajahnya.


"Ah papah..tentu boleh lah kenapa harus gak boleh" jawabku. Tentu saja boleh, kalau tidak bisa-bisa....


"Jadi kita mau ngobrol apa ni pah?" ku pancing papah untuk segera mengutarakan maksudnya. Setelah kedatangannya kemarin ke hotel prodeo. Ku tahu, orang seperti papah Hamzah tidak suka berbasa-basi jika sudah seperti ini.


"Kamu cepat tanggap juga ya orangnya, pantas jika di usiamu yang masih muda sudah bisa mendapatkan jabatan yang lumayan mumpuni" Entah itu pujian atau apa, sebisa mungkin aku biasa saja,hanya ku sunggingkan senyuman atas jawaban kalimat papah tadi.


"Saya hanya mau mengingatkan tentang kesepakatan kita" ucapnya kemudian. Menatapku dengan tatapan tajamnya,


"Jangan pernah sekalipun kamu mengingkarinya" lanjutnya,kemudian dia memberikan sebuah map merah.


"Apa ini pah?"tanyaku


"Bacalah" Titahnya


Tanpa banyak tanya lagi ku ambil map itu dan ku baca terbelalak dengan isinya, tapi sedetik kemudian Ku mengernyitkan dahi keheranan, Aset-aset kekayaannya? Untuk apa dia memberikan berkas asetnya kepadaku?


"Untuk apa pah?" tanyaku to the poin


"Bacalah map di bawahnya" titahnya lagi

__ADS_1


tak bertanya lagi ku buka map di bawahnya.


Surat perjanjian?


Ku tatap wajah papah Hamzah,dia hanya mengangkat dagunya seperti memberi jawaban kebingunganku.


Ku baca sedetail mungkin semua yang tertulis dari atas hingga paling bawah, semua poin-poinnya ku baca dengan teliti, seperti tak percaya ku menggelengkan kepala.


"Apa ini pah?" Tanyaku di landa kebingungan.


"Kamu tidak bodoh kan?"


"Tentu kamu mengerti maksud dari surat itu"


"Ya tapi kenapa pah? apa papah tidak takut aku akan menguasai semua harta papah?" tanyaku masih penasaran dengan semua ini.


"Saya tidak mau anak cucuku menderita,saya harus memastikan semuanya aman dan bahagia. Makanya saya memberikan itu padamu tentu dengan semua syarat yang tertera di situ, dan kamu sudah membacanya bukan?" jelasnya membuat ku mengerti maksud dan tujuannya memberikan semua ini padaku.


"Tapi kenapa tidak papah serahkan saja ini semua pada anak atau cucu papah, tentu kebahagiaannya pasti terjamin hingga tua nanti" tuturku memberikan saran padannya


"Dia tidak mau" jawabnya singkat


dahiku mengkerut,apa maksudnya Devi tidak mau?


"Dia hanya ingin hidup denganmu, asal kau tahu itu" ucapnya sedikit naik suaranya


"Semua fasilitas sudah ku berikan padanya tapi dia memilih hidup dengan mu dengan segala kelakuan mu yang membuatku muak itu" lanjutnya

__ADS_1


"Makanya ku berikan itu untuk pegangan mu membahagiakan anak dan cucuku,saya harus memastikannya sendiri semuanya terjamin " ucapannya seperti itu seperti menusuk harga diriku sebagai seorang suami dan ayah, apa katanya? memastikan kebahagiaan anak dan cucunya? apa dia pikir aku tidak bisa membahagiakan mereka dengan usahaku sendiri.


"Aku bisa membahagiakan mereka dengan usahaku sendiri pah, tidak perlu seperti ini" ucapku menyodorkan map itu kembali ke hadapannya.


"Aku tahu anaku akan merasa bahagia jika bersamamu,dan ku pastikan kau akan selalu membersamai putriku seumur hidupnya"


"Jalani saja seperti yang ku mau maka hidupmu dna keluarga mu akan aman,ku pastikan itu" kini nada bicaranya sudah seperti ancaman,


"Kalau tidak...


dia menjeda kalimatnya membuatku penasaran


"kalau tidak?" tanyaku akhirnya keluar dari mulutku


"kalau tidak maka kau dan keluargamu akan ku hancurkan hingga..


"Prak..."


Terdengar suara benda jatuh di luar,


segera ku berjalan dan mendekati pintu,membuka gagang pintunya perlahan, namun tidak ada siapapun di sana,hanya ada lukisan kecil di samping pintu yang terjatuh.


Apa tadi ada orang di sini ya?


atau tertiup angin ?


kira-kira siapa ya yag menjatuhkan lukisan itu?

__ADS_1


Hmmm...


__ADS_2