Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Anak majikan


__ADS_3

Tak terasa sudah 2 tahun Anjani bekerja di rumah bu Rina, semuanya lancar dan berjalan dengan baik,tak ada kendala berarti,


sesekali Bagas anak bungsu bu Rina pulang ketika liburan semester berbeda dengan kakaknya Bagus,ia tak sekalipun pulang selama Anjani bekerja di rumah bu Rina, dilihat dari poto keluarga yang terpampang di ruang tengah keduanya begitu tampan,hanya menurut Anjani Bagus mempunyai wajah yang berkarisma,lebih menarik hati kaum hawa walaupun tak di pungkiri bagas juga sama tampannya tapi entah Bagus lebih mempunyai sesuatu yang sulit di artikan menurut pandangan sekilas Anjani.


Bagas yang pada dasarnya pandai bergaul dengan cepat akrab dengan Anjani yang memang mempunyai otak yang cukup cerdas jadi bisa nyambung kalau di ajak ngobrol,


setiap hari jika ada di rumah Bagas selalu mengajaknya ngobrol bahkan kadang diajaknya pergi keluar sekedar keliling jalanan kota atau makan di mall,bu Rina pun tak mempermasalahkan tentang itu,


selagi masih hal-hal yang wajar dan tau batasannya mereka membebaskan anak-anaknya bergaul dengan siapapun tak pandang bulu.


Seperti hari ini Bagas mengajaknya nonton bioskop, Anjani tak enak hati kalau keseringan keluar dengan majikannya itu apalagi harus meninggalkan bi siti sendirian,


walaupun Anjani sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Tapi Bagas orangnya pantang menyerah terus memaksa Anjani


"ayolah Jan, aku udah ijin kok sama mamah dan bi siti juga buat ngajak kamu nonoton,dan mereka ngijinin" ujar Bagas dengan wajah memelas dan dan menunjukkan puppy eyesnya


"huffttt ya udah iya, tapi janji Jangan sampai kesorean ya mas Bagas,gak enak aku sama bu Rinanya"

__ADS_1


"iya janji" ujarnya dengan wajah yang sumringah dan segera menarik tangan Anjani keluar rumah


"eh eh eh mas mau di bawa kemana aku?"


"ya ke bioskop Anjani kan mau nonoton" jawabnya dengan polosnya


"iya aku tau kita mau kebioskop mas,,


"itu kamu tau" sambar Bagas dengan cepat


"iya tapi aku ganti baju dulu,masa aku pakai daster kayak gini mana bau ikan lagi, mas Bagas juga masah mau pakai kolor pendek kaya gitu aja?" ucap Anjani cemberut memajukan bibirny


Sesampainya di bioskop Bagas mengajak Anjani nonton film horor, walaupun Anjani takut tapi tak bisa menolak keinginan majikannya itu,dia hanya mengintili majikannya itu.


Saat film di putar awalnya biasa saja,hingga pertengahan film mulai menegangkan, bahkan menakutkan menurut Anjani,


dia hanya bisa berpegangan dengan erat tas yang ia bawa sambil sesekali menutup mata bahkan menjerit ketika hantunya nongol,

__ADS_1


Bagas hanya tertawa saja melihat tingkah Anjani yang seperti itu.


Anjani keluar masih dengan muka bebeknya,


sebel karena sedari tadi Bagas hanya menertawakannya,


mau marah anak majikan gak marah kayaknya gimana gitu huuuft nasib kata Anjani dalam hati,


Anjani berhenti ketika tiba-tiba ada yang menarik tangannya, ternyata dari tadi Bagas memanggil tapi ia tak mendengarnya


"mau kemana mas?" tanya Anjani karena Bagas terus menarik tangannya


"mau makan dulu Jan, laper aku" terangnya membawa Anjani masuk kesebuah restoran


"kenapa tidak makan di rumah saja mas ini udah sore takut bu Rina sama bi siti nyariin nanyinya" ujar Anjani dengan wajah cemas karena waktu sudah menunjukan pukul 17.00


"udah tenang aja aku udah ijin sama mamah mau makan di luar, gak kuat aku nahan laper sampai rumah" sembari membawa Anjani dudum di salah satu meja dekat kaca yang terpampang jelas pemandangan luar

__ADS_1


lagi-lagi Anjani hanya bisa mengikuti majikannya itu tanpa bisa menolak.


__ADS_2