
Seketika hutan menjadi lebih mencekam, Semua anak buah Hamzah tiba-tiba berjatuhan dan sudah tidak sadarkan diri, tapi di Antara mereka lebih dari separuh masih berdiri tegak di tempatnya, sontak itu membuat Hamzah terkejut dan bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?? kenapa sebagian anak buahnya tidak sadarkan diri?? Ya Hamzah mengira hanya sebagian dari anak buahnya yang berjatuhan, yang pada kenyataannya sisa anak buahnya yang masih tegak berdiri itu semua adalah anggota Dara Putih yang sedari awal sudah menyelinap masuk The Don dan berpura-pura menjadi anak buah Hamzah, itu semua tak luput dari rencana Dira yang sudah mempersiapkan sematang mungkin agar tidak banyak terjadi pertumpahan darah, Dira sangat menghindari akan hal itu.
"Ada apa ini? Kenapa dengan mereka semua hah?" Tanya Hamzah murka pada sisa anak buahnya, lebih tepatnya yang di kiranya anak buahnya itu namun mereka tak bergeming, memilih diam tanpa kata dan justru itu membuat Hamzah semakin murka di buatnya.
"Kalian semua tuli hah? kenapa diam saja?" tanyanya lagi kini dengan wajah penuh amarahnya.
"Mereka semua tidak tuli pak Hamzah yang terhormat. Mereka hanya mematuhi perintah saya dan mengikuti semua permintaan saya" Hamzah tercengang mendengar jawaban itu, ya itu jawaban Dira.
"Apa maksudmu bocah sia**n?" tanya Hamzah emosi
__ADS_1
"Ya seperti yang saya katakan tadi. Jika mereka hanya akan patuh terhadap saya, tidak percaya?" Dira memajukan badannya di depan Hamzah yang sedari tadi sombong bukan main itu.
"Jangan main-main dengan saya kau anak ha*am sia*lan" ancam Hamzah menunjuk wajah Dira dengan bersungut-sungut.
"Ck..anda itu orangnya tidak percayaan sekali ya pak Hamzah. Dan perlu saya tekankan pada anda jika saya bukan anak ha*am, saya anak dari pernikahan resmi dan dari orang yang saling mencintai. Hanya karena keegoisan seseorang yang selalu iri membuat kehidupan saya tidak seberuntung anak-anak di luaran sana, Bahkan dia berhasil membuat saya di buang dari keluarga saya. Heh..miris sekali ya hidup sebagai orang terpandang tapi tidak pernah di pandang sama sekali" ujar Dira tidak suka kata-kata yang selalu membuat hatinya terluka.
"Ah..sudahlah lupakan saja, itu semua sudah berlalu dan kini di hadapan anda adalah Dira. Bukan lagi Putri yang bisa anda hina dan perlakukan semau anda" lanjut Dira dengan penekanan di setiap katanya.
"Berhenti menghina ibuku pak tua, jangan sampai kesabaran ku habis dan itu bisa membuat anda
__ADS_1
"Apa hah?" tantang Hamzah dengan wajah sombongnya masih mengira jika perkataan Dira yang bahwa semua sisa anggotanya adalah anak buahnya.
Ema yang melihat Dira sudah di kuasai emosi terus menggeleng-gelengkan kepalanya, dia takut Dira menjadi tidak terkontrol dan membuat dia akan kehilangan rasa kemanusiaannya. Namun itu sama sekali tak di gubris oleh Dira yang sudah terlanjur di kuasai emosi.
Ema sudah berhasil melepaskan ikatan di tangannya berkat ibunya tadi yang menyelipkan pisau kecil di tangannya, kini dia segera ingin membuka ikatan di kakinya dan sisa ikatan lainnya. Namun sayangnya Dira sudah lebih dulu menyerang Hamzah dengan membabi buta, meskipun dalam keadaan emosi semua serangan Dira masih akurat dan tepat sasaran namun Hamzah juga bukan orang baru di dunia bawah tanah dengan sigap selalu meladeni setiap serangan Dira.
Sedangkan yang lainnya tidak berani melerai Dira dan yang lainnya karena di luar dugaan mereka, ternyata di sekeliling tempat Dira dan Hamzah sudah di pasang ranjau, itu di ketahui ketika salah satu anggotanya melangkahkan kaki mendekati Dira dan Ema namun langkahnya terhenti ketika kakinya tak sengaja menginjak ranjau, posisi yang serba salah. Jika dia mengangkat salah satu saja kakinya maka akan terjadi ledakan dan membahayakan jika ranjau itu nantinya ranjau yang satu saling berhubungan dengan yang lainnya, tentu itu akan membuat semuanya celaka dan tentu dia tak mau itu terjadi. Dia bingung harus bagaimana???
apa yang harus di lakukan??
__ADS_1
bagaimana mungkin mereka bisa kecolongan begitu, hingga bisa terpasang jebakan ranjau di daerah kekuasaan Dara Putih....