
Adzan subuh berkumandang,
Anjani menggeliatkan tubuhnya,
meregangkan otot-ototnya,
turun dari ranjang guna membersihkan diri dan berwudhu,
Anjani tidak pernah lupa akan kewajibannya sebagai hamba Allah,tak lupa ia mengajak Tania
bermunajat mencurigakan segala liku kehidupan di hadapan sang khalik.
setelah selesai Anjani dan Tania menikmati sarapan pagi sisa makanan semalam yang sudah Anjani hangatkan terlebih dahulu.
Sinar mentari mulai menyinari bumi ini,
Anjani keluar dari kamar sambil membawa 1 tas besar di punggungnya dan tas kecil,
semalam setelah Anjani berbicara dengan Tania ia mulai mengemasi barang-barangnya di bantu oleh Tania, agar paginya tak terlalu repot katanya,
Tania sudah menunggu di motor matic kesayangannya,
Anjani keluar lalu mengunci pintu,
melangkah menuju motor Tania
"sudah siap semua Jan?" tanya Tania
"sepertinya sudah Tan, semalam kan sudah aku cek dua kali" jawab Anjani lalu mulai duduk di atas motor,
"ok kalau kamu sudah siap kita berangkat sekarang, aku udah ijin sama om buat libur hari ini khusus buat anterin kamu hehe" ucap Tania dengan senyum lebar, walaupun hatinya sedikit sedih tapi untuk kebaikan temannya apa boleh buat,
motor melaju dengan kecepatan sedang,
__ADS_1
membelah jalan kota yang lumayan ramai karena banyak kendaraan lalu-lalang karena memang jam-jam berangkat kerja,
berbekal kartu nama yang di berikan bu Rina mereka menembus jalanan yang padat ramai,
setelah sampai di perumahan yang tertera sesuai kartu nama rupanya perumahan elit hingga mau masuk pun harus melalui penjagaan yang ketat,
mencari nomor rumah sesuai kartu nama
Anjani dan Tania berhenti di sebuah rumah yang megah dengan halaman yang sangat luas terlihat dari luar gerbang.
"ini bener rumahnya Tan?" Anjani bertanya kebingungan
"kalau sesuai alamat ya memang di sini,
kamu coba aja ketuk pintu gerbangnya" Tania memberi saran
"Assalamualaikum" kemudian mengucap salam lalu mengetuk gerbang
tak lama seorang sekuriti membuka gerbang
"ada perlu apa ya mba?" tanyanya
"ini pak saya si suruh oleh bu Rina untuk datang ke alamat ini,betul kan alamat nya di sini?" tanya Jani kemudian
"oh betul neng,bu Rani tadi pagi sudah berpesan kalau nanti ada yang akan datang,
neng Anjani ya namanya tadi ibu sudah memberitahukan" jelas sekuriti tadi
" betul pak saya Anjani" sambil bersalaman dengan sekuritinya
" tapi ibu bilang cuma satu orang neng,kok ini berdua?" tanya sekuriti itu heran karena Anjani datang berdua dengan Tania
Anjani melirik kearah Tania dan tersenyum seraya menjelaskan "itu temen saya pak,dia cuma nganter saya aja kesini kok"
__ADS_1
"oh begitu ya, silahkan masuk kalau gitu" sekuriti tadi membuka gerbang sedikit lebih lebar
"ya udah Jan aku sampai sini saja ya,yang penting aku tau kamu kerja disini jadi biar gampang nanti kalau aku ada waktu bisa main kesini atau kita ketemu di luar ya" Tania berujar dengan mata yang sedikit memerah
" ya udah makasih ya Tan,
nanti kita kontek-kontekan lagi,kamu jaga diri jangan banyak makan fast food lagi oke"
" ok Jani sayang" ucap Tania lalu memeluk Anjani "kamu juga jaga diri baik-baik ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku oke" ujar Tania lagi
"ok"
lalu mereka berpisah di depan gerbang rumah bu Rina
Tania memutar motornya dan melaju pulang
sedangkan Anjani memasuki pintu gerbang itu dengan mengucap "Bismillahirrahmanirrahim" semoga aku betah kerja disini harapnya
pak sekuriti yang di ketahui namanya pak Agus itu mengajak Anjani masuk kerumah utama, di persilahkan duduk sedangkan ia memanggil majikannya
suara derap langkah terdengar mendekat
Anjani menengok ke sumber suara dan ia melihat bu Rina mendekat,segera ia berdiri menyambut calon majikannya itu
"Anjani sudah datang, silahkan duduk" ucap bu Rina tersenyum ramah
Anjani pun duduk kembali,
bu Rina kemudian menjelaskan pekerjaan Anjani, makanan kesukaan, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan yang lainnya lagi,ia mendengarkan dengan seksama dan memahami apa saja yang di ucapkan bu Rina.
"bagaimana kamu sanggup dan mengerti?" tanya bu Rina kemudian
"insya Allah saya sanggup bu" jawab Anjani punuh keyakinan, karena pada dasarnya itu semua sudah biasa ia kerjakan
__ADS_1
"kamar kamu ada di paviliun belakang ya,bersama ART yang lainnya" kemudian bu Rina menunjukkan kamar Anjani,
sebenarnya di rumah itu sudah ada ART dan 1 tukang kebun di tambah pak Agus sebagai sekuriti,tapi bu Rina kasihan kalau bu Siti nama art yang sudah lama ikut dengannya bekerja sendirian makanya ia menambah 2 art lagi untuk bantu-bantu bi siti.