Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Mulai berbohong


__ADS_3

Rumah tangga tak sesederhana nampaknya, di bangun dengan kerja sama antara dua insan manusia menjadi satu kesatuan menuju tujuan bersama,


tak bisa berjalan berlawanan arah,


tak bisa saling mengungguli, atau pun saling merendahkan agar kita terlihat lebih dari pasangan kita,


menurunkan sedikit ego dalam diri kita untuk saling memahami.


Anjani merasa kehidupannya sempurna,


memiliki suami yang tampan,baik hati, penyayang dan pengertian dan setia,


semua ada dalam diri suaminya membuatnya merasa menjadi istri yang paling beruntung sedunia,


ya hingga saat ini Anjani masih belum mengetahui jika suaminya mempunyai istri selain dirinya,


Bagus sangat pandai menutupi semua dari istrinya,ia hanya sesekali menengok istri mudanya jika sekalian mampir kerumah ibunya,


Anjani pun hanya beberapa kali kerumah mertuanya, saat itu mertuanya sakit dan Anjani menjenguk beberapa kali,


sekali bersama suaminya dan beberapa kali datang sendiri di antar supir pribadinya,


Bagus menyiapkan mobil beserta supir pribadi untuk istrinya Anjani,


lelaki paruh baya sekitar umur empat puluh lima di pilih Bagus menjadi supir istrinya.

__ADS_1


Hari ini Bagus ijin kepada istrinya untuk keluar kota,dia beralasan ada seminar dari departemennya


"mas berapa lama disana nanti?" Anjani membantu memasukkan baju dan kebutuhan lainnya di koper suaminya


"kemungkinan 2 - 3 hari yang,


HPL kamu masih 2 minggu lagi kan?


aku akan kosongkan jadwal nanti deket-deket kamu lahiran yah" Bagus mengecup mesra kening istrinya sembari membantu istrinya,


"hmmm iya mas,atur gimana baiknya aja,


semua kebutuhan lahiran aku juga udah kebeli semua jadi aman deh" ucap Anjani dengan tatapan menerawang kedepan,


membayangkan bagaimana lahirannya nanti,menjadi ibu dan lainnya, tersenyum-senyum sendiri membayangkannya,


"eh iya mas maaf hehe"


"tadi kami ngomong apa? maaf aku gak fokus ya" ucap Anjani menyesal


"gak apa-apa sayang,


sudah ini sudah selesai sini kamu istirahat aja jangan kecapean oke"


Bagus memapah Anjani ke ranjang mereka untuk beristirahat,

__ADS_1


"tapi aku mau antar kamu sampai depan mas" ujar Anjani hendak beranjak dari ranjangnya


"gak usah sayang gak apa-apa aku berangkat sekarang yah" Bagus mengecup kepala kening dan berakhir di bibirnya lalu menyambar koper dan melambaikan tangan pada istrinya,


entah mengapa kepergian suaminya kali ini membuat Anjani tidak tenang,


tapi Anjani menepis segala pikiran buruknya itu,


dia mengalihkan pikirannya dengan menyibukkan diri membereskan baju-baju dan perlengkapan lahiran calon baby'y,


merasa lelah akhirnya Anjani tertidur di kamar bayi yang sudah ia dan suaminya siapkan.


Sementara itu, Bagus tengah berada di rumah ibunya dia terpaksa berbohong kepada Anjani ada seminar dari kantor'y karena ibunya terus-terusan meneror dirinya untuk ikut berlibur dengan Devi,


ya ia akan berangkat liburan dengan Devi ke kota sebelah,


dia akhirnya pasrah dan menuruti kemauan ibunya karena ancaman akan membeberkan pernikahannya dengan Devi dan membuat Bagus mau tidak mau menuruti kemauan ibunya itu,ia takut akan kesehatan dan keselamatan Anjani dan calon anaknya.


Bagus dan Devi berangkat bersama bu Rina karena mamahnya beralasan harus memantau Bagus takut nanti Devi di tinggalkan saat liburan di sana,


lagi-lagi Bagus menurut saja dengan titah ibunya,duduk di sebelah istri mudanya tapi hati dan pikirannya tidak di tempatnya,


memikirkan Anjaninya dirumah sendirian hanya di temani supir,tadi sebelum berangkat dia berpesan pada supirnya untuk selalu menjaga Anjani,


selama perjalanan Devi terus mengajak ngobrol suaminya tapi hanya ditanggapi seperlunya oleh Bagus,entah selama pernikahannya sama sekali tak menimbulkan sedikitpun rasa di hatinya untuk istri mudanya itu,semua relung hatinya terpenuhi satu nama ANJANI,

__ADS_1


sesampainya di kota sebelah mereka di sambut guide yang sudah di persiapkan ibunya, memang segala sesuatunya sudah di persiapkan dengan baik oleh Devi dan ibunya dia hanya tinggal duduk manis dan menuruti semua yang di perintahkan,


tapi hatinya selalu hampa jika tak bersama Anjaninya.


__ADS_2