
MASIH POV SATYA
Ku pikir semua sudah selesai, aku bisa bernafas lega. Tapi ternyata tidak.
Esok harinya aku dan ibu beraktifitas seperti biasa, kali ini karena tidak ada kuliah pagi, jadi aku memutuskan untuk menemani ibu belanja ke pasar tak terlalu jauh dari rumah,cukup dengan 15 menit menggunakan motorku.
Tak ada firasat apa pun, tak ada perasaan apa pun. Aku mengendarai sepeda motorku dengan kecepatan sedang, karena membonceng ibu di belakang. Tiba-tiba saat di pertigaan jalan yang lumayan sepi, ada sebuah mobil yang melaju dengan cepat dari arah samping dan menabrakku hingga kami terpental lumayan jauh,aku masih sadar waktu itu. Mataku melihat dengan jelas bagaimana ibu terbentur pembatas jalan hingga helm yang di gunakannya terlepas dari kepalanya, ingin ku segera berdiri dan menolong ibu, tapi apa daya,tubuhku lemas tak bertenaga.
Sedangkan aku sendiri terlempar dari motor dan terbentur tihang listrik di seberang jalan, karena memang tabrakan itu sangat kencang hingga aku terpelanting jauh. Tubuhku terasa remuk, hampir tak bisa bernafas. Hingga tak sadar aku menutup mataku yang terasa sangat berat. samar, Aku melihat dua orang laki-laki menghampiri ibu dan mengangkat tubuhnya, hingga mataku tertutup sempurna, dan semua terasa gelap.
Saat sadar, aku berada di sebuah tempat asing. Suara deburan ombak terdengar sangat dekat.
"Dimana aku ya Allah?" tanyaku pada diri sendiri
Ku lihat sekitar, mencari keadaan ibu. ternyata ada di ranjang sebelahku.
__ADS_1
Terpasang selang infus di tangannya dan perban di kepalanya, ya Allah ibu.
Segera ku bangkit dan menghampiri ibu,
"Bu bangun bu, sadar bu. Ya Allah kenapa dengan ibuku?" lagi-lagi ku berucap sendiri
Melihat sekitar ruangan, hanya ada satu pintu tanpa jendela sebagai ventilasi. Segera ku hampiri pintu dan membukanya, tapi ternyata terkunci. Ya Allah, lututku lemas,ku terduduk di depan pintu.
Tubuhku masih sangat lemas,sakit mendera di sekujur tubuh ini. Kain putih juga melilit kaki sebelah kiri dan di tanganku. Ya Allah tolong hambamu ini ya Allah, pintaku memohon pertolongan yang maha kuasa.
Suara anak kunci di masukkan ke lubangnya, aku bergegas untuk ke ranjang dan berpura - pura tidur. Pintu di buka, ku lihat samar, dua orang kemarin yang ada saat kecelakaan dan dua orang lagi aku tak tahu.
Mereka melihat ke arah kami, segera ku tutup rapat mataku ini. Entah apa yang mereka lakukan, aku harus memastikan mereka tidak curiga jika aku telah sadar.
"Gimana bro? aman? " tanya salah seorang dari mereka
__ADS_1
"Aman bro, mereka belum sadar" jawabnya
"Lo gak kebanyakan ngasih obay bius kan ke mereka?" entah, siapa yang bertanya,kali ini suara yang berbeda lagi
"Enggak lah, sesuai dosis aja gue mah. Palingan bentar lagi juga sadar nih mereka " jawab orang kedua tadi, karena ku dengar suara yang sama.
Anggap mereka berempat ku sebut dengan A,B,C dan D.
Tiba-tiba tanganku seperti tersengat sesuatu, seperti di tusuk jarum.
"Eh lo kasih apa bro tuh orang?" tanya si A
"Ini S**u, biar nanti ni orang bisa ikutan kaya kita hahaha" tawanya menggelegar seluruh ruangan. Si***n,dia masukkan barang haram itu ke tubuhku. Mau berontak, tapi bisa habis tubuh kerempengku di keroyok mereka berempat.
Tak lama, aku merasa ada yang aneh pada tubuhku. Otot-otot terasa kencang, jantung berdetak lebih kencang, tubuhku gemetaran hebat dan entah setelahnya aku tak sadar. Yang ku dengar hanya suara tawa orang-orang dan mencemooh ku, dan gelap yang kurasa.
__ADS_1