Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Mulai dari nol


__ADS_3

Anjani termenung di gazebo belakang rumah,


memikirkan nasib kedepannya


tidak mungkin ia akan terus tinggal di sini sesangkan ia sudah tidak memiliki penghasilan, setidaknya ketika masih berpenghasilan ia bisa sedikit membantu untuk makan atau keperluan rumah yang lainnya sedangkan sekarang ia menganggur,


ia harus bisa segera mendapatkan pekerjaan lagi,ya dia harus mulai dari nol lagi.


"oke aku harus semangat lagi,


aku bisa aku bisa aku bisa" Anjani berucap dengan semangat 45.


Lalu Anjani bangkit menuju kamarnya,


ia mulai menyiapkan dokumen-dokumen untuk keperluan melamar pekerjaan,


di saat Anjani tengah fokus menyiapkan berkas lamaran Tiara mengintip di balik pintu


"Dooorr" Tania mengejutkan Anjani yang tengah fokus


Anjani terperanjat dan langsung menoleh ke Tania,

__ADS_1


"Ya Allah Tan,kamu mau bikin aku jantungan apa,kaget banget aku di buatmu" Anjani berujar samb mengerucutkan bibirnya


"hehe maaf ya say,


abis kamu kelihatan fokus banget dari tadi aku liatin ampe gak sadar kan kamu?" ujar Tania sambil cengengesan


Anjani bangkit dari duduknya


"oh ini Tan aku lagi nyiapin berkas-berkas untuk lamaran kerja,aku gak mungkin numpang gratisan terus sama kamu,lagian aku juga tetap harus ngirim uang untuk ibu dan adiku" jelas Anjani seraya merapihkan berkas-berkas yang berserakan akibat ulah Tania yang mengejutkannya tadi.


"ya ampun Jan,santai aja kali kamu mau tinggal di sini selamanya juga boleh-boleh aja" jawab Tania santai


"ya aku tau mungkin kamu gak keberatan tapi aku yang enggak enak la Tan,


lagipun kan aku sudah jelaskan kalau aku juga harus selalu ngirim ke desa,kasian mereka kalau aku gak ngirim uang,hanya mengandalkan penghasilan ibuku yang gak seberapa sebagai buruh tani, seenggaknya sedikit kiriman dariku bisa membantu kehidupan mereka Tan" Anjani menjelaskan dengan wajah sendu.


"kamu hebat Jan,aku benar-benar kagum sama kamu,di usia kamu yang masih muda sudah memikirkan keluarga,


aku kerja ya untuk kunikmati aku sendiri"


"ya kalau kamu kan beda Tan,

__ADS_1


orang tuamu bukan orang yang kekurangan dalam hal materi,beda dengan aku dan keluargaku" timpal Anjani mendengar ucapan Tania


"ya mungkin kali ya Jan,


aku gak pernah beliin mamah dan papah ku apa-apa dari hasil uang gajiku, selama ini selalu ku nikmati sendiri,


kupikir itu tak butuh karena mereka bisa membeli apa yang mereka mau" ucap Tania lagi


"ya tapi beda loh Tan beli sendiri dan di beliin anak apalagi itu dari hasil jerih payah anaknya sendiri,pasti akan lebih berkesan dan berharga


coba deh sekali-kali kamu beliin misalnya makanan kesukaan orang tuamu" jelas Anjani


"gitu ya? nanti aku coba deh hehe" jawan Tania cengengesan


"makasih ya Jan, semenjak aku kenal kamu hidupku jadi lebih terarah,punya tujuan gitu,


kamu selalu ngajarin aku hal-hal baik yang enggak pernah aku lakuin sebelumnya,


kamu udah aku anggap seperti saudaraku sendiri"


"iya sama-sama Tan, kamu juga udah aku anggap saudaraku sendiri,

__ADS_1


apalagi aku sendiri di sini,ketemu kamu dan bu Ambar adalah sebuah kebaikan Allah untukku,makasih juga kamu udah baik sama aku,aku cuma ngelakuin hal yang biasa aku lakuin sehari-hari, kalau baik ya silahkan kamu contoh kalau tidak ya tolong kamu ingetin hahaha" Anjani tertawa


lalu mereka tertawa bersama sambil berpelukan.


__ADS_2