Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Luapan kemarahan Satya


__ADS_3

Satya mengepalkan tangannya,


giginya bergemurutuk menahan emosinya,


ya tadi setelah Anjani di tangani dokter ibunya menceritakan semua yang ia lihat,


emosinya sudah di ubun-ubun,


betapa kejam bu Rina dan selingkuhan Bagus,


ia akan memberikan pelajaran kepada mereka,


pasti.


Sekarang Anjani di bawa ke ruang ICU,


Satya tak ingin menelpon kakak iparnya,


takut ia kelepasan dan tak bisa menahan emosinya,


sedangkan situasinya tidak memungkinkan untuk itu,


yang terpenting sekarang adalah kondisi kakaknya terlebih dahulu,


pintu ICU di buka dan dokter yang menangani dokter Anjani muncul


"siapa yang bernama pak Bagus di sini?" tanya dokter


"Bagus suaminya dok,


dia sedang bekerja" jawab Satya


"dari tadi pasien terus memanggil nama Bagus,


sebaiknya segera di hubungi saja barang kali ibu Anjani ingin bertemu dengan pak Bagus dan mungkin itu bisa membuat kondisinya kembali stabil"


tanpa pikir panjang Satya segera menelpon Bagus,


satu kali tidak di angkat,


dua kali masih tidak di angkat,


telepon yang ketiga di angkat dari seberang


"halo assalamualaikum Sat"


"waalaikumsalam,


cepat kerumah sakit sekarang mba Anjani keritis"

__ADS_1


mendengar ucapan Satya tanpa banyak bertanya Bagus segera meminta ijin kepada atasannya untuk pulang segera karena keadaan istrinya yang kritis lagi,


beruntungnya atasannya mengijinkan.


Sesampainya di rumah sakit Bagus segera menuju ruangan ICU di mana istrinya berada,


Satya yang melihat kedatangan kakak iparnya segera menarik tangannya dan membawanya ke taman


"apa-apaan kamu Sat,


abang ingin menemani mbakmu di ICU "


ucap Bagus hendak beranjak dari tempatnya sekarang


"semua ini gara-gara kamu bang"


ucapan Satya sukses membuat Bagus menghentikan langkahnya,


dari kemarin ia belum sempat menanyakan sikap Satya yang sepertinya tida biasa di tambah Kalimat satya yang waktu itu bahwa dirinya harus mempertanggung jawabkan semuanya jika terjadi apa-apa dengan Anjani


"apa maksudmu Sat?"


"semua karena ibumu yang datang kesini dan membuat mbak Anjani kembali kritis"


lagi-lagi ucapan Satya membuat Bagus terkejut tidak percaya,


"mamah tadi kesini Sat?"


"apa yang mamahku lakukan pada Anjani?"


tanya Bagus menatap adik iparnya


"tanyakan pada ibumu yang terhormat itu dan juga istri mudamu itu bang"


kalimat terakhir Satya barhasil membuat jantung Bagus berpacu lebih cepat,


"istri muda?


Devi?


tadi dia kesini bersama mamah?


dan apakah Satya sudah mengetahui semuanya?"


"apakah Anjaninya juga sudah mengetahui semuanya" ucapnya dalam hati,


pikiran Bagus menjadi kacau tidak karuan,


"kenapa diam bang, kaget aku tau semuanya hm?" ucap Satya sinis memandang ke depan

__ADS_1


"kamu ta dari mana Sat?


"dan apa mbakmu juga sudah mengetahuinya?"


"ya mba Jani sudah tau, tapi ia mencoba untuk memberikanmu kesempatan untuk menjelaskan,


begitu baik kan mbak Jani,


tapi tiba-tiba ibu Rani yang terhormat itu datang dan terus menghina mba Jani dan membiarkan mba Jani terjatuh dan berlumuran darah hingga harus di bawa ke ICU lagi"


Bagus terduduk lemas,


semua yang di ucapkan Satya adalah ketakutannya selama ini,


tapi ternyata terjadi juga hingga kini membuat istri tercintanya berada dalam keadaan kritis dan harus masuk ICU kembali,


"lalu Nadira?" Bagus menoleh ke Satya


"ponakanku berada di ruang bayi" ucap Satya tanpa menoleh ke Kakak iparnya


"dari tadi mbak Jani terus menerus memanggil nama abang,


makanya dengan terpaksa aku menelepon abang,jika tidak aku tidak ingin memberi tahu abang dan memilih membawa mbak Jani dan keponakanku pergi dari hidup kalian yang toksik itu"


Bagus mencengkeram kemeja Satya


"jangan coba-coba membawa Anjaniku beserta anaku pergi jauh dariku,mereka adalah hidupku,mengerti" dengan emosi Bagus yang meluap -luap,


"mereka hidupmu tapi kamu yang membuat mereka akan menderita dengan adanya bu Rina bang,ngerti kamu" ucap Satya tak kalah emosi,


semua terdiam dengan pikirannya masing-masing,


"pergilah, temui mbak Jani,


sedari tadi dia memanggil namamu bang" ucap Satya lirih


Bagus menurut dan beranjak dari tempatnya untuk menemui istrinya,


entah apa yang akan ia katakan nanti pada istrinya,


ternyata istrinya sudah mengetahui tentang pernikahan keduanya dengan Devi.


terus ikuti ceritanya ya...


like and vote karyaku,


terimakasih 🙏🙏


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2