
Suara adzan subuh berkumandang, Bagus menggeliatkan tubuhnya meregangkan otot-otot yang kaku, saat matanya terbuka sempurna Bagus kaget bukan main saat ia melihat dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun, melirik ke sebelah membuatnya semakin kaget, ternyata Devi tidur di sebelahnya dan tidak mengenakan apapun,
Bagus mengetuk-ngetuk kepalanya berkali-kali mencoba mengingat apa yang telah terjadi semalam, dia hanya merasa sangat mengnatuk dan tertidur begitu saja tapi kenapa sekarang ia bangun sudah dalam keadaan begini, Bagus menyugar rambutnya frustasi.
Bagus segera menyambar baju-bajunya yang berserakan dan memakainya sembarang, ia ingin segera pergi dari rumah ini, dia melirik ke ranjang anaknya namun kosong,
"Kemana Putriku?"
"Si***n ini semua pasti ulah ular betina ini"
"Hei bangun" namun tak ada respon dari Devi membuat Bagus marah dan menggoyangkan tubuh Devi
"Hei bangun, kau kemanakan anaku hah?"
"Apa si sayang pagi-pagi udah berisik aja" ucap Devi tanpa membuka matanya dan malah menarik selimutnya kembali, kontan itu membuat Bagus semakin marah dan menarik selimut dan melemparkannya,
"Hei j***ng jangan kau panggil-panggil aku sayang, jijik banget dengernya tau enggak hah"
Devi tanpa malu duduk bersandar di kasurnya tanpa menggunakan apa pun yang menutupi tubuhnya
"Kamu enggak usah munafik gitu mas Bagus sayang, bahkan semalam kamu mengulanginya hingga berkali-kali, kamu tidak ingat hm?" dengan santainya Devi berucap di depan suaminya itu,
Kalimat yang keluar dari mulut Devi membuat Bagus murka,
"Jangan ngimpi kamu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu, aku tahu semalam itu adalah rencana mu dengan mamah untuk menjebakku kan hah dasar si***n"
Devi tersenyum miring mendengar suaminya bicara,
"Ya aku akui mas aku memang menjebakmu semalam dan dengan bodohnya kamu mau saja terperangkap dalam jebakanku hingga berulang kali kami melakukannya dengan sangat buas mas hahaha" tawa Devi dan berjalan mendekati suaminya,
"Tapi aku suka itu mas, aku menantikan setiap sentuhanmu ituh" bisik Devi lirih di telinga suaminya, bukannya terangsang Bagus malah mendorong tubuh Devi hingga terpental dan terjatuh,
"haha terserah mas apa yang mau kamu lakukan, aku sudah mendapatkan apa yang aku mau,aku sudah memiliki mu seutuhnya walaupun dengan caraku haha" Devi tertawa puas dengan segala rencananya yang sukses untuk memiliki suaminya seutuhnya,
__ADS_1
"Dasar kau wanita gila, sekarang katakan kepadaku kau kemanakan anakku sekarang hah?"
Tawa Devi menghilang di gantikan dengan tatapannya yang tajam,
"Anakku...anakku..anakku saja mas kapan aku ada di pikiranmu.. di hatimu" Devi berdiri dan mengambil baju tidur sexynya dan mengenakannya dengan santai di hadapan suaminya tapi hal itu tak membuat Bagus tergiur dengan tubuh istrinya itu
"tidak usah basa-basi dengan drama menangis mu seperti semalam lagi,aku tak akan perduli"
"sekarang aku tanya untuk yang terakhir kalinya kemana anakku kau sembunyikan?" Bagus mencengkeram leher Devi membuat Devi kesusahan untuk bernafas
"Ma...ma" ucap Devi tergagap
Mendengar kata mamah Bagus melepaskan cengkeramannya dan menjatuhkan tubuh Devi di hadapannya dan berlaku begitu saja keluar kamar,
Tiba di depan kamar mamahnya Bagus mengetuk pintu
"Tok..tok.. tok"
"Mah ini Bagus mah" tak lama pintu di buka namun bukan mamahnya melainkan papahnya yang keluar sambil menggendong cucunya yang tak lain Putri anak Bagus.
"Kamu sudah bangun?"
"Gimana tidurnya nyenyak hmm?" menaik turunkan alisnya seperti mengkode sesuatu yang Bagus tak mengerti.
"Oh iya terima kasih ya nak kamu sudah membawa cucu papa kesini,papa senang sekali" senyum menghiasi wajah yang sudah mulai menua itu.
Belum sempat Bagus menjawab bu Rina keluar dengan susu bayi di tangannya
"Eh kamu sudah bangun sayang,ini masih pagi looo untuk orang yang sedang...."
bu Rina menggantungkan kalimatnya melihat tanda merah di leher anaknya dan melirik wajah suaminya dan kemudian tersenyum penuh arti
"Mamah ini, jangan begitu lah..kayak tidak pernah muda saja iya kan sayang ya " ucap pak Wahyu mengajak cucunya bicara seperti cucunya bisa menjawab pertanyaannya saja.
__ADS_1
Bagus menatap tajam mamahnya sedangkan yang di tatap hanya tersenyum santai seperti tidak terjadi apa-apa kemudian menyusul suaminya ke meja makan.
Devi datang masih dengan baju tidurnya namun kini wajahnya lebih segar,
Bagus tercengang melihat begitu banyak tanda merah di leher Devi,
"Tidak..ini tidak mungkin.. tidak mungkin aku melakukannya" ucap Bagus menjambak rambutnya sendiri
Melihat itu Devi tersenyum menang dan berlalu ke bawah mengikuti kedua mertuanya namun di cegah oleh Bagus
"katakan padaku apa yang terjadi semalam hah?" menatap tajam istrinya itu
"kamu tentu tahu apa yang terjadi antara lelaki dan perempuan tidur sekamar dan bangun sudah tak ada satu benang pun yang menempel tubuh kita mas" ucap Devi santai melingkarkan tangannya di leher Bagus yang langsung di lepas oleh Bagus
"kamu pasti paham akan hal ini mas" menunjukkan tanda merah di lehernya
"dan aku segera menanti Bagus junior di perutku nanti" Devi mengelus perut ratanya sontak itu membuat Bagus tertegun
"Bagus junior" ucapnya lirih sementara Devi sudah menghilang dari hadapannya
"apa aku benar-benar melakukannya semalam"
"bagaimana jika benar dan nanti dia hamil?"
"Aaahhhh bisa gila aku kalau terus begini"...
Apakah yang akan Bagus lakukan kedepannya??
penasaran??
ikuti terus karya baruku ya,
dukung sysy dengan like,vote and gift seikhlasnya kamyu saja...
__ADS_1
salam sejahtera untuk kalian semua 🤗😊
terimakasih 🙏🙏