Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*sepertinya say pernah melihatmu


__ADS_3

"Saya suka wanita pekerja keras seperti anda nona Nadira" ucap bu Rina lagi, pujian demi pujian di lontarkan mereka untukku, untuk Nadira Putri anak yang di buang dari kehidupan mereka. Heh Dira tersenyum kecut dalam cadarnya.


"Tapi sebenarnya saya penasaran sama pimpinan perusahaan anda nona, karena setiap ada kerjasama dengan perusahaan selalu di wakili oleh Yuni yang katanya adalah orang kepercayaan di perusahaan itu" tutur pak Hamzah pemasaran akan sosok pemilik NP corp yang tak lain adalah Dira yang tengah duduk di depannya persis.


Tatapan Dira sulit di artikan, tapi sebisa mungkin Dira bermain halus untuk memuluskan semuanya


"Oh iya, memang pemilik NP corp jarang sekali berada di Indonesia pak, beliau memilih untuk menetap di luar dengan bisnis lainnya di sana. Hanya sesekali saja beliau datang untuk mengecek kondisi dan kemajuan perusahaan yang memang semakin pesat kemajuannya di era persaingan bisnis yang semakin ketat pak " jawab Dira dengan pasti agar terlihat meyakinkan.


"Wah saya suka anda nona Nadira, sangat bersemangat dan kata-katanya yang sangat lugas. Kalau boleh tahu, anda sebagai apa di perusahaan itu?" Tanya oak Hamzah antusias


Dira terdiam sejenak menatap Ema dan kemudian kembali berhadapan dengan pak Hamzah


"Kebetulan saya adalah salah satu orang yang di percaya juga di perusahaan oleh beliau pak" jawab Dira terua meyakinkan.

__ADS_1


Sementara Bagus tak banyak bicara dari tadi, entah apa Yang di pikirkannya, yang di lakukan hanya mendengarkan dan sesekali melirik ke Dira,Ema dan juga Satya.


Dira yang sadar akan lirikan Bagus menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.


"Kalau pak Bagus sudah lama bergabung? yang saya dengar dari rekan kerja saya jika anda juga termasuk pebisnis yang handal" ucap Dira memancing percakapan dengan Bagus.


Bagus langsung menatap intens Dira, mendengar suaranya membuat dia mengingat sesuatu, tapi ia tepis dengan segera.


"Oh saya baru bergabung dua tahun belakangan ini, hanya meneruskan perusahaan keluarga" jawabnya dengan senyuman bertengger di bibirnya, namun tak lama dia menundukkan kepalanya. Ekor mata Dira menangkap ke mana tadi arah matanya menatap, tepat pada pak Hamzah dan ibu Devi yang terhormat. Jadi dia masih bersembunyi di ketiak istrinya ternyata heh...sungut Dira membatin.


"Oh jadi perusahaan itu milik oak Hamzah? Pantas perusahaannya kuat, karena anda juga begitu kompeten dalam segala hal dari yang saya dengar. Karena saya belum pernah terjun langsung dengan anda kan tuan Hamzah " ucap Dira menatap pak Hamzah dengan segan.


"Ah ..itu berlebihan nona, saya begini juga berkat kinerja seluruh staff dan karyawan saya. Jadi seharusnya merekalah yang mendapatkan pujian untuk itu" ucap pak Hamzah merendah.

__ADS_1


Jika bukan karena saya mengenal anda sudah pasti saya akan tertipu dengan kebijaksanaan anda tuan Hamzah batin Dira menolak sikap pak Hamzah.


"Tentu itu juga berkat kepemimpinan anda dan juga pak Bagus yang sangat baik tentunya" jawab Dira dengan senyuman di wajahnya, terlihat tulus da meyakinkan.


"Sepertinya saya pernah melihat anda pak...


kalimat pak Hamzah menggantung karena memang Satya tidak mengenalkan namanya tadi.


"Agga pak" jawab Satya cepat,


"Ya pak angga, sepertinya saya pernah melihat anda. Tapi saya lupa diman" ujar pak Hamzah seraya berfikir.


" Ya kita pernah bertemu, mungkin beberapa tahun yang lalu. Karena saya pernah bekerja di perusahaan anda sebagai cleaning servis " jawab Satya. Karena memang Satya pernah bekerja di perusahaan pak Hamzah, sebenarnya hanya untuk mencari informasi tentang Dira dan sesuatu yang di curigainya.

__ADS_1


kira-kira curiga apa ya guys ok Satya??


Yukk ikutin terus ceritanya..


__ADS_2