Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Kejadian tak terduga


__ADS_3

Hari menunjukkan pukul 11 siang,


biasanya jam-jam segini bi Siti dan Anjani sedang istirahat di belakang tapi tidak kali ini,


karena hari ini bu Rina dan kedua anak ada di rumah jadi bi Siti dan Anjani memasak untuk makan siang,kali ini menu makanannya di request langsung oleh Bagus, semua menunya makanan kesukaannya beralasan kengen masakan rumah padahal ia sengaja ingin mencicipi masakan Anjani lagi.


Setelah selesai semua menu sudah tersaji di meja makan, bu Rina dan kedua anaknya duduk di meja makan,terlihat wajah Bagus yang sumringah ingin segera makan dan benar saja begitu nasi dan lauk pauk sudah berada di atas piringnya dengan lahap ia memakannya hingga tandas tak tersisa.


Anjani kembali ke meja makan setelah semua orang sudah selesai dengan makanannya,


ia membereskan meja makan dan membawanya ke belakang untuk di bersihkan,


saat ia tengah mencuci piring tiba-tiba ada yang berdiri di belakangnya, bulu kuduk nya berdiri


"kok aku merinding ya"


"ya Allah lindungilah hambamu ini ya Allah" mohon Anjani sambil terus beristighfar


Bagus hanya tersenyum saja melihat tingkah Anjani yang lucu menurutnya,ya tadi ia melihat Anjani saat masuk lewat pintu belakang makanya ia iseng mendekatinya


"emangnya aku hantu sampai bikin bulu kuduk kamu merinding hm?" ucap Bagus membuat Anjani terjinjit kaget dan hampir menjatuhkan piring yang sedang ia pegang


"ya Allah mas Bagus aku kira siapa tadi hehe, soalnya perasaan tadi gak ada orang terus tiba-tiba ada sekelebat bayangan jadi aku pikir hantu hehe"


" jamu tuh ada-ada saja masa siang-siang gini ada hantu" tutur Bagus

__ADS_1


"sini biar aku bantu" tawar Bagus hendak mengambil piring yang di pegang Anjani untuk disiram di air bersih


"eeh gak usah mas ini biar Jani aja yang kerjain ini kan emang tugas Jani mas" tolak Anjani karena tidak enak masa majikan mau membantunya


"udah gak apa-apa saya udah biasa kok ngelakuin ini,saya kan tinggal sendiri di luar jadi udah biasa lah nyuci kayak gini mah" ucap Bagus dengan senyum khasnya membuat jantung Anjani jedag-jeduh tidak karuan.


"ya udah deh kalau maksa,tapi aku gak tanggung jawab ya mas kalau ibu marah liat mas bantuin saya" ucap Anjani khawatir


Bagus memberikan tanda ok dengan tangannya,


Anjani sedikit menggeser tubuhnya memberi ruang pada Bagus untuk membantunya


"kamu umur berapa Jani?"


"gak apa-apa cuma mau tau aja,kamu ini mas nanya malah nanya balik"


" hehe abis tiba-tiba nanya umur"


" ya soalnya kami kelihatan masih muda banget"


" oh umur Jani 22 mas mau 23 tapi mukanya masih kayak anak smp y mas hehe" ucap jani kepedean


" haha kamu bisa aja,kamu masih muda kok mau jadi pembantu? gak mau nyari kerjaan lain?"


"Jani hanya lulusan SMA mas mau kerja apa emangnya di kota besar gini, Jani mah asal bisa dapat uang halal dan bisa ngasih ibuku di kampung udah bersyukur mas,bu Rina juga baik sama aku jadi aku betah deh kerja di sini"

__ADS_1


tutur Anjani.


Bagus tersentuh dengan penuturan Anjani,


dia memandangi wajah Ayu Anjani, sudah cantik pintar masak berbakti pula pada orang tua paket komplit untuk ukuran perempuan jaman sekarang ya taunya hanya menghasilkan uang orang tua.


Bagus dengan iseng menoel hidung Anjani tapi tak di sangka malah sisa sabun menempel di hidungnya


"ih mas Bagus jail banget sih"


"eh maaf-maaf Jan sini biar aku bersihkan" ucap bagus sambil memegang kepala Jani dan membersihkan sisa sabun tadi,


tak sengaja mata mereka bertemu dan saling tatap,dan tak lama Bagus memajukan wajahnya hendak mencium Anjani tapi untung Anjani segera sadar dan mendorong Bagus,


"ma...maaf mas saya enggak sengaja" ucap Anjani tergagap masih merasa canggung


"gak apa-apa Jan,aku yang minta maaf sudah berbuat gak sopan sama kamu tadi,sekaki lagi maaf ya" Bagus menyesal dia terbawa suasana,


"Anjani hanya mengangguk dan segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke belakang.


Bagus,ia tak pernah dekat dengan perempuan selama di luar negri,ia hanya fokus belajar agar cepat selesai menyelesaikan pendidikannya dan kembali ke tanah air,


teman perempuan banyak,yang menyukainya pun banyak, dengan parasnya yang tampan dengan mudah ia memikat hati perempuan,. tapi tak satupun yang mampu menggetarkan hatinya,


hingga saat melihat Anjani ia langsung terpesona akan kecantikan alami wanita itu, hatinya bergetar tak karuan,ia ingin mengenal lebih sosok Anjaninya,ya Bagus sudah mengklaim Anjani adalah miliknya.

__ADS_1


__ADS_2