Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Tuduhan


__ADS_3

Pov Bagus


Hari silih berganti berlalu begitu cepat, tidak terasa Putri kini sudah berusia sepuluh tahun dan Mita adiknya sudah hampir sembilan tahun. Ku berikan segala yang terbaik untuk mereka,tak ada yang di beda-bedakan meski mereka tidak terlahir dari rahim yang sama, bahkan mereka seperti kakak beradik kandung, Putri menyayangi Mita dan Mita yang selalu ingin menempel pada Putri kakaknya meski kadang mamah atau Devi kurang suka dengan itu aku tak banyak ambil fikir tentang itu.


Hari ini aku berangkat bekerja seperti biasa, setelah mengantar Putri dan Mita ke sekolahnya ku lakukan kereta dengan empat roda ini menuju gedung pemerintahan pusat,ya kini aku sudah naik jabatan menjadi sekretaris pemda sudah hampir satu tahun ini,jabatan yang lumayan untuk usiaku yang terbilang masih muda di antara pegawai lainnya.


Saat tengah fokus bekerja tiba-tiba ruanganku di buka dan segerombolan orang berseragam masuk dengan pagawai inspeksi, "Ya Allah ada apa ini" ucapku dalam hati


"Pak Bagus silahkan berdiri dulu" aku menurut sja karena memang sebenarnya aku tak mengerti apa-apa.


"Kami mendapat laporan jika bapak telah melakukan tindakan pencucian uang dana pembangunan sekolah,maka kami akan melakukan sidak pada ruangan bapak,kinerja dan semua fasilitas dari kantor kami tahan sementara " paparnya padaku,


Tubuhku kaku dan seperti tak bernyawa,diam tak bergerak sedikitpun, mendengar petugas mengatakan seperti itu,"Aku, pencucian uang? Ya Allah apa ini? aku sama sekali tidak melakukan tindakan nista itu"


Tubuhku di arahkan ke tembok dan di geledah dari ujung rambut hingga telapak kaki, handphone,dompet, bahkan kertas-kertas struk belanja tadi pagi di ambil semuanya tak tersisa.


Aku di amankan oleh seorang petugas ke ruangan sebelah,aku berpikir

__ADS_1


"Kenapa aku di ungsikan ke sini, kenapa aku tidak berada di ruanganku saat melakukan sidak, bukankah seharusnya aku menyaksikan sidak itu dengan mata kepalaku sendiri. Tapi ya sudahlah, toh aku bersih, sama sekali tak melakukan apa yang mereka tuduhkan"


"lagipun siapa gerangan yang melaporkan aku ya?"


hmmm Sulit di tebak, karena selama aku bekerja di sini aku sama sekali tidak memiliki musuh,aku termasuk orang yang humble dan berteman dengan siapa saja bahkan ob pun jika orangnya asik bisa jadi temanku


Satu...dua jam ku menunggu, kenapa pemeriksaannya lama sekali?,aku bersih, seharusnya pemeriksaannya tak selama ini.


Hingga tiga puluh menit kemudian aku di panggil ke ruanganku,aku di bawa masuk oleh petugas yang sedari tadi mengawasiku.


Tumpukan map dan sebuah flashdisk ada di atas meja kerjaku, map-map itu mungkin susah di bedakan dengan map berkas kerjaku tapi flashdisk itu? itu hukan milikku.


"Ya Allah lindungi hamba" lirihku berucap


"Semua barang bukti ini akan kami bawa ke kantor untuk penyelidikan lebih lanjut" ucapnya lagi dan membawa barang yang ada di atas meja.


"Tapi saya tidak melakukannya pak" sanggahku mencoba membela diri

__ADS_1


"Tapi semua bukti menuju ke bapak dan kami menemukan beberapa transferan masuk ke rekening bapak dengan jumlah yang tidak sedikit beberapa bulan ini"


"Tai demi Allah pak saya tidak melakukannya " tegasku lagi meyakinkan petugas itu bahwa aku memang tidak melakukannya


"Bapak bisa menjelaskan semuanya di kantor"


"Bawa pak Bagus ke kantor" titahnya pada petugas yang mengawasiku dari awal.


Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, mereka menemukan bukti pencucian uang di dalam ruanganku dan bahkan menemukan bukti transfer yang bahkan aku sendiri tak tahu transferan yang mana, karena setahuku aku hanya menerima transferan gajiku setiap bulannya.


Bagus di bawa oleh petugas untuk di mintai keterangan lebih lanjut,


Akankah Bagus terbukti bersalah?


ikuti terus ceritanya ya,


dukung aku untuk terus berkarya dengan like,komen and vote ceritanya.

__ADS_1


terimakasih 🙏


salam sejahtera untuk kalian semua 🤗🤗


__ADS_2