Nadira (yang terlupakan)

Nadira (yang terlupakan)
*Kecurigaan Satya


__ADS_3

Kicau burung saling bersautan di pagi hari,


Anjani tengah duduk di taman kecil yang sengaja di buatkan oleh suaminya,


tadi pagi ia berkabar dengan suaminya melepas rindu mengobati raga yang berjauhan dengan panggilan video,


tapi entah mengapa hatinya merasa seperti ada yang menjanggal di hatinya,


sedari kepergian suaminya kemarin perasaannya terus tidak enak tapi selalu ia alihkan pikirannya dengan hal-hal positif lainnya agar tidak selalu memikirkannya


Dering hp berbunyi Anjani meraih hp'y di meja dan mengangkat'y tertera nama Satya adiknya


"assalamualaikum sat"


"waalaikumsalam salam mba,mba lagi apa?". Satya memperhatikan sekitaran Anjani dari layar hp'y


"ini sat mba sedang melihat-lihat taman belakang, menghirup udara segar disini sangat enak di tengah kota yang penuh dengan kendaraan"


"kamu dimana Sat?


seperti bukan dirumah ibu"


tanya Anjani yang melihat Satya seperti sedang berada di sebuah gedung


"oh ini aku ada di kota sebelah mba ada kerjaan bersama teman, mumpung lagi libur kuliah jadi aku ikut teman kerja mba" ujar Satya memperlihatkan keadaan sekitarnya,

__ADS_1


namun saat melihat layar hp'y Satya seperti melihat Bagus kakak iparnya bersama bu Rina dan seorang wanita menggandeng tanganya, semoga kakaknya tidak melihat itu.


"mba kapan lahirannya?


nanti dekat lahiran aku usahakan ikut ibu kerumahmu mba"


Satya mencoba mengalihkan pandangan kakaknya dengan pertanyaannya


ia tak mau menuduh kakak iparnya,


ia harus mencari tahu terlebih dahulu,


ia melihat orang yang ia pikir kakak iparnya masuk ke hotel di depan gedung tempatnya berada


"kemungkinan dua Minggu lagi Sat,


"asshiap mbak ku sayang" lalu mereka berdua tertawa mendengar jawaban dari satya


"mas Bagus mana mba?" tanya Satya mencoba mencari tahu dari Kakaknya


"oh mas Bagus sedang ada seminar Sat di kota sebelah baru kemarin berangkat" jawaban kakaknya membuat Satya semakin yakin bahwa yang ia lihat tadi adalah kakak iparnya bersama ibunya,tapi siapa perempuan yang menggandeng tangan Kakak iparnya tadi? tanya Satya dalam hatinya,


"oh gitu ya mba"


"mba kenapa dari tadi Satya lihat seperti banyak pikiran?" melihat tatapan kakaknya yang kadang kosong

__ADS_1


"mba gak tau Sat, dari kemarin mas Bagus berangkat perasaan mba jadi gak enak terus mba sendiri gak tau kenapa" tuturnya lirih


"mba gak usah banyak pikiran kasihan nanti dede bayi dalam perut mba jadi ikutan setres,


percaya aja sama suami mba,mba harus jaga kesehatan kan sebentar lagi mba mau lahiran,jadi jangan banyak pikiran" ucap Satya panjang lebar menenangkan kakaknya agar tidak banyak pikiran,


"iya Om Satya yang ganteng" jawab Anjani sambil tersenyum dan membuat gerakan ok dengan tangannya,


Satya takut terjadi apa-apa dengan kakak dan juga calon keponakannya,


ia akan mencari tahu dulu kebenarannya,


ia tak mau gegabah dulu dengan menuduh sembarangan,


ia akan meminta bantuan temennya untuk menjadi detektif ala-ala untuk mencari tahu semua kebenarannya,


Anjani memilih mengaji untuk menenangkan hatinya,dengan bermunajat kepada Allah SWT sang maha pemilik hatinya,


mengadukan segala kepelikan di hati hanya kepadanya,


ia sempat menelpon suaminya tadi tapi tidak lama karena sebentar lagi akan ada pertemuan katanya,


ia mencoba selalu percaya kepada suaminya


karena selama ini suaminya tidak pernah berbohong kepadanya,

__ADS_1


kepercayaan adalah salah satu pondasi utama hubungan selain Cinta dan Setia.


__ADS_2